Kecanduan Gawai di Kota Malang dan Dampaknya pada Keluarga

Di Kota Malang, angka penggunaan gawai oleh anak-anak mencapai 89 persen dalam tiga bulan terakhir. Angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar anak-anak di kota tersebut sudah sangat terbiasa dengan teknologi digital. Namun, kecanduan gawai tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik dan mental anak, tetapi juga bisa mengganggu keharmonisan keluarga.

Kecanduan gawai sering kali dimulai dari penggunaan yang tidak terkendali. Anak-anak yang menggunakan gawai selama lebih dari dua jam per hari cenderung mengalami gejala kecanduan. Hal ini bisa menyebabkan gangguan komunikasi antar anggota keluarga, termasuk hubungan antara saudara kandung yang semula harmonis menjadi tidak saling peduli.

Contoh Nyata Kecanduan Gawai

Anastasia (bukan nama sebenarnya) menceritakan pengalamannya dengan kakaknya yang dulu kecanduan gawai. Sejak kecanduan itu, kakaknya jarang berbicara dengannya. Ia seperti hidup sendiri dalam dunia virtual. Bahkan, ia tidak mau mengantarkan Anastasia ke sekolah meskipun sudah diminta beberapa kali.

Akibatnya, Anastasia harus belajar mandiri. Ia tidak lagi meminta bantuan atau berkomunikasi dengan kakaknya. Perubahan perilaku kakaknya disebut dipengaruhi oleh lingkungan pertemanan dan faktor keluarga. Kakak Anastasia adalah cucu pertama dalam keluarga, sehingga keinginannya selalu dituruti. Sayangnya, hal ini membuatnya mudah terpengaruh oleh kecanduan gawai.

Selain itu, kakak Anastasia juga terlibat dalam judi online. Karena tidak mampu membayar utang, ia akhirnya meminjam uang dari sumber yang tidak aman. Akibatnya, harmoni keluarga sempat terganggu. Bahkan, laptop milik Anastasia harus dilelang karena digunakan untuk memenuhi kebutuhan judi online.

Perubahan Setelah Menjadi Pacar

Beberapa tahun kemudian, kakak Anastasia mulai berubah setelah memiliki pacar. Anastasia melihat sedikit perubahan dari sikap kakaknya. Sekarang, ia mulai mau mengantarkan Anastasia ke sekolah, meskipun sebelumnya tidak pernah mau sama sekali.

Data dan Program Pencegahan Kecanduan Gawai

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Batu mencatat sebanyak 261 anak mengalami kecanduan gawai pada tahun 2022-2023. Konselor Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Bhakti Pertiwi Kota Batu, Lovita Siregar, menjelaskan bahwa ciri-ciri anak kecanduan gawai adalah penggunaan gawai untuk hiburan lebih dari dua jam dan menunjukkan reaksi emosional ketika gawai diambil.

Lovita menyarankan orang tua untuk membuat aturan tegas dalam penggunaan gawai, mendukung anak dalam kegiatan sosial, motorik, dan hobi positif, serta mengawasi jam tidur dan bangun. Jika kecanduan sudah parah, orang tua disarankan untuk menghubungi profesional seperti psikolog atau psikiater.

Panduan Penggunaan Gawai untuk Anak

Lovita juga memberikan panduan usia penggunaan gawai:
* Anak di bawah 2 tahun tidak boleh diberikan gawai.
* Anak usia 3-4 tahun boleh menggunakan gawai maksimal satu jam.
* Anak usia 5 tahun ke atas boleh menggunakan gawai maksimal dua jam.

Selain itu, orang tua juga perlu membatasi tempat dan situasi penggunaan gawai. Jangan biarkan anak bermain gawai di kamar, kamar mandi, atau toilet. Selain itu, jangan izinkan anak menggunakan gawai saat berkendara, saat pengisian bensin, atau saat kumpul keluarga.

Dampak Negatif Kecanduan Gawai

Kecanduan gawai dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan dan perkembangan anak. Misalnya, anak bisa mengalami speech delay, memicu autisme, atau gangguan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Hal ini akan mengganggu tumbuh kembang anak, mengurangi kemampuan sosial, meningkatkan impulsifitas, dan menurunkan daya juang.

Dengan demikian, penting bagi orang tua untuk memperhatikan penggunaan gawai oleh anak-anak. Orang tua perlu memberikan batasan yang jelas dan memastikan anak tetap aktif dalam aktivitas nyata, bukan hanya terpaku pada layar ponsel.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version