Marc Marquez tampaknya masih kesulitan meraih podium di tiga seri awal MotoGP 2026. Meski sebelumnya memiliki performa yang sangat baik, kini ia menghadapi beberapa tantangan yang menghambat prestasinya.
Pada musim lalu, Marc Marquez mampu memenangkan 11 balapan sebelum akhirnya cedera dan harus absen selama lima seri terakhir. Namun pada musim ini, kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih. Selain itu, trauma dari cedera yang pernah dialaminya juga menjadi faktor yang memengaruhi performanya.
Menurut Dani Pedrosa, mantan pembalap MotoGP dan saingan Marquez, hal utama yang memengaruhi Marc adalah kondisi fisiknya. Ia menyatakan bahwa ada hal-hal yang tertanam dalam alam bawah sadar seseorang, seperti trauma. “Kamu tidak bisa menghapusnya sepenuhnya,” ujarnya.
Marquez mengalami cedera serius saat terjatuh di MotoGP Indonesia 2025. Akibatnya, ia harus menjalani istirahat selama sekitar empat bulan. Meskipun belum meraih podium di tiga seri awal, Marquez tetap menunjukkan dominasi di sesi pra-balapan. Pada seri baru di Brasil, ia berhasil memenangi Sprint.
Selain masalah kondisi fisik, Pedrosa juga melihat potensi Aprilia yang semakin kuat. Ia mengungkapkan bahwa Aprilia telah membuat kemajuan pesat dengan peningkatan Marco Bezzecchi dan Jorge Martin. “Kami telah melihat berbagai hal dan kami melihat bahwa motor tersebut telah mengalami peningkatan yang sangat signifikan,” ucap Pedrosa.
Namun, ia tidak tahu secara detail aspek mana dari motor tersebut yang memberikan peningkatan tersebut. Pedrosa juga mengungkapkan bahwa regulasi baru dalam MotoGP membawa ketidakpastian bagi kejuaraan. “Saya pikir regulasi baru ini bisa lebih menyenangkan bagi para pembalap dan juga penggemar,” tambahnya.
Selain itu, Pedrosa menyoroti pentingnya ban dalam menentukan kestabilan pembalap di lintasan. “Banlah yang menentukan potensi motor, dan berdasarkan itu, para insinyur merancang komponen atau ide untuk mempertahankan atau memaksimalkan potensi tersebut,” jelasnya.
Pedrosa juga berharap Pedro Acosta bisa membawa KTM terus bersaing ketat dengan duo Aprilia. “Saya percaya dia akan menjadi salah satu pembalap yang akan secara konsisten berada di depan dalam beberapa tahun mendatang,” tegasnya.
Acosta saat ini menempati peringkat ketiga klasemen dengan 60 poin. Ia terpaut 17 poin dari Martin dan 21 angka dari Bezzecchi. Seri berikutnya di Jerez akan menjadi tantangan bagi pembalap MotoGP yang mayoritas berasal dari Spanyol.
Beberapa faktor seperti kondisi fisik, trauma cedera, serta persaingan dari tim lain seperti Aprilia dan KTM, akan menjadi tantangan besar bagi Marc Marquez dalam memperbaiki posisinya di klasemen. Namun, dengan performa yang terlihat di sesi pra-balapan, ia masih memiliki peluang untuk kembali meraih podium.





