Momentum Penting untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan PGSD
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng, terus berkomitmen untuk memperkuat kualitas pendidikan dan menyiapkan lulusan yang mampu berkontribusi dalam kemajuan pendidikan dasar di Indonesia. Upaya ini dilakukan melalui berbagai inisiatif, salah satunya adalah penyelenggaraan seminar nasional dan bedah kurikulum yang berlangsung selama dua hari, yaitu 28–29 Mei 2026.
Kegiatan ini mengangkat tema besar “PGSD Bersinergi Bersama, Menata Kurikulum, Mewujudkan Prestasi” serta fokus pada bedah kurikulum PGSD berbasis Outcome-Based Education (OBE). Seminar ini menjadi momen penting untuk memperkuat kualitas pendidikan dan memastikan lulusan mampu menjawab tantangan zaman.
Seminar Nasional: Memperkuat Kualitas Pendidikan
Seminar nasional diselenggarakan di Aula Gedung Utama Timur (GUT) Lantai 5 Kampus Unika Ruteng secara luring. Kegiatan ini juga diselenggarakan secara hybrid, dengan hadirnya Prof. Dr. I Gede Margunayasa, M.Pd., sebagai narasumber utama sekaligus pembedah kurikulum. Seminar ini berada di bawah koordinasi Prof. Dr. Sabina Ndiung, M.Pd., selaku penanggung jawab kurikulum PGSD Unika Ruteng sekaligus Ketua Panitia Seminar Nasional.
Dalam sambutannya, Ketua Program Studi PGSD Unika Ruteng, Dr. Maria Senisum, M.Pd., menegaskan bahwa seminar tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas pendidikan dan menyiapkan lulusan yang mampu menjawab tantangan zaman. Ia menekankan bahwa tema seminar bukan sekadar slogan akademik, tetapi juga panggilan reflektif dan aksi nyata bagi semua pihak dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di lingkungan PGSD.
Menguatkan Implementasi Kurikulum Berbasis OBE
Dalam seminar tersebut, Prof. Dr. I Gede Margunayasa memaparkan berbagai konsep dan strategi implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Ia juga membimbing dosen PGSD dalam menyusun kurikulum dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan.
Pendekatan OBE menempatkan capaian pembelajaran sebagai pusat pengembangan kurikulum. Melalui pendekatan ini, program studi merancang setiap mata kuliah, metode pembelajaran, serta sistem penilaian berdasarkan kompetensi yang harus dimiliki lulusan. Dr. Maria Senisum menilai pendekatan ini sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.
“OBE menuntut kita tidak hanya fokus pada proses, tetapi juga pada hasil yang konkret dalam bentuk kompetensi lulusan,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa pendidikan guru sekolah dasar membutuhkan lulusan yang tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif.
Bedah Kurikulum untuk Penguatan Mutu Akademik
Pada hari kedua, Prof. Dr. I Gede Margunayasa memimpin sesi bedah kurikulum PGSD Unika Ruteng. Kegiatan ini berbentuk semiloka (seminar dan lokakarya) yang selaras dengan arah pengembangan kurikulum yang didorong oleh Perhimpunan Pengelola Program Studi PGSD Indonesia (PPPSPGSDI), tempat Prof. Margunayasa menjabat sebagai sekretaris.
Dalam sesi tersebut, peserta menelaah kembali profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK), penyusunan RPS berbasis OBE, hingga strategi evaluasi kurikulum sesuai Pedoman Kurikulum Pendidikan Tinggi terbaru. Diskusi berlangsung interaktif karena dosen-dosen PGSD Unika Ruteng terlibat langsung dalam proses penyempurnaan dokumen kurikulum. Langkah ini bertujuan memastikan kurikulum yang dikembangkan mampu menjawab kebutuhan dunia pendidikan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tuntutan dunia kerja.
Membangun Budaya Akademik yang Inovatif dan Adaptif
Dr. Maria Senisum mengajak seluruh dosen dan mahasiswa untuk menjadikan seminar nasional dan bedah kurikulum tersebut sebagai momentum membangun budaya akademik yang reflektif, inovatif, dan adaptif. Ia menegaskan bahwa seminar ini menjadi ruang akademik yang sangat penting bagi kita semua untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta memperkaya wawasan terkait implementasi OBE dalam kurikulum PGSD.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan pemahaman konseptual mengenai OBE, tetapi juga melahirkan praktik-praktik akademik yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan prestasi mahasiswa.




