Ketersediaan BBM di Indonesia Aman, Masyarakat Diminta Tidak Panik
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia saat ini masih berada di atas batas aman standar nasional. Hal ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan energi yang cukup bagi masyarakat.
Suplai BBM dari dalam dan luar negeri terus berjalan lancar. Untuk menghindari kepanikan, Bahlil meminta masyarakat tidak melakukan panic buying. Fenomena antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) disebabkan oleh kekhawatiran dampak perang di Timur Tengah.
Bahlil menjelaskan bahwa impor bensin dilakukan dari Malaysia dan Singapura, bukan dari wilayah Timur Tengah, Amerika Serikat, maupun Afrika. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan BBM.
“Jadi enggak perlu ada panik, enggak perlu. Suplai lancar,” kata Bahlil di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat (6/3/2026).
Kapasitas Penyimpanan Minyak Nasional
Menurut Bahlil, kapasitas tempat penyimpanan (storage) minyak Indonesia hanya mampu menampung pasokan selama 25 hari. Saat ini, realisasi stok yang tersedia berada di angka 23 hari, masih di atas batas aman standar nasional.
“Nah, standar minimal ketersediaan kita itu untuk standar nasional minimal harus di atas 20 hari. Sekarang minyak kita 23 hari. Jadi itu artinya bahwa standar kepemilikan kita, minyak kita itu aman,” tegasnya.
Kondisi Per Jenis Bahan Bakar
Untuk solar, Bahlil memastikan produksi dalam negeri sudah mampu memenuhi kebutuhan secara penuh. Produksi tersebut berjalan terus-menerus sehingga stok tidak hanya bergantung pada cadangan 20 hari, melainkan disuplai secara kontinyu.
Sementara itu, untuk bensin, Bahlil menegaskan bahwa impor tidak dilakukan dari Timur Tengah, Amerika Serikat, maupun Afrika. Impor bensin dilakukan dari Singapura dan Malaysia, serta sebagian besar diproduksi sendiri di kilang dalam negeri.
Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, juga memastikan pasokan BBM nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan terkendali. Menurut dia, pasokan operasional yang dimaksud Menteri ESDM sebelumnya merupakan pasokan BBM yang disimpan dan sudah memenuhi kapasitas penimbunan BBM secara nasional yang akan disalurkan kepada masyarakat.
Meski demikian, jumlah pasokan tersebut bersifat dinamis dan terus diperbarui atau dipenuhi kembali sesuai dengan kebutuhan konsumsi energi masyarakat.
“Stok sekitar 21 hari yang dikelola Pertamina Patra Niaga merupakan stok BBM yang secara normal selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional,” kata Roberth dalam keterangan resminya, Jumat (6/3/2026).
Langkah Mitigasi Pertamina
Pertamina Patra Niaga memiliki sistem pengelolaan rantai pasok energi yang terintegrasi, mulai dari pengadaan minyak mentah dan produk BBM, pengolahan di kilang, transportasi, hingga distribusi ke berbagai wilayah Indonesia. Sistem ini memastikan ketersediaan energi tetap terjaga dan dapat diakses masyarakat secara merata.
Menanggapi dinamika geopolitik global, termasuk perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah, Pertamina Patra Niaga juga telah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan pasokan energi nasional.
“Pertamina Patra Niaga terus memantau perkembangan situasi global dan telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, antara lain melalui diversifikasi sumber pasokan minyak mentah dan produk BBM, penguatan ketahanan logistik dan distribusi, optimalisasi operasi kilang dalam negeri, serta peningkatan koordinasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan,” jelas Roberth.
Panic Buying di Bangka Belitung
Panic buying BBM juga terjadi di beberapa daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di antaranya Kota Pangkalpinang dan Sungailiat Kabupaten Bangka dalam dua hari ini. Namun, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menegaskan ketersediaan BBM dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), termasuk Bangka Belitung, tetap terjaga selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri 2026.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa distribusi dari terminal hingga ke pangkalan resmi berjalan tanpa kendala.
“Kami terus memastikan ketersediaan BBM dan LPG di wilayah Sumatera Bagian Selatan. Distribusi dari terminal hingga ke SPBU dan pangkalan resmi berjalan lancar, dan kami melakukan monitoring secara intensif untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” kata Rusminto kepada Infomalangraya.net, Jumat (6/3/2026).
Antrean di SPBU dan Reaksi Masyarakat
Berdasarkan pantauan tim Infomalangraya.net di lapangan pada Jumat siang, terdapat perbedaan situasi yang cukup signifikan di dua wilayah utama Pulau Bangka.
Antrean di SPBU Parit Padang, Sungailiat, terpantau mulai melandai pasca-sholat Jumat. Jika sehari sebelumnya antrean mengular hingga 1 kilometer ke jalan raya, kini barisan kendaraan motor dan mobil tertata lebih rapi di dalam area gerbang.
Rafi, warga Sungailiat, mengaku sempat terkejut dengan keramaian di SPBU namun akhirnya sadar bahwa stok sebenarnya tersedia.
“Awalnya lumayan panik, karena ampere itu udah merah, jadi habis Jumatan tadi langsung kesini. Tapi sebenarnya memang enggak langka, itu mobil tankinya ada terus ngisi,” kata Rafi.
Berbeda dengan Sungailiat, beberapa SPBU di Pangkalpinang diserbu warga. Antrean sepeda motor diperkirakan mencapai 100 meter dengan waktu tunggu mencapai satu jam. Fenomena ini diduga dipicu oleh kekhawatiran masyarakat terhadap isu konflik Timur Tengah dan ketahanan energi nasional.
Aldi, seorang pengemudi ojek online, mengeluhkan dampak antrean ini terhadap pendapatannya.
“Setelah ada pernyataan soal stok BBM hanya cukup sekitar 20 hari, banyak orang jadi panik. Takutnya nanti ada orang yang menimbun BBM untuk dijual kembali dengan harga lebih mahal,” tutur Aldi.
Dodi, seorang pekerja di Pelabuhan Pangkalbalam, juga mengonfirmasi bahwa pasokan dari pusat sebenarnya lancar.
“Kalau dari kerjaan saya di pelabuhan, mobil tangki minyak dari Pertamina masih mondar-mandir. Jadi sebenarnya minyak tidak sulit. Harusnya yang ngerit itu dihentikan dulu sementara,” tegas Dodi.





