Peran P2G dalam Pengangkatan Guru PPPK

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menyambut baik kebijakan yang memberikan kesempatan bagi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Selain itu, pengangkatan guru PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu juga dianggap sebagai bagian dari perbaikan tata kelola guru.

Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim menilai bahwa upaya yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementerian Keuangan, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri bersama DPR merupakan hadiah bagi guru dalam memperingati ulang tahun kemerdekaan Indonesia.

“Ini adalah upaya nyata mengurai satu persatu benang kusut tata kelola guru yang dialami Indonesia sejak era sebelumnya,” ujar Satriwan dalam keterangannya, Jumat (21/8).

Ia mengapresiasi langkah pemerintah bersama DPR, terutama Komisi X, Komisi II, Komisi VIII, Badan Anggaran (Banggar), serta pihak terkait lainnya yang berupaya mencari solusi terhadap persoalan status dan kesejahteraan guru. Ia juga melihat adanya upaya serius yang didorong oleh Pak Dasco sebagai pimpinan DPR untuk mengonsolidasikan dan harmonisasi lintas kementerian.

Empat Alasan P2G Mendukung

P2G menyebut setidaknya empat alasan utama di balik dukungannya terhadap rencana pengangkatan guru PPPK tersebut:

  1. Tata Kelola Guru yang Masih Memiliki Masalah
    Menurut Satriwan, tata kelola guru nasional masih menghadapi persoalan kompleks yang mencakup kesejahteraan, kompetensi, rekrutmen, distribusi, hingga perlindungan. Rencana kebijakan pengangkatan ini akan mengurai tiga aspek: rekrutmen, distribusi, dan kesejahteraan. Mengangkat guru PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu akan meningkatkan kesejahteraan, apalagi menjadi PNS.

  2. Kekurangan Guru PNS di Sekolah Negeri
    P2G menyoroti kekurangan guru PNS di sekolah negeri yang hingga pertengahan 2026 disebut mencapai 464 ribu orang. Bahkan, terdapat lebih dari 250 ribu kelas yang disebut belum memiliki guru. Satriwan menilai kondisi tersebut merupakan dampak dari tidak dibukanya rekrutmen guru PNS selama sekitar tujuh tahun.

  3. Komposisi Status Guru yang Belum Ideal
    P2G menilai komposisi status guru saat ini belum ideal. Organisasi tersebut mencatat terdapat sekitar 857 ribu guru PNS, 900 ribu PPPK Penuh Waktu, 200 ribu PPPK Paruh Waktu, dan 170 ribu guru honorer. Idealnya profesi guru itu adalah berstatus PNS, tidak berkasta-kasta demikian, mengingat jaminan kesejahteraan dan perlindungan sampai pensiun.

  4. Rendahnya Penghasilan Guru PPPK Paruh Waktu dan Honorer
    Satriwan menyebut masih terdapat guru yang memperoleh penghasilan sekitar Rp 500 ribu, Rp 300 ribu, Rp 250 ribu, Rp 135 ribu, bahkan Rp 50 ribu per bulan.

Rekomendasi P2G untuk Pengangkatan Guru

Selain mendukung rencana pemerintah, P2G menyampaikan sejumlah rekomendasi mengenai mekanisme pengangkatan guru:

  1. Pengangkatan Otomatis Guru PPPK Paruh Waktu
    Pemerintah dan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) didesak mengangkat sekitar 200 ribu guru PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu secara otomatis. Kabid Advokasi P2G, Iman Zanatul Haeri, mengusulkan kontrak tersebut berlaku hingga usia pensiun 60 tahun tanpa perlu melalui tes ulang.

  2. Pengangkatan Guru PPPK Penuh Waktu Menjadi PNS
    P2G mengusulkan guru PPPK Penuh Waktu dapat diangkat menjadi PNS secara otomatis. Menurut Iman, banyak guru PPPK Penuh Waktu telah memiliki pengalaman mengajar selama belasan hingga puluhan tahun.

  3. Kebijakan Afirmasi untuk Guru PPPK Penuh Waktu
    P2G meminta adanya kebijakan afirmasi bagi guru PPPK Penuh Waktu yang berusia di atas 35 tahun, terutama mereka yang telah berusia lebih dari 50 tahun. Masa kerja dan kepemilikan sertifikat pendidik juga dinilai perlu dipertimbangkan dalam proses seleksi.

  4. Validitas Pendataan Guru
    P2G menekankan pentingnya validitas pendataan guru yang akan diangkat. Data harus dipastikan akurat, objektif, dan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan pemerintah. “Jangan sampai ada guru ‘siluman’, titipan, yang namanya tiba-tiba muncul masuk ketegori untuk ikut,” pungkasnya.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version