Polemik Sarwendah dan Tiga Petisi Boikot yang Menggema di Change.org
Polemik yang melibatkan nama Sarwendah kini tidak hanya menjadi perbincangan di media sosial, tetapi juga menyebar ke berbagai platform daring. Di tengah konflik yang masih berlangsung dengan Ruben Onsu, muncul sejumlah petisi daring yang mengajak publik untuk memboikot mantan personel Cherrybelle tersebut.
Berdasarkan pantauan di laman Change.org, terdapat tiga petisi berbeda yang memiliki tujuan serupa, yakni mengurangi ruang tampil Sarwendah di media sosial maupun berbagai platform lainnya. Ketiga petisi tersebut masing-masing berjudul “Cancel Sarwendah dari Media Sosial”, “Boikot Sarwendah”, serta “Boikot/Cancel Sarwendah untuk Semua Media Sosial dan Televisi”.
Di antara ketiganya, petisi bertajuk “Cancel Sarwendah dari Media Sosial” menjadi yang paling banyak memperoleh dukungan. Hingga Senin (5/7/2026), petisi yang dibuat akun Netizen Update sejak 29 Juni 2026 itu telah mengumpulkan lebih dari 95 ribu tanda tangan. Berikut rincian jumlah dukungan yang tercatat:
- 74.922 tanda tangan pada petisi Cancel Sarwendah dari Media Sosial.
- 21.449 tanda tangan pada petisi Boikot Sarwendah.
- 73 tanda tangan pada petisi Boikot/Cancel Sarwendah untuk Semua Media Sosial dan Televisi.
Isi Tuntutan dalam Petisi
Petisi tersebut tidak hanya berisi ajakan untuk memboikot Sarwendah di media sosial. Para penggagas juga mengimbau berbagai perusahaan dan pelaku usaha agar mengevaluasi kembali kerja sama promosi dengan Sarwendah, termasuk aktivitas pemasaran melalui siaran langsung atau live streaming.
“Kami, masyarakat yang menandatangani petisi ini, mengajak seluruh brand dan pelaku usaha untuk mempertimbangkan kembali kerja sama promosi maupun penjualan produk melalui siaran langsung (live streaming) bersama artis tersebut.”
Dalam petisi itu juga disebutkan bahwa perusahaan dinilai memiliki tanggung jawab menjaga citra serta kepercayaan konsumennya. “Kami percaya bahwa setiap brand memiliki tanggung jawab untuk menjaga citra, kredibilitas, serta kepercayaan konsumen. Oleh karena itu, kami berharap perusahaan lebih selektif dalam memilih figur publik yang akan dijadikan wajah promosi produknya.”
Minta Kerja Sama Ditinjau Ulang
Selain meminta masyarakat tidak lagi memberikan dukungan di media sosial, petisi tersebut turut mendorong agar Sarwendah untuk sementara tidak dilibatkan dalam berbagai aktivitas promosi. Permintaan itu terutama ditujukan pada kegiatan pemasaran melalui siaran langsung hingga polemik yang kini menjadi perhatian publik dinilai memperoleh kejelasan.
Sarwendah Polisikan Banyak Akun Medsos Kasus Pencemaran Nama Baik
Kedatangan penyanyi Sarwendah ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Senin (29/6/2026) akhirnya terjawab. Mantan istri Ruben Onsu itu diketahui tidak datang untuk membuat laporan baru, melainkan melengkapi proses hukum yang telah berjalan. Didampingi tim kuasa hukumnya, Sarwendah menyerahkan sejumlah bukti tambahan kepada penyidik dalam perkara dugaan fitnah dan pencemaran nama baik yang sebelumnya telah dilaporkan.
Menurut kuasa hukumnya, Korbinianus Molmen Nomer, perkara tersebut tidak hanya melibatkan satu pihak. “Ada beberapa, lebih dari satu akun,” ujar kuasa hukum Sarwendah, Korbinianus Molmen Nomer, di Polres Metro Jakarta Selatan, dikutip dari Tribunnews.com, Senin (29/6/2026).
Meski demikian, identitas akun yang dilaporkan masih dirahasiakan karena penyelidikan masih berlangsung. Korbinianus menjelaskan, langkah hukum itu diambil setelah berbagai unggahan di media sosial dinilai memuat informasi yang tidak sesuai fakta dan berdampak pada kehidupan pribadi Sarwendah beserta keluarganya.
“Karena apa yang disampaikan di akun-akun itu tidak sesuai fakta yang sebenarnya. Ada fitnah, pencemaran nama baik, dan itu sangat merugikan Ibu Sarwendah sendiri, keluarganya, dan juga anak-anaknya,” tegas Korbinianus.
Sebelumnya, Sarwendah juga telah memenuhi panggilan penyidik untuk memberikan keterangan. Kali ini, ia melengkapi laporan dengan menyerahkan bukti berupa rekaman video serta tangkapan layar dari akun-akun yang diduga menyebarkan konten bermasalah. Setelah dari kantor polisi, Sarwendah memilih tidak banyak memberikan penjelasan kepada awak media. Ia menyerahkan seluruh proses hukum kepada tim kuasa hukumnya.
“Terima kasih semuanya, nanti akan dilanjutkan semua sama kuasa hukum saya juga. Jadi terima kasih, biar mereka saja yang nanti menjelaskan,” ucap Sarwendah singkat.
