Perbaikan Fasilitas Sekolah SD Negeri Wolomoni

Setelah beberapa hari terjadi kegaduhan, lantai yang rusak di SD Negeri Wolomoni di Desa Niawula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, akhirnya telah diperbaiki kembali. Lantai teras yang berada tepat di depan ruang kelas V sekolah tersebut sebelumnya jebol karena digusur oleh alat berat. Selain itu, tiang besi penyangga bangunan juga sempat dipotong oleh oknum anggota Babinsa.

Heron, salah seorang warga setempat, menyampaikan informasi tersebut pada Senin (8/6/2026) pagi. Menurutnya, meskipun hasil perbaikannya tidak sepenuhnya seperti kondisi semula, pihak yang terlibat telah melakukan tindakan perbaikan. Selain itu, alat berat yang sebelumnya berada di samping gedung sekolah kini telah dipindahkan ke lapangan sepak bola Wolomoni yang berada di tengah kampung.

“Alat beratnya sudah dikeluarkan dan parkir di lapangan sepak bola Wolomoni. Lantai juga sudah diperbaiki dan tiang sudah dilas. Yang datang memperbaiki ada tentara dan mungkin juga kontraktornya. Tiangnya mereka las kembali, lantai mereka perbaiki semua, hanya tidak serapi sebelum mereka rusak,” ujar Heron.

Sebelumnya, kejadian ini membuat warga dan pihak sekolah kaget. Salah satu tiang besi penyangga bangunan SD Negeri Wolomoni dipotong oleh oknum Babinsa untuk membuka akses menuju lokasi pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang berada tepat di belakang sekolah. Tidak hanya tiang penyangga, lantai teras di depan kelas V yang berada tepat di bawah tiang tersebut juga jebol setelah digusur alat berat yang hendak masuk ke lokasi pembangunan.

Kerusakan juga dialami warga setempat. Beberapa tanaman durian milik warga dilaporkan rusak karena alat berat yang dikerahkan untuk menuju lokasi pembangunan terhalang oleh bangunan sekolah dan pepohonan di sekitar area tersebut.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (5/6/2026) malam setelah kegiatan belajar mengajar di sekolah berakhir. Wakil Kepala SD Negeri Wolomoni, Magdalena Masi, mengaku terkejut saat menerima informasi mengenai aktivitas tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah tidak pernah menerima pemberitahuan maupun surat resmi terkait tindakan yang dilakukan di lingkungan sekolah.

“Kemarin siang kami sudah pulang, alat berat masih berada di bawah lapangan. Setelah itu saya mendapat informasi mengenai kejadian malam hari dan saya sangat kaget. Ini seperti penerobosan karena tidak ada surat pemberitahuan atau dokumen apa pun yang masuk ke kami. Katanya atas perintah Bupati, tetapi suratnya tidak ada,” kata Magdalena saat ditemui pada Sabtu (6/6/2026).

Keesokan harinya, saat tiba di sekolah, Magdalena mendapati salah satu tiang besi penyangga yang berada di sudut bangunan dekat jalur masuk menuju lokasi pembangunan sudah dalam kondisi terpotong. Selain itu, lantai teras sekolah juga terlihat rusak dan jebol.

“Saya datang dan melihat ternyata benar. Besinya sudah dipotong dan alat berat sudah berada sedikit lebih ke atas. Kami juga mendapat informasi bahwa malam sebelumnya sempat terjadi keributan dengan masyarakat di sini,” ujarnya.

Magdalena menjelaskan, kejadian tersebut telah dilaporkan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende. Pihak sekolah kini masih menunggu arahan lebih lanjut dari Dinas Pendidikan maupun Pemerintah Kabupaten Ende terkait langkah yang akan diambil selanjutnya.

Sebelum dipindahkan, alat berat yang digunakan untuk proyek pembangunan KDMP sempat tertahan di lokasi. Bahkan pada Jumat (5/6/2026) tengah malam, sejumlah pihak disebut berupaya mengambil kembali alat berat tersebut, namun mendapat penolakan dari warga setempat yang menghadang proses pemindahan.


Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version