Sosialisasi DTSEN di Gresik, Menteri Sosial Ajak Kolaborasi
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab dipanggil Gus Ipul, hadir langsung dalam kegiatan sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung di Aula Mandala Bhakti Praja dan menjadi momen penting dalam upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, operator data, serta pilar-pilar sosial.
Gus Ipul menekankan pentingnya “Kolaborasi Program Prioritas Presiden” dalam acara tersebut. Ia mengatakan bahwa program ini bertujuan untuk memastikan seluruh warga Indonesia yang membutuhkan perlindungan sosial dapat dijangkau oleh berbagai layanan yang disediakan.
Penampilan Siswa SRMA 37 Gresik
Kedatangan Gus Ipul disambut dengan penampilan luar biasa dari siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik. Mereka tampil dalam bentuk paduan suara, pembacaan puisi, dan pidato dalam empat bahasa, yaitu Inggris, Arab, Tagalog, dan Prancis. Penampilan ini menunjukkan potensi luar biasa yang bisa muncul dari kalangan anak-anak, bahkan dari mereka yang belum pernah terlibat dalam proses pembangunan negara.
Bantuan Kewirausahaan untuk Orang Tua SRMA 37 Gresik
Selain itu, dalam kegiatan ini, Gus Ipul juga menyalurkan bantuan kewirausahaan kepada 75 orang tua siswa SRMA 37 Gresik. Total nilai bantuan yang diberikan mencapai Rp 391.853.366. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh lima orang tua siswa.
Peran Sekolah Rakyat dalam Pengentasan Kemiskinan
Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan miniatur dalam pengentasan kemiskinan. Ia menekankan bahwa siswa yang sekolah di Sekolah Rakyat adalah mereka yang berada di desil 1 dan 2 DTSEN. Hal ini menunjukkan bahwa sekolah ini khusus ditujukan bagi keluarga miskin dan ekstrem.
“Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tidak hanya mendapatkan layanan pendidikan untuk anaknya, tetapi juga mendapatkan program-program strategis Presiden Prabowo,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa melalui Sekolah Rakyat, anak-anak akan mendapatkan pendidikan, sementara orang tua diberdayakan, rumah mereka dibantu agar lebih layak huni, dan mereka juga mendapatkan bansos lengkap serta PBI satu keluarga.
Pentingnya Pemutakhiran Data DTSEN
Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) bersifat dinamis. Setiap hari ada yang meninggal, lahir, menikah, atau berpindah tempat. Oleh karena itu, data ini perlu dimutakhirkan setiap saat.
“Jangan ada yang menganggap data ini statis,” tegas Gus Ipul. Ia menekankan bahwa data DTSEN harus terus diperbarui agar dapat digunakan sebagai dasar dalam pemberian layanan sosial yang tepat sasaran.
Dorong Pemuktahiran Data
Gus Ipul mengajak pemerintah daerah Kabupaten Gresik, operator data, dan pilar-pilar sosial untuk terus melakukan upaya pemutakhiran data. Dengan adanya instruksi Presiden Prabowo Subianto melalui Inpres No. 4 Tahun 2025 tentang DTSEN, diharapkan data tunggal dapat terwujud, sehingga tidak ada lagi pegang data sendiri-sendiri.
“Yang memegang data adalah BPS,” tambahnya.
Upaya Penyelarasan DTSEN di Kabupaten Gresik
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan bahwa Kabupaten Gresik terus melakukan upaya penyelarasan DTSEN. Penyelarasan dilakukan terutama pada kelompok masyarakat Desil 1-4 melalui ground check bersama BPS, sehingga penetapan desil sesuai kondisi di lapangan.
“Melalui kolaborasi program prioritas Presiden ini, kita tidak hanya berbicara tentang peningkatan kapasitas individu. Tidak hanya memandang masalah kemiskinan secara mikro. Tetapi juga tentang menciptakan ekosistem yang mendukung kemandiran ekonomi masyarakat,” ujarnya.





