Tiga Golongan Manusia Setelah Ramadan
Setelah bulan Ramadan berlalu, manusia terbagi menjadi tiga kelompok berdasarkan niat dan tindakan mereka. Berikut penjelasannya:
-
Kelompok pertama adalah orang-orang yang setelah Ramadan berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Mereka memiliki akhlak yang lebih baik, ibadah yang lebih taat, amal saleh yang lebih banyak, dan lebih takut berbuat dosa. Salah satu ciri orang yang mendapatkan kemuliaan Lailatul Qadar adalah tetap istiqamah menjaga ketaqwaan dan ketaatannya setelah selesai bulan Ramadan. Mudah-mudahan kita semua termasuk dalam kelompok ini karena inilah ciri orang yang diterima puasanya oleh Allah.
-
Kelompok kedua adalah orang-orang yang sebelum Ramadan suka berbuat dosa, lalai dalam beribadah, dan lebih banyak melakukan perbuatan sia-sia. Namun ketika datang bulan Ramadan, mereka berhenti dari perbuatan dosa, menjauhi maksiat, ikut berpuasa, dan rajin beribadah. Sayangnya, setelah Ramadan berlalu, mereka tidak bisa istiqamah dengan ketaatannya. Mereka kembali seperti semula, lalai, malas beribadah, dan kembali melakukan dosa serta kemaksiatan. Ini adalah kelompok orang-orang yang ketaatannya hanya musiman saja.
-
Kelompok ketiga adalah orang-orang yang sebelum, selama, dan setelah Ramadan sama saja. Mereka tetap lalai, tetap berbuat dosa, tetap sombong dengan kemungkaran, dan tetap larut dalam kemaksiatan. Meskipun bulan Ramadan adalah musim kebaikan dan kesempatan terbaik untuk bertaubat, mereka biarkan berlalu begitu saja. Namun, Allah masih sayang kepada hamba-Nya. Dalam surat Fathir ayat 45, Allah menegaskan bahwa jika Dia menghukum manusia karena dosa yang telah mereka lakukan, maka tidak akan tersisa satupun yang hidup di bumi ini.
Pentingnya Istiqamah dalam Ibadah
Setelah Ramadan, penting bagi kita untuk tetap istiqamah dalam menjaga ketaqwaan dan ketaatan kepada Allah. Bulan Ramadan bukanlah sekadar bulan untuk menumpuk amal, tetapi ia adalah bulan melatih diri untuk beramal dan takut kepada Allah. Rasa takut kepada Allah yang ditanamkan selama Ramadan harus dibawa keluar dan dijaga sampai akhir hayat.
Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk tetap istiqamah, seperti:
- Melanjutkan sholat berjamaah ke masjid
- Menjaga sholat sunnah seperti tarawih dan witir
- Terus membaca Al-Qur’an
- Menjaga kebiasaan sedekah
- Menghindari aib orang lain dan berprasangka buruk
Jika semua ini bisa kita lakukan, insya Allah kita termasuk orang-orang yang berhasil mencapai tujuan dari ibadah puasa yaitu membentuk pribadi yang bertaqwa.
Kesadaran Diri
Kita perlu merenung sejenak, termasuk kelompok yang manakah kita? Kelompok pertama orang-orang yang beruntung, kelompok kedua orang-orang yang merugi, atau kelompok ketiga orang-orang yang celaka?
Berapa lama sudah hidup di dunia ini? Berapa kali sudah kita lalui bulan Ramadan? Apakah Ramadhan yang setiap tahun kita temui membuat diri kita jadi lebih baik, lebih soleh, dan lebih takut kepada Allah? Atau justru sama saja dari tahun ke tahun?
Jika memang ada perubahan lebih baik, maka Alhamdulillah, berusahalah istiqomah. Tapi jika masih sama saja atau bahkan lebih buruk, maka segeralah sadar, perbaiki diri, dan bertaubat kepada Allah sebelum terlambat, selagi kesempatan itu masih ada.




