Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil menyelesaikan balapan Moto3 Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans dengan posisi keempat. Meskipun start yang kurang baik, Veda mampu bertahan hingga akhir dan membawa poin penting untuk tim Honda Team Asia.
Balapan kali ini berlangsung dalam kondisi basah karena hujan mengguyur sirkuit. Kondisi tersebut memengaruhi jalannya lomba, bahkan jumlah putaran dikurangi dari 20 menjadi 13 lap. Ini menjadi pengalaman pertama bagi Veda dalam balapan Moto3 di lintasan basah.
Maximo Quiles dari Aspar Team menjadi juara, disusul Adrian Fernandez (Leopard Racing) di posisi kedua dan Matteo Bertelle (LEVEL UP – MTA) di posisi ketiga. Veda finis di belakang mereka, namun hasil ini tetap dianggap positif oleh timnya.
Pengalaman Pertama di Lintasan Basah
Veda mengakui bahwa ia merasa sedikit cemas sebelum balapan dimulai. “Saya hampir terjatuh saat pemanasan dan sebelum balapan saya sedikit takut karena kondisi ini benar-benar sulit,” ujarnya dalam pernyataan resmi Honda Team Asia.
Tujuan utamanya adalah hanya menyelesaikan balapan dan membawa pulang poin untuk tim. Ia menjelaskan bahwa awal balapan tidak mulus karena beberapa momen berbahaya di depannya. Namun, setelah itu ia mulai merasa lebih nyaman dan mencoba menemukan ritme yang tepat.
“Jadi sebelum start, target saya hanyalah menyelesaikan balapan dan membawa pulang beberapa poin untuk tim.”
Perjuangan di Awal Balapan
Veda memulai balapan dari posisi keenam, tetapi turun ke posisi kesepuluh pada awal lomba. Situasi semakin rumit ketika bendera kuning berkibar setelah Brian Uriarte dan David Munoz mengalami crash. Pada lap kedua, Veda turun ke posisi ke-14.
Maximo Quiles mulai memperlebar jarak dengan gap 0,5 detik. Casey O’Gorman kemudian juga mengalami crash, sehingga bendera kuning kembali berkibar. Veda mulai memperbaiki posisinya dan naik ke posisi ke-12.
Kesempatan untuk Mengejar Podium
Ketika Valentin Perrone jatuh di tikungan tiga, Veda memanfaatkan situasi tersebut untuk meningkatkan posisinya. “Saya melihat banyak pembalap terjatuh dan saya mencoba memanfaatkan situasi sambil tetap fokus,” katanya.
Meski sempat mendekati podium, Veda mengalami masalah pada ban belakang pada lap-lap terakhir. “Ban belakang turun drastis pada lap-lap terakhir,” ujarnya.
Namun, ia tetap puas dengan hasil finis keempat di Grand Prix Moto3 basah pertamanya. “Ini adalah hasil yang sangat positif bagi saya dan tim. Saya ingin berterima kasih kepada semua orang atas kerja keras mereka akhir pekan ini.”
Penilaian dari Manajer Tim
Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, menyebut balapan Moto3 Prancis sebagai balapan bertahan hidup. “Akhirnya kami menyelesaikan balapan Moto3 di Le Mans dan tepat sebelum start kami mulai melihat tetesan hujan, jadi pada akhirnya balapan menjadi balapan basah sepenuhnya untuk semua orang.”
Aoyama mengapresiasi bagaimana Veda mengelola situasi meski menghadapi kesulitan di awal balapan. “Setelah itu kecepatannya sangat kuat dan dia mulai pulih selangkah demi selangkah hingga berjuang untuk posisi podium menjelang akhir balapan.”
Performa Rekan Setim
Rekan setim Veda, Zen Mitani, finis di posisi ke-16. “Dia sangat dekat dengan poin dan terus mendapatkan pengalaman serta kepercayaan diri, terutama dalam kondisi sulit seperti hari ini,” kata Aoyama.
Ia menilai kedua pembalap terus berkembang dan menantikan balapan berikutnya di Circuit de Barcelona-Catalunya, yang akan digelar pada 15-17 Mei.
