Penyakit TBC Ginjal yang Mengancam Kesehatan
Tuberkulosis ginjal atau TBC ginjal adalah bentuk penyakit TBC ekstra paru yang menyerang sistem perkemihan dan berpotensi menyebabkan gagal ginjal. Kondisi ini sering kali sulit terdeteksi karena gejalanya mirip dengan infeksi saluran kemih (ISK), sehingga sering terlambat diagnosis. Deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius pada ginjal.
Gejala yang Sering Muncul
Gejala TBC ginjal seringkali tidak jelas pada tahap awal, sehingga membuat diagnosis menjadi lebih sulit. Saat gejala mulai muncul, penderita sering mengeluhkan keluhan yang mirip dengan ISK. Beberapa tanda yang dapat muncul antara lain:
- Urine berdarah
- Frekuensi buang air kecil meningkat
- Nyeri atau sensasi panas saat berkemih
- Nyeri di bagian pinggang atau perut
Selain itu, penderita juga bisa mengalami gejala umum TBC seperti demam, penurunan berat badan, keringat malam, batuk berkepanjangan, dan tubuh terasa lemas. Pada pemeriksaan urine, dapat ditemukan nanah, protein, atau sel darah putih. Kondisi ini biasanya dicurigai dokter ketika keluhan pasien tidak membaik meski telah mengonsumsi antibiotik standar.
Penyebab dan Faktor Risiko
Tuberkulosis ginjal disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang umumnya menginfeksi saluran pernapasan. Dalam beberapa kasus, infeksi juga dapat dipicu oleh Mycobacterium bovis. Penyakit ini umumnya berawal dari TBC paru yang kemudian menyebar ke ginjal melalui aliran darah, bahkan bisa terjadi dalam rentang waktu 5 hingga 25 tahun setelah infeksi awal.
Selain itu, terdapat laporan bahwa infeksi mycobacterium dapat terjadi akibat penggunaan vaksin BCG yang disuntikkan langsung ke kandung kemih sebagai terapi kanker kandung kemih. Meski metode ini bermanfaat, dalam sejumlah kasus justru memicu terjadinya TBC ginjal.
Siapa pun berpotensi mengalami penyakit ini, namun risiko lebih tinggi dialami individu dengan sistem imun lemah, seperti penderita HIV, diabetes, atau pasien yang mengonsumsi obat imunosupresan pascatransplantasi organ.
Risiko dan Komplikasi yang Mengancam
Berdasarkan laporan Radiological Society of North America, infeksi mycobacterium pada ginjal dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius. Dampaknya antara lain:
- Hipertensi akibat gangguan ginjal
- Penumpukan kalsium
- Pembengkakan ginjal
- Pembentukan nanah yang menyebar ke jaringan sekitar
Selain itu, TBC ginjal dapat menyebabkan penyempitan ureter, gangguan pada kandung kemih, perubahan sel ginjal yang berisiko menjadi kanker, hingga gagal ginjal kronis atau stadium akhir yang memerlukan terapi pengganti ginjal.
Kasus Nyata: Kematian Lucky Widja
Lucky Widja, seorang pria yang juga akrab disapa Lucky Element, meninggal dunia di Rumah Sakit Halim, Jakarta, pada Minggu (25/1/2026) malam. Sebelum wafat, Lucky sudah bergelut dengan penyakitnya cukup lama. Ia pernah curhat memiliki penyakit aneh yang menggerogoti fungsi ginjalnya sejak 2022.
Dalam obrolannya dengan sahabat sekaligus rekan manggungnya, Ferdy Tahier, Lucky mengaku mengidap penyakit langka yang mengganggu fungsi ginjalnya. Ia menyebutkan bahwa penyakit tersebut menyerang seluruh organ tubuh bagian bawahnya, termasuk ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra.
Kabar kematian Lucky Widja pertama kali diketahui dari unggahan Ferdy Element. “Selamat jalan adik gue, partner gue di panggung. Lo sudah nggak sakit lagi sekarang, nggak butuh cuci darah lagi, nggak butuh oksigen lagi,” tulis Ferdy di akun @Ferdy_Tahier.
Rencananya, jenazah Lucky Widja akan dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Senin (26/1/2026) siang ini.
