Penjambret Kalung di Surabaya Ditangkap Warga Setelah Aksinya Gagal

Seorang pelaku penjambretan kalung berhasil ditangkap oleh warga setempat di Jalan Platuk, Sidotopo Wetan, Kenjeran, Surabaya. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (1/4/2026) sore, dan kejadian tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar.

Pelaku yang ditangkap adalah FA (32), seorang warga Pegirian, Semampir, Surabaya. Korban yang menjadi targetnya adalah FJ (19), seorang perempuan warga setempat. Kalung emas yang dijambret oleh pelaku memiliki berat sekitar tiga gram. Paman korban, Yonok (62), mengatakan bahwa ia merasa lega karena pelaku berhasil disergap dan dihajar massa.

Menurut Yonok, aksi penjambretan seperti ini sering terjadi di kawasan permukiman mereka. Hampir setiap bulan, selalu ada warga yang menjadi korban penjambretan kalung atau ponsel. Pelakunya biasanya menggunakan modus mengendarai motor, lalu berhenti secara tiba-tiba untuk menjambret, setelah itu kabur.

“Kalau aku ya biar jera. Biar enggak ada kelakuan kejahatan lagi. Karena ya cukup sering juga,” ujarnya saat ditemui di dekat lokasi kejadian, pada Kamis (2/4/2026).

Yoyok juga mengeluh tentang aksi pencurian motor (curanmor) yang kerap terjadi hampir setiap dua pekan sekali. Ia berharap penangkapan terhadap pelaku jambret kemarin dapat memberikan efek jera terhadap pelaku.

Kronologi Kejadian Penjambretan

Kronologi kejadian penjambretan yang dialami keponakannya, menurut Yoyok, dimulai ketika FJ sedang mengantarkan anaknya untuk berangkat mengaji. FJ dan anaknya berjalan di pinggir jalan, tepat seberang rumahnya. Saat FJ hendak menaiki motor yang dikemudikan oleh suaminya, W (28), tiba-tiba si pemotor pelaku FA mendekat lalu menarik kalung emas di lehernya.

“Langsung dikejar sama ponakan saya dan suaminya. Lalu, teriak dibantu warga nangkap, karena pelaku kejebak pas macet. Pelaku sendirian. Itu kalungnya sampai putus. Korban enggak jatuh kok,” kata Yoyok.

Pedagang gorengan Siti juga mengaku kaget melihat insiden penjambret tertangkap pada Rabu kemarin. Ia tak menyangka keramaian kemarin karena ada pelaku kejahatan berhasil disergap beramai-ramai oleh warga. Namun, ia tidak mengetahui kejelasan kronologinya. Yang diketahuinya, pelaku akhirnya tertangkap saat jalan depan yang Platuk macet.

“Ramai kemarin, ditangkap sama warga. Karena di sana macet. Kalau siang seperti ini ya masih lancar. Kalau sore sudah macet kalau di sini,” kata Siti saat ditemui di dekat lokasi.

Penanganan Medis Terhadap Pelaku

Di lain sisi, Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Iptu Suroto mengatakan personil Polsek Kenjeran di lokasi tetap mengedepankan kemanusiaan terhadap kondisi kesehatan pelaku. Kondisi pelaku saat petugas Kepolisian tiba di lokasi dalam keadaan terkapar babak belur seusai dihajar warga.

Kemudian, pelaku dievakuasi terlebih dahulu untuk memperoleh penanganan medis awal ke Puskesmas Tanah Kali Kedinding. Setelah memastikan kondisi kesehatannya mulai membaik, pelaku lantas dibawa ke Mapolsek Kenjeran guna menjalani pemeriksaan interogasi lebih lanjut.

“Sebelumnya pelaku dibawa ke Puskesmas Tanah Kali Kedinding untuk mendapatkan perawatan medis terhadap luka yang dialami akibat amukan massa,” ujarnya saat dihubungi.

Mengenai rekam jejak aksi kejahatannya, Suroto mengungkapkan, pelaku cuma mengakui aksi kejahatannya baru dilakukan satu kali. Namun, proses interogasi lanjutan terhadap pelaku, sebagai pengembangan kasus masih berlangsung.

“Menurut keterangannya, dia baru pertama kalinya melakukan tindakan kejahatan dan dilakukan sendirian buat penuhi kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.


Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version