Program Muhammadiyah Senior Care Dilaunching di Yogyakarta
Pada hari Sabtu (31/1/26) pagi, suasana aula TK ABA Kauman, Kemantren Gondomanan, Kota Yogyakarta, terlihat berbeda dari biasanya. Biasanya, ruangan ini penuh dengan tawa dan riuh rendah anak-anak yang sedang bermain. Namun kali ini, aula dipenuhi oleh para warga “senior” yang mengenakan pakaian rapi dan tampak antusias.
Kerudung warna-warni dari para ibu Aisyiyah berpadu dengan kemeja batik bapak-bapak, menciptakan atmosfer hangat di tengah peluncuran program Muhammadiyah Senior Care. Program ini menjadi langkah penting dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Gondomanan dalam merangkul para lansia di wilayahnya.
Yogyakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memang dikenal sebagai daerah dengan angka harapan hidup tertinggi di Indonesia. Namun, tingginya jumlah lansia, terutama di kawasan padat penduduk di Kota Yogyakarta, membawa tantangan tersendiri.
Menurut Ketua PCM Gondomanan, Wikan Eko Pramuji, program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan lansia dari berbagai aspek, termasuk kesehatan, ekonomi, hingga spiritual. Ia menjelaskan bahwa meskipun pemerintah telah memiliki program seperti Posyandu Lansia, Muhammadiyah ingin berperan lebih aktif, terutama dalam hal rohani.
“Posyandu pemerintah sudah menggarap dari balita sampai usia lanjut. Tapi kami ingin berperan lebih aktif lagi, terutama dalam hal yang berkaitan dengan rohani. Bagaimana para lansia ini bisa mengisi hari tua dengan lebih sehat, sejahtera, dan ibadahnya meningkat,” ujar Wikan.
Salah satu intervensi yang dilakukan adalah pembagian telur kepada para peserta, sebagai upaya konkret untuk menambah asupan protein bagi warga lansia. Karakteristik wilayah Gondomanan yang meliputi pemukiman padat di bantaran sungai membuat lansia memerlukan perhatian khusus.
Wikan juga menyampaikan bahwa data secara umum menunjukkan bahwa populasi lansia di kawasan tersebut tergolong tinggi, dan harus disikapi serius. Melihat antusiasme yang ada, PCM Gondomanan tidak ingin kegiatan ini hanya menjadi seremoni sesaat.
“Insyaallah, kalau memungkinkan akan kita rutinkan. Kami bekerja sama dengan Aisyiyah dan amal usaha Muhammadiyah di sekitar sini agar pelayanan ini terus berlanjut,” tambahnya.
Saat matahari mulai meninggi di atas langit Kauman, yang merupakan kampung kelahiran Muhammadiyah, para lansia pun tidak hanya pulang membawa bingkisan telur di tangan. Namun, Muhammadiyah Senior Care turut membekali mereka dengan semangat baru, untuk menjalani masa tua yang lebih bermartabat dan religius.
Tujuan dan Konsep Program Muhammadiyah Senior Care
Program Muhammadiyah Senior Care dirancang untuk memberikan layanan yang komprehensif bagi lansia. Beberapa konsep utama yang diterapkan antara lain:
- Peningkatan Kesehatan: Program ini memberikan layanan kesehatan dasar serta edukasi tentang pola hidup sehat. Hal ini dilakukan melalui konsultasi kesehatan dan pengawasan kondisi kesehatan secara berkala.
- Dukungan Ekonomi: Dengan adanya program ini, lansia diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi yang sesuai dengan kemampuan mereka, seperti kerajinan tangan atau pertanian sederhana.
- Pengembangan Spiritual: Fokus pada aspek spiritual menjadi salah satu ciri khas dari program ini. Para lansia diajak untuk lebih mendalami agama dan meningkatkan kualitas ibadah mereka.
Kolaborasi dengan Aisyiyah dan Amal Usaha Muhammadiyah
Kolaborasi antara PCM Gondomanan dengan PCA Aisyiyah dan amal usaha Muhammadiyah di sekitar sangat penting dalam menjaga kelangsungan program. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan layanan yang diberikan dapat terus berkelanjutan dan makin efektif.
Keberlanjutan Program
Pihak PCM Gondomanan berkomitmen untuk menjadikan program ini sebagai kegiatan rutin. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan Muhammadiyah Senior Care dapat menjadi contoh nyata dalam memberikan perhatian yang layak bagi lansia di wilayah Gondomanan.





