Bantuan Darurat untuk Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Mojokerto
Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa (Gus Barra), menyerahkan bantuan darurat kepada ratusan warga yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Penyerahan bantuan dilakukan pada hari Minggu, 19 April 2026. Bantuan tersebut diberikan kepada sebanyak 146 orang yang tinggal di Desa Kalikatir dan Desa Dilem, Gondang.
Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan pokok seperti beras, perlengkapan sanitasi (higiene kit), serta kebutuhan khusus untuk anak-anak dan balita. Gus Barra mengatakan bahwa bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit akibat bencana alam.
“Kita memberikan bantuan bagi warga masyarakat Dilem dan Kalikatir, mereka terdampak banjir dan longsor,” ujar Gus Barra. Ia menjelaskan bahwa sebanyak 103 KK di Desa Dilem dan 43 KK di Desa Kalikatir mendapatkan bantuan dari Pemkab Mojokerto. Dirinya berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana alam.
Imbauan Bupati Mojokerto
Bupati Gus Barra juga mengimbau masyarakat di Kabupaten Mojokerto untuk lebih waspada terhadap potensi bencana alam akibat cuaca ekstrim. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah (Pemda) berkomitmen memberikan pelayanan optimal dalam penanggulangan kebencanaan di Bumi Majapahit.
“Kami imbau semuanya tetap berhati-hati, kondisi cuaca yang saat ini tidak bisa diprediksi, waspada dan berhati-hati. Tidak perlu panik, Insya Allah Pemkab terus berupaya memberikan pelayanan terbaik pada seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto,” pungkasnya.
Penyebab Bencana dan Dampaknya
Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, menjelaskan bahwa bencana banjir dan tanah longsor menerjang Desa Dilem dan Desa Kalikatir. Hujan intensitas tinggi dengan durasi cukup lama di wilayah Tahura Raden Soerjo menyebabkan banjir bandang tersebut pada 21 Maret 2026.
“Dampak longsor merusak instalasi air, seperti tandon dan pipa-pipa yang tersambung ke rumah warga. Sehingga berdampak pada sumber air bersih Desa Dilem dan Desa Kalikatir,” jelasnya.
Langkah Penanganan Dampak Bencana
Menurut Rinaldi Rizal Sabirin, Pemkab Mojokerto melalui BPBD, DPRKPP, Dinas PUPR, dan PMI melakukan penanganan darurat pasca bencana. Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan:
-
Asesmen atau pengamatan
Dilakukan secara mendalam guna menentukan langkah efektif dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi. -
Penyediaan dan distribusi air bersih
Pemkab Mojokerto memastikan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak bencana. -
Kolaborasi dengan Pemprov Jatim
Rencananya, akan dilaksanakan oleh Dinas PUPR melalui anggaran BTT (Belanja Tidak Terduga).
Penanganan darurat ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan kondisi masyarakat dan infrastruktur yang rusak akibat bencana alam.





