Strategi Pemerintah Kabupaten Kediri untuk Meningkatkan Kunjungan Wisatawan
Pemerintah Kabupaten Kediri terus mematangkan strategi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2026. Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah dengan memaksimalkan pembangunan sarana dan prasarana di kawasan wisata unggulan. Selain itu, pihak berwenang juga menyiapkan kalender wisata yang tersebar hampir sepanjang tahun.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri menilai kalender wisata menjadi instrumen penting dalam menarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Selain sebagai daya tarik, agenda wisata ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) secara berkelanjutan.
Kepala Disparbud Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi mengatakan bahwa kalender event tahun 2026 disusun sebagai agenda tahunan yang terintegrasi dengan penguatan destinasi wisata dan kearifan lokal di masing-masing wilayah. “Kalender event 2026 kami siapkan untuk menjadi magnet wisata. Harapannya Kabupaten Kediri akan ramai dikunjungi wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah,” ucap Mustika, Sabtu (31/1/2026).
Rangkaian Kegiatan Wisata di Kabupaten Kediri
Rangkaian acara wisata akan dibuka pada Februari 2026 dengan tradisi Nyadran di Dusun Bloran Desa Canggu Kecamatan Badas. Selanjutnya pada Maret, wisatawan akan disuguhkan sejumlah agenda budaya, seperti Upacara Sesuci Tirta di situs Adipati Panjer, Kirab Ogoh-ogoh di Tarokan, hingga tradisi Niti Sowan Hari Jing di Kepung.
Memasuki April dan Mei, event berskala olahraga dan seni mulai digelar. Di antaranya Kediri Aquatik di kawasan SLG, Kontes Ternak di Ringinrejo, Inspiration Art of Tegowangi hingga Vespa Purtugis yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Kediri. Pada periode yang sama juga digelar Kediri Half Marathon yang ditargetkan mampu menarik ribuan peserta.
Agenda wisata budaya dan tradisi terus berlanjut pada Juni dengan berbagai ritual adat seperti Proses I Suro di Menang Mendhem Golekan di Kandangan, Larung Sesaji Gunung Kelud, hingga Kelud Vespa Day di kawasan Sirkuit Gunung Kelud. “Event-event ini diharapkan mampu mengangkat potensi wisata alam dan budaya lereng Kelud,” imbuh Mustika.
Bulan Juli dan Agustus diisi dengan beragam festival dan kegiatan budaya, mulai dari Ritual Bersih Desa, Kebur Obalan di Wisata Ubalan, Kala Senja di Bumi Panjalu, hingga Bentang Bendera 1.000 meter di Ringinrejo. Selain itu, ada pula Parade Cikar dan Festival Tari Semarak Badas Berbudaya.
Pada Oktober, Disparbud Kabupaten Kediri menyiapkan event kreatif seperti Festival Batik Fashion, Kediri Run, serta peringatan hari jadi sejumlah destinasi wisata. Sementara di bulan November, agenda unggulan seperti Kelud Vertical Challenge dan Kediri International Film Festival menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan pecinta olahraga ekstrem dan industri kreatif.
Rangkaian kalender wisata 2026 akan ditutup dengan tradisi Bersih Dusun di Tunglur, Kecamatan Badas, serta perayaan malam pergantian tahun pada 31 Desember yang digelar di sejumlah titik keramaian.
Pembangunan Sarana dan Prasarana Wisata
Mustika menambahkan, selain kalender event, pembangunan dan pembenahan sarana prasarana wisata juga terus dilakukan agar wisatawan merasa nyaman saat berkunjung ke Kabupaten Kediri. “Event sudah kami siapkan, sarana prasarana juga kami lengkapi. Dengan sinergi ini, kami optimistis kunjungan wisatawan meningkat dan berdampak langsung pada pertumbuhan PAD,” tandasnya.





