Pemuda Tabi Ajak Warga Jayapura Jaga Keamanan Menjelang Perayaan Injil Masuk Tanah Papua
Ketua Presidium Pemuda Papua Wilayah Tabi, Fran Reynould Thejo, mengajak seluruh warga Jayapura untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang perayaan Masuknya Injil di Tanah Papua yang akan digelar pada 5 Februari. Ia menekankan bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama, tidak hanya dari pihak berwajib tetapi juga dari masyarakat itu sendiri.
Fran menyatakan bahwa peringatan tahunan ini harus menjadi momen penting untuk membuktikan bahwa Jayapura adalah kota yang aman bagi semua kalangan. Dengan situasi yang kondusif, masyarakat dapat fokus pada pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup tanpa adanya ancaman keamanan.
Keterlibatan Aktif Warga dalam Memastikan Keamanan
Pemuda Tabi berkomitmen memastikan perayaan keagamaan berlangsung damai tanpa gangguan provokasi apa pun. Mereka menilai bahwa stabilitas wilayah adalah fondasi utama bagi masyarakat untuk merefleksikan nilai-nilai kasih yang dibawa oleh para misionaris.
Fran menegaskan bahwa imbauan keamanan ini bukan sekadar seruan administratif, melainkan perintah moral yang harus diimplementasikan oleh seluruh pemuda dan elemen masyarakat di wilayah Tabi. Ia menolak jika pernyataan ini hanya dianggap sebagai bentuk formalitas tanpa makna nyata dalam praktiknya.
Fokus utama penjagaan diarahkan pada titik-titik keramaian dan pusat-pusat peribadatan yang tersebar di pelosok Kota Jayapura. Keterlibatan aktif warga dalam memantau lingkungan masing-masing dianggap sebagai kunci utama dalam mencegah potensi gesekan horizontal maupun gangguan kriminalitas.
Dukungan terhadap Tugas Kepolisian
Dukungan terhadap tugas kepolisian menjadi poin penting dalam narasi perdamaian yang diusung oleh Presidium Pemuda Papua Wilayah Tabi tahun ini. Masyarakat diminta memberikan kepercayaan penuh dan membantu aparat dalam mendeteksi dini setiap gerakan yang berpotensi merusak stabilitas daerah.
Sinergi antara kearifan lokal pemuda adat dan prosedur keamanan formal kepolisian dinilai mampu menciptakan rasa aman yang hakiki bagi penduduk. Fran menilai kerja keras aparat keamanan selama ini perlu mendapatkan apresiasi melalui kepatuhan warga terhadap hukum yang berlaku.
“Mari kita mendukung pihak kepolisian karena keamanan ini bukan hanya tugas aparat, tetapi juga tanggung jawab kita bersama,” tegas Fran.
Harapan untuk Perayaan yang Damai
Fran mengungkapkan keprihatinan mendalam atas rentetan kekerasan di beberapa wilayah Papua yang sering menyasar masyarakat sipil tak bersalah. Tragedi kemanusiaan tersebut tidak boleh mendapatkan ruang sedikit pun untuk merembet ke wilayah Tabi, terutama saat umat sedang bersiap merayakan hari besar keagamaan.
Keamanan bukan hanya menjadi kebutuhan fisik, melainkan hak asasi setiap warga Papua untuk menjalankan aktivitas tanpa bayang-bayang ancaman nyawa. Fran berharap perayaan tanggal 5 Februari menjadi titik balik bagi semua pihak untuk meninggalkan cara-cara kekerasan dalam menyelesaikan perbedaan.
“Saya berharap agar kejadian-kejadian di mana masyarakat yang tidak berdosa menjadi korban tidak terjadi lagi,” tuturnya.
Komitmen untuk Menciptakan Kedamaian
Fran berkomitmen akan terus mengawal pergerakan pemuda untuk memastikan Jayapura tetap menjadi barometer kedamaian di wilayah timur Indonesia. Jayapura yang aman adalah hadiah terbaik bagi seluruh umat dalam memperingati sejarah besar masuknya Injil yang membawa transformasi bagi rakyat Papua.
Harapan besar disematkan agar stabilitas kamtibmas di Kota Jayapura dan sekitarnya tetap terjaga hingga seluruh rangkaian pembangunan daerah dapat berlanjut tanpa hambatan. Dengan situasi yang kondusif, masyarakat Papua dapat fokus meningkatkan kualitas hidup dan memperkuat persaudaraan di atas Tanah Papua.
Tidak boleh ada tindakan provokatif yang dapat menciderai kedamaian di bawah langit Tabi selama masa perayaan religius tersebut berlangsung.
