Kematian Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, tewas setelah menjadi korban penikaman di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Minggu (19/4/2026). Peristiwa ini terjadi setelah korban mendarat dari Jakarta dan berjalan menuju pintu keluar bandara untuk menemui keluarga yang telah menunggu.
Tanpa diduga, korban langsung didatangi seorang laki-laki yang mengenakan jaket merah dan masker. Laki-laki tersebut langsung melakukan penganiayaan terhadap korban. Nus Kei sempat dibawa ke rumah sakit oleh keluarga, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka yang dialami. Korban mengalami empat luka tusuk di bagian dada, leher, dan punggung.
Pihak kepolisian kini tengah mendalami motif dugaan pembunuhan terhadap Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Nus Kei.
Latar Belakang Nus Kei
Agrapinus Rumatora alias Nus Kei adalah Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara. Sebelum insiden ini terjadi, Nus Kei sempat nyaris dibunuh oleh keponakannya sendiri, John Kei, beberapa tahun lalu. Rumahnya di Cluster Australia Green Lake City, Cipondoh, Tangerang, diserang oleh segerombolan orang dari kelompok John Kei.
Akibat penyerangan oleh kelompok John Kei terhadap rumah Nus Kei, satu orang tewas setelah dibacok. Korban tewas adalah Yustus Corwing Rahakbau. Polisi kemudian meringkus 30 orang pelaku penyerangan dan mereka ditetapkan sebagai tersangka. John Kei juga menjadi tersangka setelah polisi mengantongi bukti bahwa ada perintah dari John Kei untuk membunuh Nus Kei.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana, mengatakan bahwa keributan ini dipicu akibat John Kei yang tidak puas dengan hasil pembagian penjualan tanah. Nana juga mengatakan bahwa John Kei dan Nus Kei saling bersaudara atau satu keluarga. Bahkan, dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi, Nus Kei menyebutkan bahwa hubungannya dengan John Kei adalah paman dan keponakan.
Kasus Blowfish
Nama Agrapinus Rumatora atau Nus Kei ini sudah beberapa kali terdengar dalam beberapa kasus yang melibatkan kelompok John Kei. Salah satunya adalah kasus Blowfish di mana kelompok John Kei menjadi korban. Dalam kasus blowfish, dua anggota kelompok John Kei, yaitu M.Soleh dan Yoppie, tewas.
Dalam sebuah artikel berjudul “DARI BLOWFISH KE AMPERA” menulis detail pertikaian ini, tampak nama Agrapinus Rumatora alias Nus Kei diceritakan menjadi bagian dari kelompok John Kei dalam peristiwa blowfish pada tahun 2010. Dalam tulisan itu, Nus Kei diceritakan menjadi korban pemukulan di dalam sebuah tempat hiburan bernama blowfish.
Nus Kei dituliskan datang ke Blowfish setelah satu hari sebelumnya terjadi keributan di lokasi itu. Setelah Nus Kei datang ke Blowfish, dia justru menjadi korban pemukulan oleh beberapa orang. Nus Kei dipukuli setelah sebelumnya sempat bertemu kepala security blowfish bernama Roy. Aksi pemukulan terhadap Agrapinus Rumatora alias Nus Kei itu kemudian berkembang menjadi keributan yang akhirnya menewaskan dua anggota kelompok John Kei.
Keseharian Nus Kei di Tempat Tinggalnya
Nus Kei saat ini tengah menjadi soroton publik. Eduar, Ketua RW Cluster Australia, Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang, mengatakan bahwa Nus Kei tinggal di sana sekitar 2 tahunan. Rumah Nus Kei porak-poranda setelah penyerangan oleh kelompok John Kei. Bahkan kendaraannya juga mengalami kerusakan.
Sehari-harinya, Nus Kei biasa saja seperti yang lainnya. Kini kediaman Nus Kei diberi garis polisi. Tetangganya menyebutkan bahwa Nus Kei beserta keluarga tak terlihat di rumahnya sejak kemarin, Senin (22/6/2020). “Dari kemarin enggak ada di rumah, enggak tahu ke mana,” kata tetangganya yang bermukim di Cluster Australia.
Dia menjelaskan bahwa setiap hari rumah Nus Kei selalu ramai dikunjungi teman-temannya. Bahkan sampai larut malam. “Rumahnya ramai sampai malam pada nyanyi-nyanyi,” kata tetangganya tersebut.
Isman, petugas keamanan di Klaster Australia, mengatakan bahwa Nus Kei dikenal sebagai pria dermawan dan baik hati. Rumah Nus Kei pun kerap didatangi tamu. “Dia (Nus Kei) di sini selalu bantu-bantu masyarakat,” ujar Isman saat dijumpai WartaKotalive.com di Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang, Senin (22/6/2020). “Bulan puasa kemarin sering banget Nus Kei bagi- bagi sembako,” ucapnya.
Pendapat senada dikatakan oleh Danil, pengendara ojek online yang kerap kali mangkal di Green Lake City. Danil mengatakan, dia dan rekan-rekan pengendara ojek online sangat terbantu atas kedermawanan Nus Kei. “Kemarin-kemarin ojol ramai banget ngantre dapat sembako dari dia. Sampai ke jalan-jalan bagi-bagi sembakonya,” kata Danil.
Penyerangan di Green Lake City
Seperti diberitakan sebelumnya, Klaster Australia, Green Lake City, dijaga ketat petugas pascameletusnya keributan, Minggu (21/6/2020). Kelompok John Kei melakukan penyerangan secara membabi buta di salah satu rumah di Klaster Australia. Mereka menyantroni kediaman Nus Kei.
Pasca-keributan tersebut, pintu gerbang komplek perumahan tersebut dijaga sejumlah petugas. Setiap orang yang masuk harus melewati tahapan ketat. Mulai dari tujuan, menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) hingga pengecekan suhu tubuh.
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan bahwa aksi penganiayaan di Cengkareng dan penyerangan rumah di Tangerang oleh kelompok John Kei, Minggu (22/6/2020) sebagai aksi brutal premanisme. Dalam penyelidikan, kata Nana, petugas meringkus 30 orang yang terlibat dalam dua aksi itu termasuk John Kei dari markas mereka di Perumahan Tytyan Indah, Bekasi, Minggu malam.
“Pada Minggu kemarin di saat mulai kita buka Car Free Day, kita dikejutkan dengan aksi yang bisa dikatakan aksi brutal premanisme di wilayah Jakarta Barat dan Tangerang dari kelompok yang selama ini dikenal kelompok John Kei,” kata Nana di Mapolda Metro Jaya, Senin (22/6/2020).
Aksi brutal tersebut sudah direncanakan kelompok Joh Kei yang menyebabkan orang lain kehilangan nyawa di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Kelompok John Kei, kata Nana, melakukan aksi kekerasan secara bersama-sama dan terang-terangan terhadap orang lain di Cengkareng.
Aksi itu terjadi Minggu (21/6/2020) pukul 11.30 WIB dan terjadi penganiayaan yang dilakukan oleh kelompok John Kei. “Pelaku berjumlah 5 sampai 7 orang terhadap kelompok Nus Kei dan terjadi di wilayah Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Ini menyebabkan 1 orang meninggal dunia yaitu atas nama ER,” kata Nana.
Korban tewas setelah mengalami luka bacok di beberapa bagian tubuh. “Dan 1 orang lagi mengalami luka yakni 4 jari tangannya putus karena bacokan atas nama AR,” ujarnya. Kemudian, pada hari yang sama, aksi kekerasan yang dilakukan kelompok John Kei terjadi lagi pada pukul 12.25 WIB. Sekitar 15 orang dengan menggunakan 4 unit kendaraan roda empat mendatangi rumah klaster Australia, Perumahan Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang.
“Ke-15 orang ini juga diduga dari kelompok John Kei mendatangi rumah tersebut di Perumahan Green Lake, klaster Australia Australia di Jalan Boulevard Cipondoh, Tangerang Kota. Mereka datang ke sana kemudian mencari seseorang,” ujar Nana.
Seseorang yang dicari kelompok John Kei adalah Nus Kei. “Rumah tersebut memang merupakan rumah yang bersangkutan (Nus Kei), tapi ia tidak ada. Yang ada istri dan anak-anaknya.” “Tetapi istri dan anaknya kemudian berusaha untuk meninggalkan tempat dan terjadilah pengrusakan rumah tersebut, mulai dari pintu, kemudian ruang tamu dan kamar yang dirusak oleh kelompok tersebut,” kata Nana Sudjana.
