Perusahaan Ormat Technologies Dituduh sebagai Perusahaan Asal Israel
Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, menegaskan bahwa perusahaan energi panas bumi Ormat Technologies tetap merupakan perusahaan asal Israel meskipun terdaftar di bursa saham Amerika Serikat. Pernyataan ini muncul dalam diskusi bertajuk “Ketika Solidaritas Diuji: Board of Peace, Investasi Global, dan Konsistensi Sikap Indonesia terhadap Palestina” yang digelar secara daring.
Bhima menjelaskan bahwa Ormat Technologies berdiri di Yavne dan tercatat di Bursa Efek Tel Aviv. Meskipun telah terdaftar di New York Stock Exchange sejak 2004, hal tersebut tidak mengubah identitas perusahaan tersebut. Ia membandingkan dengan Telkom Indonesia yang juga terdaftar di New York, namun tetap menjadi milik Indonesia.
Penolakan Masyarakat Adat Terhadap Proyek Ormat
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM telah menetapkan PT Ormat Geothermal Indonesia sebagai pemenang lelang Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Ranu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 8.K/EK.04/MEM.E/2026 tanggal 8 Januari 2026, serta diumumkan melalui surat Nomor 5.Pm/EK.04/DJE.P/2026 tertanggal 12 Januari 2026.
Namun, penolakan terhadap proyek tersebut datang dari masyarakat adat Wayoli. Pada Oktober 2025, mereka secara resmi menyatakan penolakan karena proses konsultasi dinilai tidak inklusif. Bhima menyoroti pentingnya prinsip Free Prior and Informed Consent (FPIC), yakni persetujuan masyarakat yang diberikan secara bebas, didahului, dan berdasarkan informasi yang memadai.
Kritik terhadap Energi Panas Bumi
Bhima turut mengkritik narasi yang menyebut energi panas bumi sebagai energi terbarukan dan bersih. Menurutnya, secara substansi geotermal tetap masuk dalam kategori energi ekstraktif karena melibatkan aktivitas penambangan. Ia menilai arah pengembangan teknologi tersebut keliru jika tidak mempertimbangkan aspek lingkungan dan sosial secara menyeluruh.
CELIOS juga menemukan adanya paradoks antara gerakan boikot produk Israel dengan realitas perdagangan Indonesia. Meskipun kampanye BDS semakin menguat, ekspor Israel ke Indonesia justru mengalami peningkatan. Data menunjukkan bahwa pada 2024, ekspor Israel ke Indonesia naik sekitar 10,4 persen.
Advokasi dan Tekanan kepada Investor Global
Atas kondisi tersebut, CELIOS mendorong langkah advokasi, termasuk melalui tekanan kepada investor global dengan mekanisme shareholder activism. Bhima juga mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas terhadap proyek tersebut. Ia menegaskan bahwa karena Ormat tercatat di New York Stock Exchange, investor bisa mengajukan resolusi karena ada risiko reputasi dan geopolitik.
“Yang paling dekat di Indonesia adalah segera membatalkan investasi PT Ormat,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa proyek Ormat tersebar di berbagai wilayah di Indonesia seperti Sumatra Utara, Jawa Timur, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Maluku hingga Jawa Barat, dengan sejumlah proyek masih berada pada tahap eksplorasi.
Momentum untuk Memperkuat Gerakan Penolakan
Menurut Bhima, kondisi ini menjadi momentum untuk memperkuat gerakan penolakan. “Selama masih tahap eksplorasi, ini momentum untuk kampanye besar-besaran menolak geotermal PT Ormat,” ujarnya. Ia menilai bahwa kekuatan gerakan akan semakin besar jika isu solidaritas Palestina, lingkungan, dan kebijakan ekonomi disatukan.
Peran Gerakan BDS dalam Konteks Global
Gerakan BDS (Boikot, Divestasi, dan Sanksi) merupakan kampanye global non-kekerasan yang dimulai pada 2005 oleh aktivis Palestina untuk menekan Israel melalui boikot produk, penarikan investasi, serta sanksi internasional. Bhima menilai bahwa isu-isu yang terkait dengan gerakan ini dapat menjadi dasar untuk membangun kesadaran publik tentang dampak proyek Ormat terhadap masyarakat dan lingkungan.
Dalam konteks yang lebih luas, Bhima menekankan bahwa pentingnya konsistensi sikap Indonesia terhadap isu-isu global seperti Palestina, lingkungan, dan kebijakan ekonomi. Ia menilai bahwa keberlanjutan suatu proyek harus diukur bukan hanya dari segi ekonomi, tetapi juga dari aspek sosial dan lingkungan.
