Persebaya Kembali Tersandung, Madura United Keluar dari Zona Degradasi
Persebaya Surabaya kembali menelan kekalahan dalam pertandingan Liga 1 yang dihelat di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat (17/4/2026) malam. Tim asuhan Bernardo Tavares ini kalah 1-2 dari Madura United, yang membuat mereka tertahan di posisi keenam klasemen sementara dengan 42 poin dari 28 pertandingan.
Kekalahan ini memperparah tren negatif Persebaya setelah sebelumnya kalah dari Persija Jakarta dengan skor 0-3. Performa tim yang terus menurun menjadi perhatian serius, meskipun dukungan penuh dari Bonek di GBT tidak cukup untuk mengangkat performa mereka.
Klasemen dan Statistik Pertandingan
Dalam klasemen sementara, Persebaya masih berada di posisi keenam dengan catatan 11 kemenangan, 9 hasil imbang, dan 8 kekalahan. Mereka mencetak 39 gol dan kebobolan 35 gol selama musim ini. Di atas Persebaya, Persib Bandung tetap kokoh di puncak klasemen dengan 64 poin, disusul Borneo FC dengan 60 poin dan Persija Jakarta di posisi ketiga dengan 55 poin.
Sementara itu, Madura United berhasil keluar dari zona degradasi setelah meraih kemenangan penting ini. Mereka naik ke posisi 14 dengan 26 poin dari 28 pertandingan, unggul tipis dari Persijap yang mengoleksi 25 poin.
Pertandingan melawan Persebaya menunjukkan dominasi Persebaya dengan 71 persen penguasaan bola. Namun, efektivitas serangan jauh lebih rendah dibandingkan lawannya. Persebaya mencatat 23 tendangan dengan 6 di antaranya mengarah ke gawang dan 10 peluang emas, tetapi hanya mampu mencetak satu gol melalui Riyan Ardiyansyah di menit 82.
Di sisi lain, Madura United justru lebih efektif. Dengan hanya 5 tendangan, 3 di antaranya mengarah ke gawang, mereka berhasil mencetak dua gol melalui Lulinha di menit 12 dan Requelme di menit 64. Efisiensi ini menjadi kunci utama dalam kemenangan mereka.
Pernyataan Pelatih Seusai Laga
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menyebut kekalahan ini terjadi karena buruknya akurasi finishing. “Kami menciptakan banyak peluang, tapi ada masalah di akurasi. Kami menciptakan dinamika yang bagus, tetapi sayangnya kurang beruntung karena tembakan diblokir atau keluar,” ujarnya.
Tavares juga menyampaikan kekecewaan terhadap beberapa keputusan wasit, termasuk pelanggaran pada Bruno Paraiba di kotak penalti Madura United. Ia menegaskan bahwa pemain bekerja keras, tetapi sepak bola memberi kesempatan untuk memperbaiki pertandingan berikutnya.
Sementara itu, pelatih karteker Madura United, Rakhmat Basuki, menjelaskan bahwa kunci kemenangan tim adalah pertahanan solid dan transisi cepat. “Bagi saya, sepak bola itu tentang pertahanan. Kami harus kuat saat defense dan manfaatkan transisi dengan baik,” katanya.
Basuki menekankan bahwa skema serangan balik menjadi senjata utama Madura United. “Dua pertandingan, lawan Persik dan Persebaya, mereka berhasil menerapkan itu dengan baik. Saya apresiasi dan memuji pertahanan kami malam ini,” tambahnya.
Komentar Pemain
Pemain Madura United, Pedro Monteiro, menyampaikan rasa bahagia atas kemenangan ini. “Kita tahu pertandingan ini sulit karena bermain melawan tim yang sangat kuat di kandang. Tapi yang paling penting, kami menunjukkan kemampuan, berjuang sampai akhir,” katanya.
Monteiro menegaskan bahwa kebersamaan tim menjadi faktor penting dalam kemenangan ini. “Semua berjuang bersama. Saat bertahan, kami bertahan bersama. Ketika menyerang, menyerang bersama. Dan kami mendapatkan 3 poin di sini tidak mudah. Tapi kami berhasil,” ujarnya.
Di kubu Persebaya, Francisco Rivera menyampaikan kekecewaan serupa dengan sang pelatih. “Kami sangat kecewa karena kami kalah. Tapi menurut saya, kami kontrol pertandingan dan ikuti rencana pelatih, hanya saja tidak bisa mencetak gol,” katanya.
Rivera menambahkan bahwa tim harus segera bangkit. “Kami menciptakan banyak peluang, tetapi tidak bisa mencetak gol. Kami sangat kecewa, tetapi minggu depan kami akan bekerja keras dan berjuang 100 persen,” pungkasnya.





