Penjualan Motor di Sumatera Mulai Bangkit, Skutik Premium Jadi Andalan
Penjualan motor Yamaha di wilayah Sumatera menunjukkan tren positif pada kuartal pertama 2026. Hal ini diungkapkan oleh Joni Lie, General Manager PT Alfa Scorpii selaku main dealer Yamaha untuk wilayah Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau dan Aceh. Menurutnya, performa penjualan di awal tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Kuartal pertama untuk tahun ini agak lebih baik dibanding sebelumnya,” buka Joni saat ditemui digelaran MAXI Tour Boemi Nusantara 2026 di Danau Toba, Sabtu (18/4/2026).
Alfa Scorpii mengaku optimistis permintaan pasar (demand) masih akan tetap terjaga dalam beberapa waktu ke depan. Salah satu faktor yang mendorong penjualan motor di Sumatera adalah kondisi ekonomi daerah, khususnya yang berkaitan dengan komoditas sawit. Seperti diketahui, sebagian besar wilayah Sumatera Utara, Riau, hingga Aceh pendapatan masyarakatnya memiliki ketergantungan tinggi terhadap sektor perkebunan seperti kelapa sawit.
“Iya betul, karena di Sumatera Utara kan perkebunan sawit, di Riau juga sama, sebagian Aceh juga. Nah kondisi sekarang lagi baik (harga sawit tinggi), jadi otomatis salah satu faktor demand bisa lebih bagus daripada tahun lalu,” jelasnya.

Dari sisi produk, segmen skutik premium masih menjadi tulang punggung penjualan Yamaha di wilayah ini. “Paling dominan itu skutik premium, kontribusinya sekitar 50-60 persen. Baru disusul tipe klasik, lalu model seperti Yamaha Gear,” tambah Joni.
Meski sempat muncul kekhawatiran terkait isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kondisi geopolitik global, Joni menyebut hal tersebut belum berdampak signifikan terhadap penjualan. “Memang di lapangan sempat ada antrean karena isu-isu itu, tapi sejauh ini tidak ada pengaruh ke penjualan,” tegasnya.
Namun demikian, faktor bencana alam yang terjadi di Sumatera sempat memberi tekanan cukup besar terhadap pasar otomotif di beberapa wilayah Sumatera, khususnya di Aceh. “Kalau bencana kemarin di Aceh itu pengaruh sekali. Penurunan penjualan bisa sampai 60-70 persen,” ungkap Joni.
“Tapi karena support pemerintah cukup cepat, pemulihannya juga cepat. Sekarang sudah hampir normal,” tutupnya.
Dengan kondisi ekonomi yang mulai stabil dan daya beli masyarakat yang kembali membaik, penjualan motor di Sumatera diprediksi akan terus bergerak positif sepanjang 2026. Beberapa faktor seperti harga sawit yang stabil dan respons cepat dari pemerintah turut mendukung pertumbuhan pasar motor di wilayah ini.
Faktor Pendorong Pertumbuhan Pasar Motor di Sumatera
- Kondisi Ekonomi Daerah: Wilayah Sumatera memiliki sektor perkebunan yang sangat berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat. Saat ini, harga sawit sedang dalam kondisi yang baik, sehingga meningkatkan daya beli masyarakat.
- Respons Cepat Pemerintah: Setelah terjadinya bencana alam di Aceh, pemerintah memberikan dukungan yang cepat untuk pemulihan ekonomi, termasuk di sektor otomotif.
- Perkembangan Produk: Segmen skutik premium seperti Yamaha NMAX dan XMAX menjadi andalan penjualan, dengan kontribusi mencapai 50-60 persen dari total penjualan.
Tantangan yang Dihadapi
Meskipun ada peningkatan penjualan, beberapa tantangan tetap ada:
- Isu Kenaikan Harga BBM: Meskipun belum berdampak langsung, isu ini sempat membuat masyarakat waspada.
- Kondisi Geopolitik Global: Perubahan politik dan ekonomi internasional dapat memengaruhi harga bahan baku dan permintaan pasar.
Prediksi Masa Depan
Dengan kondisi ekonomi yang stabil dan dukungan dari pemerintah, penjualan motor di Sumatera diperkirakan akan terus meningkat. Kehadiran produk-produk premium seperti skutik dan motor listrik juga diharapkan dapat memperkuat posisi pasar Yamaha di wilayah ini.





