Federasi Futsal Indonesia (FFI) dan pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, sama-sama tidak menetapkan target spesifik untuk tim nasional dalam gelaran Piala Asia Futsal 2026 yang akan segera berlangsung di Indonesia. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan untuk menghindari tekanan berlebih terhadap para pemain yang akan berlaga di turnamen bergengsi tersebut.
Timnas Futsal Indonesia akan tampil sebagai tuan rumah dalam ajang Piala Asia Futsal 2026 yang tinggal menghitung hari, sehingga secara otomatis akan mendapat dukungan langsung dari ribuan suporter tanah air. Hal ini tentu menjadi dorongan tersendiri bagi para pemain, namun FFI memilih untuk fokus pada persiapan maksimal daripada menetapkan target tertentu yang bisa memberikan beban mental.
Ketua Umum FFI, Michael Victor Sianipar, menjelaskan bahwa pihaknya lebih fokus pada persiapan maksimal tim daripada memasang target tertentu yang berpotensi memberikan beban mental kepada para pemain. Strategi ini sebenarnya bukan pertama kali diterapkan oleh FFI, karena sebelumnya mereka juga tidak memasang target pakem untuk penggawa futsal Indonesia di ajang SEA Games 2025.
Menariknya, pendekatan tanpa target spesifik tersebut justru membuahkan hasil gemilang dengan Timnas Futsal Indonesia berhasil menyabet medali emas SEA Games 2025, mengakhiri dominasi Thailand yang telah berlangsung sejak tahun 2007. Prestasi ini sangat membanggakan mengingat Tim Futsal Thailand secara data berada di atas Indonesia dari segi peringkat FIFA dunia dan memiliki catatan mentereng dengan selalu menjadi juara di cabang olahraga futsal SEA Games selama hampir dua dekade.
Keberhasilan memutus dominasi Thailand tersebut bahkan lebih istimewa karena SEA Games 2025 berlangsung di negara Gajah Perang itu sendiri, dengan Timnas Futsal Indonesia mampu menjadi juara di hadapan tuan rumah. Michael Sianipar menjelaskan bahwa keputusan untuk tidak memasang target merupakan hasil diskusi intensif dengan pelatih kepala Hector Souto, di mana keduanya sepakat bahwa persiapan matang jauh lebih penting daripada target yang bisa membebani tim.
Pendekatan yang sama akan diterapkan untuk Piala Asia Futsal 2026, dengan fokus utama pada persiapan komprehensif yang telah dimulai jauh sebelum turnamen. Sianipar menegaskan bahwa persiapan Timnas Futsal Indonesia untuk Piala Asia tidak hanya dilakukan dalam hitungan hari, minggu, atau bulan belakangan, tetapi merupakan rangkaian panjang yang mencakup berbagai turnamen dan uji coba sebelumnya.
“Dan bicara Timnas Indonesia sendiri, kami sudah dua kali uji coba, kami juga sudah terus latihan selama ini, dan sekali lagi, persiapan timnas itu bukan hanya di TC ini saja, tapi kami melihat satu tahun terakhir sudah bagian dari rangkaian persiapan menuju Piala Asia,” ungkap Michael saat ditemui awak media termasuk Infomalangraya.net di Wasabae, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Minggu (25/1/2026).
“Baik itu Four Nations, baik itu kemarin di SEA Games, itu adalah rangkaian persiapan kita menuju Piala Asia, jadi kami optimis bahwa Timnas Futsal Indonesia akan memberikan yang terbaik di Piala Asia ini.”
“Tahu acara sudah akan dimulai, saya juga dengan Coach Hector sudah diskusi. Kami berdua sepakat tidak banyak bicara soal target, kami bicara soal persiapan, sudah kita berikan persiapan yang sebaik mungkin yang bisa kita lakukan dengan keterbatasan yang kita punya,” jelas Michael tentang filosofi yang dianut FFI dan pelatih kepala.
Meski tidak memasang target spesifik, Sianipar tetap memiliki harapan agar Timnas Futsal Indonesia mampu mencapai hasil maksimal, terutama karena turnamen berlangsung di hadapan publik sendiri. Politisi Partai Perindo ini menyatakan harapannya agar Mochammad Iqbal dan rekan-rekan bisa mencapai titik tertinggi sebagai tuan rumah, namun tetap menegaskan pentingnya tidak memberikan tekanan berlebih kepada para pemain.
Sianipar juga mengapresiasi semangat tinggi yang ditunjukkan oleh pelatih kepala dan para pemain dalam mempersiapkan diri menghadapi Piala Asia Futsal 2026. Ketua Umum FFI ini mengungkapkan bahwa dirinya telah beberapa kali mengunjungi pusat pelatihan (training camp) timnas dan melihat skema permainan yang dipersiapkan jauh lebih matang dibandingkan sebelumnya.
“Tapi saya juga tidak ingin memberikan pressure atau ekspektasi yang berlebih. Kita yakin bahwa timnas sudah dipersiapkan dengan baik, pelatih kepala dan juga para pemain semua punya semangat yang tinggi,” ucap Sianipar.
“Saya sudah datang ke TC-nya beberapa kali, saya juga sudah melihat skema yang dipersiapkan juga jauh lebih matang. Jadi saya yakin bahwa kita bisa memberikan hasil yang baik di pertandingan-pertandingan nanti,” tukasnya.





