Penipuan Pernikahan yang Menyeret Banyak Korban
PAH (inisial) (26), pemilik wedding organizer (WO) dan catering Kamuya, telah menipu puluhan korban di Surabaya dan Mojokerto. Para korban ini sudah membayar DP (Down Payment) hingga puluhan juta rupiah, namun pihak WO tiba-tiba membatalkan acara dengan alasan manajemen keuangan yang pailit tanpa melaksanakan kewajibannya.
Saat para korban menggeruduk rumah PAH, ia berjanji akan menjual rumahnya untuk membayar kerugian klien. Namun, kasus ini menunjukkan bagaimana penipuan terjadi secara sistematis, yang menyebabkan banyak orang kehilangan uang mereka.
Sosok Pemilik WO
PAH mengakui bahwa dirinya tidak mampu mengembalikan seluruh uang korban dalam waktu singkat. Ia mengaku sudah berusaha baik dengan menghubungi seluruh klien dan memberi informasi tentang masalah finansialnya. Total ada 29 klien KAMUYA pada Bulan Maret hingga Oktober 2026.
Ia juga mengungkapkan bahwa uang dari para calon pengantin tidak digunakan untuk keperluan vendor pernikahan, melainkan untuk menutupi utang pribadi yang sangat besar. PAH memiliki pinjaman pokok sebesar Rp 50 juta, namun bunga yang harus dibayarkan mencapai Rp 9 juta per bulan. Hingga saat ini, ia mengaku telah menyetor total Rp 150 juta, tetapi beban finansialnya tetap minus.
Keputusan untuk Menjual Rumah
Di hadapan puluhan korban dan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, PAH menyatakan kesiapannya menjual aset rumah pribadinya demi mengganti kerugian para klien yang mencapai Rp 680 juta hingga Rp 700 juta. Ia menawarkan satu-satunya aset berharga yang ia miliki, yakni rumah bergaya klasik di Mojokerto.
Widya, salah satu korban asal Surabaya, mengungkapkan bahwa PAH berencana menjual rumah tersebut di bawah harga pasar agar dana segar segera tersedia untuk proses refund. “Kalau dia bilangnya rumah itu ditaksir sekitar Rp 1,4 miliar, tapi sama dia diturunkan harganya jadi Rp 750 juta biar cepat laku,” ujar Widya saat ditemui di lokasi mediasi, Kamis.
Sebagai bentuk keseriusan, sertifikat asli rumah tersebut kini menjadi jaminan dan dipantau oleh perwakilan korban serta pihak berwenang.
Cara Penipuan Berlangsung
Pihak WO Kamuya dikenal lihai menarik korban melalui pameran pernikahan di pusat perbelanjaan seperti Delta Plaza Surabaya dan Sunrise Mall Mojokerto. Korban diwajibkan melunasi paket di tempat dengan iming-iming bonus besar. Namun, pola yang terjadi selalu sama: H-3 sebelum acara, pihak WO mendatangi korban dan menyatakan pembatalan secara sepihak karena kehabisan dana. Hal ini memaksa beberapa pengantin merogoh kocek tambahan hingga puluhan juta rupiah di saat terakhir agar pesta tetap berjalan.
Tindakan yang Diambil
Melihat pola ini, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji (Cak Ji) memberikan instruksi keras kepada pelaku. “Sampeyan jangan mengadakan pameran lagi, sudah berhenti dulu. Kalau mengadakan pameran lagi, nanti korbannya bertambah lagi. Mulai sekarang, sudah setop,” tegas Cak Ji di depan pemilik WO.
Meski ada niat baik menjual rumah, para korban telah resmi mengajukan laporan ke Polrestabes Mojokerto pada 29 Maret 2026. Masyarakat pun diimbau untuk tidak mudah tergiur paket pernikahan murah yang mewajibkan pelunasan instan.
Saat ini, para korban masih menunggu proses penjualan aset rumah tersebut dan menuntut batas waktu yang jelas kapan uang mereka bisa kembali utuh.





