Isyana Sarasvati dan Kontroversi Mata Satu dalam Video Musik
Isyana Sarasvati, penyanyi ternama Indonesia, kini tengah menjadi sorotan setelah muncul dugaan bahwa dirinya terlibat dengan sekte satanik. Hal ini bermula dari munculnya visual mata satu dalam video musik lagu terbarunya. Visual tersebut dikaitkan oleh sebagian pengguna media sosial dengan simbol yang sering diasosiasikan dengan satanisme.
Isu ini menyebar luas di berbagai platform media sosial, memicu spekulasi dan perdebatan yang semakin ramai. Menanggapi hal ini, Isyana memberikan respons melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan itu, ia menulis sepenggal lirik yang dianggap sebagai bentuk tanggapan atas tudingan yang muncul.
“Sometimes pure light, sometimes cruel tides, I am passing through,” tulis Isyana Sarasvati. “Terkadang cahaya murni, terkadang gelombang kejam, aku sedang melewatinya.” Unggahan ini langsung menarik perhatian para penggemarnya, banyak dari mereka memberikan dukungan kepada penyanyi yang dikenal kerap mengeksplorasi berbagai warna musik tersebut.
Di tengah polemik yang berkembang, suami Isyana, Rayhan Maditra Indrayanto, juga menyampaikan pandangannya. Lewat akun Threads miliknya, Rayhan menyebut polemik yang terjadi sebagai ujian bagi seorang musisi, terutama ketika karya yang dibuat dengan penuh kejujuran justru ditafsirkan berbeda oleh publik.
“Ujian besar bagi seorang musisi ketika karya yang lahir dari kejujuran justru dimaknai dengan cara yang jauh berbeda,” tulis Rayhan. “Sering kali asumsi datang lebih cepat daripada keinginan untuk memahami.” Ia berharap semua pihak dijauhkan dari berbagai bentuk fitnah, terlebih di bulan suci Ramadan.
Kontroversi ini muncul di tengah perilisan proyek musik terbaru Isyana Sarasvati yang menjadi bagian dari album kelimanya bertajuk Eklektiko. Visual mata satu dalam video musik lagu ‘Abadhi’ menjadi pusat perhatian, dengan sebagian pengguna media sosial mengaitkannya dengan simbol yang kerap diasosiasikan satanisme.
Musisi Dunia yang Juga Terkena Tudingan
Senasib dengan Isyana Sarasvati, enam musisi dunia juga sering dituduh sebagai pengikut sekte satanic. Berikut adalah beberapa di antaranya:
-
Marilyn Manson
Marilyn Manson dalam buku biografinya yang berjudul The Long Hard Road Out of Hell mengklaim sebagai penganut Gereja Setan. Dia bahkan menyebut dirinya sebagai ‘menteri’, sebuah gelar kehormatan yang diberikan langsung oleh Anton Szandor LaVey si pendiri Gereja Setan. Proses pemberian gelar itu, menurut dia, berlangsung saat dia tur bersama Nine Inch Nails, pada 1994. -
Lady Gaga
Desas-desus Lady Gaga menjadi pemuja setan bermula ketika dia meninggalkan bathtub kamar hotelnya penuh darah di London, Inggris, medio 2011. Mandi darah diketahui sebagai salah satu ritual yang kerap dilakukan penganut Gereja Setan. Gara-gara kabar itu pula, Front Pembela Islam menolak Lady Gaga menggelar konser di Indonesia. -
Jay-Z dan Beyonce
Adanya kabar pasangan ini menjadi pemuja setan dibocorkan Larry Johnson, mantan atlet football sekaligus teman dekat Jay-Z. Dia mengklaim, pasangan itu sebagai pengikut Gereja Setan dan kerap mengagungkan setan lewat lirik lagu ciptaannya. -
Iron Maiden
Ketika Iron Maiden merilis The Number of the Beast pada 1982, album itu menuai sukses besar. Namun, album tersebut juga terbilang kontroversial karena artwork album tersebut dianggap memuja iblis. -
Madonna
Madonna diidentikkan sebagai pemuja setan ketika video klip lagu Like A Prayer yang dirilisnya pada 1989, tak hanya dikritik publik namun juga Gereja Katolik. Hal ini lantaran video itu menampilkan salib terbakar hingga Madonna menggoda Yesus digambarkan sebagai pria keturunan Afro-Amerika. -
Black Sabbath
Band heavy metal asal Inggris ini juga dituding sebagai pemuja setan. Tuduhan itu mengacu pada kesukaan para member Black Sabbath pada puisi milik Edgar Allan Poe yang kerap dikaitkan dengan pemujaan setan.
Apa Itu Aliran Satanisme?
Menurut sumber, satanic atau satanisme adalah sekelompok individu yang berkeyakinan atau ideologis, dan filosofis yang didasarkan pada Setan. Satanisme ini juga kerap disebut para pemuja setan, dan tidak mengenal Tuhan.
Praktik agama satanisme kontemporer dimulai dengan berdirinya Gereja Setan yang ateis di Amerika Serikat pada tahun 1966. Satanisme dan konsep setan, juga kerap digunakan oleh seniman dan penghibur untuk ekspresi simbolis.
Lambang setanisme tradisional yang terpenting adalah dewa Romawi kuno Baphomet. Pada waktu itu, Baphomet menjadi lambang bagi orang yang memuja setan. Lambang setanis terpenting kedua adalah pentagram, yaitu bintang bersegi lima di dalam lingkaran.
Aliran Setanisme dibagi menjadi dua macam, yaitu Teistik dan Atheistik. Aliran teistik atau biasa disebut juga Setanisme Tradisional, adalah suatu bentuk kepercayaan yang menganggap bahwa Setan sebagai dewa. Sementara aliran Atheistik (Ateis) adalah suatu aliran kepercayaan yang tidak mengakui adanya Tuhan ataupun Dewa untuk disembah.





