Ringkasan Berita:

  • Pihak PAUD akhirnya mengaku telah melunasi biaya fotografer setelah polemik keduanya viral. 
  • Dalam klarifikasi panjang, pihak PAUD mengakui terjadi kesalahpahaman soal biaya dan jasa, sekaligus meminta maaf kepada fotografer. 
  • Mereka juga meminta warganet berhenti menghujat keluarga. Namun, unggahan Rondoot kembali menyoroti pembayaran tersebut dan mempertanyakan apakah membayar berarti persoalan selesai.

 

Infomalangraya.net, MUARA ENIM — Permasalahan antara oknum tempat pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Muara Enim, Sumatera Selatan, dan fotografer yang sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial, memasuki babak baru.

Setelah persoalan bayaran tersebut menuai beragam komentar dari warganet, pihak PAUD menyampaikan permintaan maafnya.

Dalam unggahannya yang diunggah ulang oleh selebgram Rendy Aditiya P alias Rondoot melalui Instagramnya @rondoot, pihak PAUD mengakui adanya kesalahpahaman terkait biaya jasa fotografer. 

Mereka juga menyampaikan persoalan tersebut berawal dari ketidaktahuan mengenai sistem pembayaran.

Tak hanya menyampaikan klarifikasi secara terbuka, pihak PAUD mengaku telah melunasi pembayaran kepada fotografer sesuai dengan nominal yang diminta.

Hal ini sebagaimana yang sudah ia sampaikan melalui pesan singkat langsung kepada sang fotografer.

“Assalamualaikum kak, ini sudah kami bayar seperti yang kakak mau, terima kasih. Sebelumnya maaf kalau telat dan maaf juga atas ketidaktahuan kami kalau biaya yang kakak sebut kemarin beda dengan biaya jasa. Minta tolong diklarifikasi karena nama kami sudah sangat buruk,”pesan singkat dari pihak PAUD kepada fotografer yang dikutip Infomalangraya.net, Sabtu (29/8/2026).

Melalui unggahan klarifikasi panjang di akun Facebook atas nama Elga Dwi Shafira, pihak PAUD menjelaskan bahwa ibu dari kepala sekolah yang sempat ikut memberikan penjelasan sebenarnya tidak mengetahui secara rinci persoalan yang terjadi.

“Sebelumnya saya mohon maaf atas klarifikasi yang telah dibuat ibu saya Ibu Lista, karena ketidaktahuan beliau dan menjadi kesalahfahaman. Saya jelaskan kepada semuanya apa yang ibu saya tulis memang itulah yang ibu saya tahu, karena yang bernegosiasi dengan KK FG itu adalah saya selaku Kepala Sekolah, bukan ibu saya,”jelas Elga, dalam unggahan tersebut yang Infomalangraya.netkutip, Sabtu 29 Agustus 2026.

“Jika ada yang perlu di salahkan penuh untuk permasalahan ini, orang yang patut di salahkan bukanlah ibu saya yang tidak tahu apa-apa tapi melainkan saya,” tulis pihak PAUD dalam klarifikasinya.

Penyebab Kesalahpahaman Pembayaran

Pihak PAUD juga menjelaskan bahwa kesalahpahaman terjadi karena mereka mengira harga yang disebutkan sebelumnya sudah mencakup jasa fotografer.

“Maafkan kami atas ketidaktahuan kami jika berfoto seperti itu beda antara jasa dan cetak. Karena statement awal yang kami dapat adalah foto langsung cetak, dan tanya biayanya disebutkan sekian. Saya pribadi menganggap itu sudah termasuk jasa,” ungkapnya.

Menurut mereka, pemahaman tersebut muncul karena sebelumnya pernah menggunakan jasa serupa dengan sistem pembayaran berdasarkan jumlah foto.

“Kenapa saya berfikir demikian, berfikir bahwa harga yang disebutkan itu sudah termasuk jasa foto, karena kami pernah menggunakan jasa lain seperti itu dihitung per foto harganya,” tulisnya.

Namun, pihak PAUD mengakui bahwa mereka seharusnya menanyakan lebih rinci mengenai sistem pembayaran tersebut sejak awal.

Mereka menyebut ketidaktahuan mengenai perbedaan biaya foto, biaya cetak, dan jasa fotografer menjadi salah satu penyebab persoalan tersebut berkembang.

“Jadi salahnya saya kenapa harus menganggap sama tanpa bertanya dulu lebih jelasnya,” lanjut pernyataan tersebut.

Permohonan Setop Menghujat

Pihak PAUD pun mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada fotografer atas persoalan yang telah terjadi.

Dalam unggahannya, mereka bahkan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada pihak fotografer dan berharap masalah tersebut dapat diselesaikan dengan baik.

“Sekali lagi atas kesalahan saya, saya ucapkan beribu-ribu maaf, kami sekeluarga sangat memohon maaf sebesar-besarnya atas semua kejadian yang sudah terlanjur terjadi, kesalahpahaman ini,” tulis pihak PAUD.

Mereka juga meminta agar warganet tidak lagi memberikan hujatan, terutama kepada keluarga yang dinilai tidak mengetahui secara langsung persoalan tersebut.

Pihak PAUD mengaku masih awam mengenai standar harga jasa fotografi.

“Semoga kakak FG dapat memaafkan karena kami juga adalah TK di desa yang masih awam,” tulisnya.

Dalam klarifikasi yang sama, pihak PAUD menyebut biaya yang diminta fotografer telah dilunasi.

Mereka berharap pembayaran dan permintaan maaf yang telah disampaikan dapat menjadi jalan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Yang diminta KK fotografer sudah kami lunasin, mohon sekiranya teman-teman semua untuk berhenti melanjutkan kesalahpahaman ini dengan terus menghujat terutama ibu saya,” tulis pihak PAUD.

Duduk Perkara: Curhat Fotografer Ngaku Jasa Tak Dibayar padahal Uangnya untuk Beli Tangan Palsu Anak

Sebelumnya, pengalaman tak menyenangkan dialami oleh seorang fotografer pemilik akun Instagram @petrick_1506. 

Ia mengaku belum menerima pembayaran atas jasa pemotretan acara perpisahan siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di sebuah objek wisata di kawasan Muara Enim, Sumatera Selatan.

Curahan hati ini pertama kali diunggah selebgram asal Palembang melalui akun Instagram @rondoot pada Jumat (28/8/2026).

Dalam unggahannya, akun @rondoot menyuarakan keprihatinannya sembari menandai pihak sekolah.

“Assalamualaikum ibu kepala sekolah, haruskah Rondoot ke Muara Enim? Menurut kamu bagaimana?” tulis akun @rondoot dalam keterangan unggahannya.

Dalam pesan singkat (Direct Message) yang dikirimkan kepada @rondoot, sang fotografer menceritakan secara rinci kesepakatan awal hingga penunggakan pembayaran yang dilakoni oknum pihak sekolah tersebut. 

Uang jasa senilai Rp600.000 yang tak kunjung dibayarkan itu padahal sangat dinantikan untuk biaya pengobatan dan pembelian alat bantu sang buah hati.

“Assalamu’alaikum wr. wb. Kak, bisa bantu aku tidak? Aku ini seorang fotografer amatir. Waktu itu saya dapat pekerjaan memotret perpisahan anak PAUD di objek wisata yang ada di Muara Enim. Jadi saya jelaskan ke guru PAUD, jasa fotonya Rp600.000 dan biaya cetak lain lagi tergantung ukuran. Singkat cerita, foto sudah selesai, tetapi jasa fotoku belum dibayar sampai sekarang,” ungkap sang fotografer meluapkan keluh kesahnya, dikutip Infomalangraya.netdalam Instagram @rondoot, Sabtu (29/8/2026).

Ia juga menambahkan bahwa perjalanan menuju lokasi pemotretan membutuhkan waktu dan jarak yang lumayan jauh dari kediamannya. 

Upaya komunikasi yang dilakukannya secara baik-baik pun kini terputus akibat ketiadaan respons dari pihak pemesan.

“Padahal uang itu buat tabungan beli tangan palsu anak gadisku. Lokasi PAUD itu lumayan jauh dari tempat saya tinggal. Saya sudah berapa kali chat tetapi tidak ada respons. Hari ini saya chat cuma centang satu, antara nomor saya diblokir atau susah sinyal di sana. Jadi saya bingung harus bagaimana,” tambahnya.

Klarifikasi Pihak Pengelola PAUD Sebelum Lunasi Pembayaran

Usai kabar tersebut viral di media sosial, pemilik sekaligus pengelola PAUD memberikan tanggapan dan klarifikasi terbuka melalui akun Facebook pribadinya. 

Pihak sekolah membantah adanya kesepakatan mengenai uang jasa di awal perjanjian.

“Bismillah, ini Bunda ingin menjelaskan dan mengklarifikasi berita yang sedang tidak enak tentang Bunda dan sekolah,” tulisnya membuka klarifikasi, dikutip dari laman Facebook Lista Mutia, Sabtu (29/8/2026).

Dalam pernyataannya, pihak sekolah membeberkan lima poin sanggahan:

  • Pihak sekolah menegaskan tidak ada kesepakatan biaya jasa sejak awal, melainkan hanya kesepakatan pembayaran biaya cetak foto.
  • Pihak sekolah mengklaim sempat menolak tawaran jasa foto karena dinilai mahal dan tidak ingin membebankan biaya kepada wali murid.
  • Di tengah acara, pihak fotografer menawarkan jasa yang kemudian disepakati oleh para wali murid dan dikoordinasi oleh guru.
  • Sekolah mengaku telah membayar lunas biaya foto setelah sesi pemotretan selesai dengan janji hasil foto selesai dalam waktu cepat. Namun, hasil foto disebut terlambat hingga hampir dua bulan.
  • Setelah foto dikirimkan ke wali murid, muncul tagihan baru yang diklaim sebagai biaya jasa.

“Jadi mohon bantu Bunda menanggapi persoalan ini. Berpikir bijak dan tidak menanggapi permasalahan tanpa tahu permasalahan sebenarnya. Insya Allah masalah ini bisa selesai,” tutup pemilik sekolah dalam postingannya.

Hingga berita ini tayang, Infomalangraya.nettengah mengonfirmasi peristiwa itu ke fotografer dan juga pihak PAUD tersebut.

Baca Berita Infomalangraya.netLainnya di Google News

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Infomalangraya.net

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version