Isu Penjualan Rumah yang Berkaitan dengan Anak-Anak

Beberapa waktu lalu, isu tentang rencana penjualan rumah yang berkaitan dengan anak-anak menjadi perhatian publik. Informasi ini pertama kali muncul dari mantan istri Okin, yaitu Rachel Vennya. Ia mengungkapkan berbagai perasaan dan unek-unek yang selama ini ia pendam terkait hubungan pasca perceraian mereka.

Konflik antara keduanya memang tidak jarang terjadi meskipun telah berpisah sejak beberapa tahun lalu. Rachel menyampaikan bahwa masalah ini bukan hanya sekadar soal aset, tetapi lebih menyangkut tanggung jawab sebagai orang tua. Dalam unggahan Instagramnya, ia menulis:

“Sbnrnya capek bgt drama di sosmed, ya Allah. Bener2 capek. Tp klo ga diomongin dan diceritain makin keterlaluan.”

Rachel merasa telah berjuang sendiri dalam memenuhi kebutuhan kedua anak mereka. Mulai dari pendidikan, aktivitas harian, hingga kebutuhan lainnya, semuanya ia tanggung tanpa bantuan. Sementara itu, ia menilai Okin tidak menjalankan kewajibannya dalam memberikan nafkah setelah perceraian.

Ia juga mengungkapkan bahwa sejak awal perceraian, salah satu rumah diberikan kepada Okin. Namun sebagai ayah, ia memiliki kewajiban untuk memberikan nafkah bagi kedua anak mereka. Menurut Rachel, Okin tidak memenuhi kewajiban tersebut.

“Win win solution dia yg kasih itu rumah biar dia ga nafkahin anak2 lg, pas dateng kerumah, udah bobrok pas dia pake, akhirnya kita renov buat adek2..”

Namun kini, rumah tersebut akan dijual oleh Okin, padahal sedang ditempati oleh adik-adik Rachel. Ia merasa kewalahan karena tidak tahu harus bagaimana.

“trs skrg krn ga ada hitam diatas putih mau dia jual notabene adek2 masi tinggal disana, tanpa ba bi bu langsung ada org yg mau ngukur dan mau jual rumahnya yg adek2 gue ga tau harus giman. Yaudah ambil tuh rumah. Org yg gue fikir bakal jadi sahabat gue turn into nightmare :)”

Rachel merasa lebih baik jika dari awal rumah itu tidak diberikan kepada anak-anaknya. Ia mengatakan bahwa dirinya sudah berusaha membantu Okin, tetapi kini malah merasa kerepotan sendiri.

“Mungkin dia lupa siapa yg bantu dia pas karakter dia dibunuh orang2 lain, siapa yg bantu dia. Bukannya dulu kita saling membantu ya? What happened to you? Memori baik ilang smua.”

Klarifikasi dari Okin

Menanggapi hal tersebut, Okin membuat klarifikasi di saluran Instagramnya. Ia menyatakan bahwa karakternya telah dibunuh di depan publik tanpa mereka mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Ia meminta ruang dan waktu untuk menjelaskan situasi dari sudut pandangnya.

Klarifikasi ini mendapat banyak respons dari publik. Banyak netizen memberikan emoji seperti mual, muntah, hingga tertawa sambil menangis.

Keluarga Okin Ikut Berbicara

Selain itu, ibunda Okin juga ikut buka suara melalui media sosial TikTok. Ia menanggapi komentar netizen yang mendoakan dirinya. Menurut dia, huru hara di media sosial sama saja seperti membunuh dirinya secara perlahan.

“aamiin..makasih utk supportnya sayang. mmg ini yg mami butuhkan. makin hari makin rame ga karuan. buat yg penyakit spt mami ini sama dg membunuh mami secara perlahan.”

Peristiwa ini menunjukkan betapa kompleksnya hubungan antara Rachel dan Okin, serta dampaknya terhadap keluarga dan lingkungan sekitar. Masing-masing pihak memiliki sudut pandang dan pengalaman yang berbeda, sehingga sulit untuk menentukan siapa yang benar atau salah.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version