Presiden Niger Akui Bantuan Militer Rusia dalam Menghadapi Serangan Terorisme
Presiden militer Niger, Jenderal Abdourahamane Tiani, mengakui bahwa pasukannya menerima bantuan dari Rusia dalam upaya mencegah serangan terorisme. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada personel militer dan pertahanan Niger yang tangguh dalam menjaga sektor keamanan.
“Kami mengapresiasi semua personel militer dan pertahanan serta rekan Rusia yang berani mempertahankan sektor keamanan dengan profesional,” ujarnya.
Hingga kini, motif di balik serangan di Bandara Internasional Diori Hamani, Niamey masih belum jelas. Namun, ada dugaan kuat bahwa serangan tersebut dilakukan oleh kelompok teroris.
Niger Menuduh Prancis, Benin, dan Pantai Gading sebagai Dalang Serangan
Pada saat yang sama, junta militer Niger menuduh Prancis, Benin, dan Pantai Gading sebagai dalang di balik serangan di Bandara Internasional Diori Hamani. Mereka diduga telah merekrut tentara bayaran untuk menciptakan instabilitas di wilayah tersebut.
“Kami mengingatkan sekali lagi bahwa dukungan kepada tentara bayaran tersebut adalah Presiden Prancis, Emmanuel Macron, Presiden Benin, Patrice Talon, dan Presiden Pantai Gading, Alassane Ouattara. Kami sudah cukup mendengar mereka bersuara. Sekarang mereka harus siap mendengarkan kami,” ujarnya.
Selama lebih dari dua tahun terakhir, hubungan antara Niger dan Prancis yang sebelumnya dekat kini semakin tegang di bawah pemerintahan junta militer. Selain itu, militer Niger seringkali menuduh Benin berusaha merusak stabilitas negara mereka.
Niger Mengungkap 20 Pelaku Serangan Tewas
Kementerian Pertahanan Niger menyatakan bahwa serangan terjadi selama 30 menit. Mereka menyebutkan bahwa empat personel militer terluka dan 20 pelaku serangan tewas dalam baku tembak. Salah satu pelaku serangan adalah warga Prancis.
Dilansir dari BBC, sudah ada 11 terduga pelaku yang ditangkap dalam serangan di Bandara Diori Hamani ini. Serangan yang terjadi pada Rabu tengah malam hingga Kamis dini hari itu menimbulkan suara dentuman keras dari alat peledak dan baku tembak.
Insiden serangan ini membuat beberapa penerbangan di Niamey terpaksa dialihkan ke bandara lain. Hingga kini, sejumlah personel militer ditugaskan menjaga ketat area sekitar bandara.
Bandara Niamey Dikenal Sebagai Pusat Strategis
Bandara Diori Hamani dikenal sebagai salah satu pangkalan Angkatan Udara (AU) strategis. Selain itu, bandara ini juga menjadi pusat militer gabungan yang didirikan oleh Niger, Burkina Faso, dan Mali untuk melawan kelompok jihadis.
Tidak hanya menjadi pusat pangkalan AU Niger, pangkalan ini juga berfungsi sebagai pangkalan drone. Bandara ini juga berperan sebagai pusat logistik di Niger untuk mengirimkan sumber daya unggulannya, yakni uranium.
Namun, sejak November pengiriman uranium dalam jumlah besar dari Niger tersendat akibat keputusan junta militer. Pekan lalu, perusahaan Prancis, Orano, juga mengajukan gugatan hukum kepada Niger karena menahan pasokan uranium untuk diekspor.





