Lomba Beut Kitab Bak Sikula: Evaluasi Kualitas Pendidikan Keagamaan Siswa SD dan SMP
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar lomba yang bertajuk Beut Kitab Bak Sikula. Acara ini diikuti oleh 230 peserta dari 23 Sekolah Dasar (SD) dan 23 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi pilot project program tersebut. Lembaga pendidikan ini merupakan bagian dari kebijakan prioritas Bupati Aceh Besar, H Muharram Idris, yang dikenal sebagai Syech Muharram.
Lomba ini dilaksanakan selama dua hari, dengan beberapa cabang perlombaan seperti baca kitab Jawi, baca surah, praktik ibadah, serta tulis Arab Jawi. Tujuan utama dari acara ini adalah untuk mengevaluasi kinerja program Beut Kitab Bak Sikula dalam satu tahun terakhir. Hasil lomba akan menjadi dasar bagi pihak dinas dalam memperbaiki pelaksanaan program di masa depan.
Tujuan Program Beut Kitab Bak Sikula
Program Beut Kitab Bak Sikula dirancang untuk membantu siswa meningkatkan pemahaman mereka terhadap ajaran agama Islam. Hal ini dilakukan dengan menggabungkan pendidikan umum dan keagamaan, khususnya dalam bentuk pembelajaran kitab Jawi dan pengenalan surah-surah Al-Qur’an. Dengan demikian, program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga memberikan dasar-dasar keagamaan yang kuat.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Rahmawati SPd MSi, program ini telah mendapatkan perhatian dari daerah lain. Bahkan, beberapa kabupaten seperti Bireuen sudah melakukan kunjungan untuk mempelajari implementasi program ini.
“Program ini bukanlah hal mudah, tetapi Aceh Besar berhasil membuktikan bahwa kolaborasi antara sekolah formal dan dayah bisa berjalan baik,” ujarnya.
Penilaian dan Evaluasi
Dalam lomba ini, para peserta dinilai berdasarkan tiga kategori utama: baca kitab Jawi, praktik ibadah, dan tulis Arab Jawi. Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari tokoh-tokoh keagamaan dan pendidik. Salah satu ketua juri, Tgk Munawar, menjelaskan bahwa penilaian fokus pada keseriusan dan antusiasme peserta.
“Kami menilai berdasarkan kemampuan masing-masing peserta. Yang paling penting adalah bagaimana peserta memahami materi dan menjalankan ibadah dengan benar,” ujarnya.
Rahmawati juga menekankan bahwa tujuan utama lomba bukan hanya menentukan pemenang, tetapi untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kemampuan siswa setelah mengikuti program Beut Kitab Bak Sikula.
Penghargaan dan Motivasi
Untuk memberikan motivasi kepada peserta, panitia menyediakan beberapa hadiah berupa uang pembinaan, piala, medali, dan sertifikat. Meskipun hadiahnya tidak terlalu besar, penghargaan ini diharapkan dapat mendorong siswa untuk terus meningkatkan kemampuan mereka.
Ketua Panitia, Fahrurrazi SE, menjelaskan bahwa sertifikat prestasi juga bisa menjadi nilai tambah saat siswa melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi.
Perkuatan Implementasi Syariat Islam
Program Beut Kitab Bak Sikula juga menjadi salah satu upaya dalam memperkuat implementasi syariat Islam di Aceh. Melalui pembelajaran kitab Jawi dan pengenalan surah, siswa diajarkan untuk lebih memahami ajaran agama secara mendalam.
Tgk Munawar menegaskan bahwa program ini menjadi fondasi penting dalam membangun pemahaman dasar keagamaan bagi peserta didik. Dengan demikian, generasi muda Aceh diharapkan mampu menjalani kehidupan yang sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam.
