Kedatangan Dua Pemain Baru Persib Bandung
Persib Bandung menunjukkan komitmen serius dalam menghadapi paruh kedua musim, dengan mendatangkan dua pemain anyar untuk memperkuat skuad di Super League 2025-2026. Kedua pemain tersebut adalah Layvin Kurzawa dan Dion Markx, yang memiliki latar belakang dan karakter yang sangat berbeda.
Layvin Kurzawa datang dengan status yang mentereng sebagai mantan bek klub besar Prancis, Paris Saint-Germain (PSG). Ia dikenal sebagai pemain berkualitas yang telah membuktikan kemampuannya di level internasional. Sementara itu, Dion Markx hadir sebagai investasi masa depan. Sebagai bek muda naturalisasi, ia kini menjadi bagian dari Timnas Indonesia kelompok umur.
Kehadiran kedua pemain ini bukan tanpa alasan. Persib sedang menjalani musim yang padat, sehingga membutuhkan kedalaman skuad yang mumpuni. Maung Bandung masih bersaing ketat di papan atas Super League 2025-2026, dengan status sebagai salah satu kandidat kuat juara. Di sisi lain, perjuangan Persib di Liga Champions Asia Two (ACL Two) juga masih berlanjut hingga fase gugur.
Situasi tersebut membuat rotasi pemain dan kualitas pelapis menjadi faktor krusial bagi tim asuhan Bojan Hodak. Melalui media sosial resmi klub, Persib memperkenalkan Layvin Kurzawa dengan nuansa khas Kota Kembang. “He knows Paris, but now he’s home in Paris van Java. Bienvenue a Bandung, Layvin Kurzawa,” tulis akun Instagram resmi @persib.
Tak berselang lama, pengumuman kedatangan Dion Markx pun dilakukan dengan pesan emosional yang kuat. “Wilujeng Sumping, Dion Markx. This is where you belong. Ready to fight for the Blue,” demikian pernyataan Persib. Kedua pemain bahkan diperkenalkan langsung di Stadion Bandung Lautan Api, jelang laga Persib kontra PSBS pada Minggu (25/1/2025) malam.
Khusus Dion Markx, perekrutan ini menandai langkah strategis Persib dalam membangun fondasi jangka menengah dan panjang. Dion sebelumnya memperkuat Top Oss, klub kasta kedua Liga Belanda, kompetisi yang dikenal ketat dan menuntut kedisiplinan taktik. Sebelum itu, ia juga ditempa di akademi dua klub Eredivisie, Vitesse Arnhem dan NEC Nijmegen. Pengalaman tersebut membuat Dion terbiasa dengan atmosfer sepak bola Eropa sejak usia muda.
Persib kemudian mengikat Dion Markx dengan kontrak hingga 2,5 musim, sebuah sinyal kepercayaan besar terhadap potensinya. Di level internasional, Dion Markx telah mengenakan seragam Timnas Indonesia U20 hingga U23. Statusnya sebagai bek muda naturalisasi memberi nilai tambah tersendiri bagi Maung Bandung.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, sebelumnya sempat menyebutkan soal berkurangnya kedalaman skuad. Hal itu terjadi setelah Persib melepas Rezaldi Hehanussa dan Hamra Hehanussa ke Persik Kediri demi memberi mereka menit bermain lebih banyak. Kondisi tersebut membuat Persib membutuhkan tambahan tenaga di lini pertahanan, terutama untuk menjaga konsistensi di dua kompetisi.
Bojan Hodak mengonfirmasi bahwa perekrutan Kurzawa dan Dion adalah jawaban atas kebutuhan tersebut. “Bagus, ada 2 tambahan pemain bagi kami dan itu bagus. Karena kekuatan kami sedikit berkurang pasca Rezaldi dan Hamra pergi,” ujar Hodak. Pelatih asal Kroasia itu menegaskan, sektor belakang fokus utama bursa transfer kali ini.
“Kami sedikit kekurangan pemain di pertahanan dan karena itu kami merekrut satu bek kiri dan satu bek tengah,” paparnya. Dion Markx sendiri diproyeksikan sebagai bek tengah modern yang bisa berkembang seiring waktu. Selain kualitas teknis, Dion juga dipandang sebagai aset berharga bagi Persib di masa depan.
Faktor usia menjadi pertimbangan penting, sebab Dion masih berada dalam fase emas untuk berkembang. Ia juga tercatat sebagai bagian dari skuad Timnas U23 Indonesia, sebuah nilai tambah dalam konteks pengembangan pemain lokal. Bersama Kakang Rudianto dan Robi Darwis, Dion Markx dapat membantu Persib memenuhi regulasi pemain U23.
Bojan Hodak menjelaskan alasan utama Persib membidik pemain muda seperti Dion. “Dion itu seperti Kakang dan Robi yang masuk kuota pemain U23, kami mencari pemain muda karena mereka masih bisa berkembang dan mengeksplorasi kemampuannya,” ujar Hodak. Tidak hanya Dion, Persib juga memiliki sejumlah talenta muda lain yang masuk dalam radar pengembangan tim utama.
Nama-nama seperti Nazriel Alfaro, Zulkifli Lukmansyah, dan penjaga gawang Fitrah Maulana, contoh regenerasi tengah disiapkan. “Sebelumnya sudah ada Nazriel, Zul, Fitrah, jadi bagus karena akan ada pemain muda lainnya,” tutur Hodak. Pelatih berusia 53 tahun itu menilai latihan bersama tim utama adalah proses penting bagi para pemain muda.
“Mereka perlu berlatih dengan kami dan berusaha untuk mendapatkan kesempatan.” “Mungkin di masa yang akan datang, dia bisa mengisi 11 pemain pertama di tim kami,” jelasnya. Perekrutan Dion Markx sendiri sempat di luar dugaan banyak pihak, termasuk Bobotoh. Pasalnya, Persib sebelumnya dikaitkan dengan sejumlah nama naturalisasi lain seperti Joey Pelupessy dan Maarten Paes.
Meski begitu, Dion Markx bukan sosok asing bagi pencinta sepak bola nasional. Ia dinaturalisasi bersamaan dengan Ole Romeny dan Tim Geypens, dan kini menjadi bagian penting dari proyek masa depan Persib Bandung.





