Peristiwa Kontroversial dalam Laga Malut United vs PSM Makassar
Pada pertandingan lanjutan Super League pekan ke 25 antara Malut United dan PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate pada Sabtu (7/3/2026) malam, wasit Thoriq Alkatiri mengalami perlakuan tidak menyenangkan. Laga yang berakhir dengan skor 3-3 ini menjadi sorotan karena insiden yang menimpa sang wasit.
Thoriq Alkatiri, yang memiliki lisensi FIFA, tercatat memberikan total enam kartu kuning selama laga, dua untuk Malut United dan empat untuk PSM Makassar. Meskipun kepemimpinannya dinilai cukup adil, suporter tuan rumah geram dengan keputusan akhir laga. Di injury time atau menit 90+5, Malut United mencetak gol keempat melalui David da Silva. Gol tersebut dinilai kontroversial karena dugaan pelanggaran atau offside.
Untuk memastikan keputusan yang benar, Thoriq Alkatiri melakukan koordinasi dengan wasit VAR. Ia kemudian mengecek monitor VAR sesuai arahan wasit. Hasilnya negatif bagi Malut United. Setelah meninjau rekaman video, Thoriq Alkatiri memutuskan untuk tidak mengesahkan gol tersebut.
Tanggapan dari PSSI Maluku Utara
Sekretaris Jenderal PSSI Maluku Utara, Aldhy Ali, menjelaskan bahwa keputusan wasit bersifat mutlak dan final sesuai aturan permainan. Menurutnya, wasit memiliki wewenang penuh dalam menegakkan aturan, dan keputusan tidak bisa diganggu gugat selama laga. Ia juga menekankan bahwa bantuan VAR dapat mengurangi potensi human error.
Aldhy Ali menambahkan bahwa protes hanya bisa diajukan secara resmi oleh manajemen atau tim setelah laga kepada otoritas liga. Ia juga menjelaskan bahwa perlindungan terhadap perangkat pertandingan seperti wasit, asisten wasit, dan pengawas pertandingan merupakan prioritas utama dalam penyelenggaraan kompetisi.
Menurutnya, setelah tragedi Kanjuruhan, standar keamanan telah meningkat. Perlindungan fisik bagi perangkat pertandingan diatur melalui kombinasi regulasi PSSI dan peraturan Polri. Dalam Peraturan Kepolisian Nomor 10 Tahun 2022, disebutkan bahwa perlindungan fisik bagi perangkat pertandingan, pemain, dan ofisial harus diperhatikan.
Proses Investigasi dan Sanksi
Aldhy Ali menegaskan bahwa Komisi Disiplin (Komdis) PSSI telah memberikan sanksi berat kepada pelaku kekerasan dan intimidasi di dalam stadion. Sanksi tersebut dimulai dari larangan menggelar pertandingan tanpa penonton, larangan seumur hidup, hingga denda kepada petugas dan panitia penyelenggara yang gagal melindungi perangkat pertandingan.
Ia berharap kejadian yang menimpa Thoriq Alkatiri dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak. “Semoga apa yang menimpa wasit kita Thoriq Alkatiri kemarin bisa menjadi ikhtiar dan pembelajaran bagi kita semua,” ujarnya.
Kronologis Insiden
Hingga menit 90, skor masih 3-3. Asisten wasit menambah waktu injury time selama 7 menit. Di menit injury time, David da Silva mencetak gol keempat Malut United. Namun, gol tersebut dinilai berbau offside dan pelanggaran.
Setelah beberapa saat, Thoriq Alkatiri memutuskan untuk mengecek VAR setelah berbincang dengan asisten wasit. Setelah meninjau rekaman video, ia memutuskan untuk tidak mengesahkan gol tersebut. Suporter yang hadir di stadion langsung mencemooh keputusan wasit tersebut.
Setelah laga, sejumlah official Malut United mendatangi Thoriq Alkatiri karena merasa kesal atas keputusannya. Saat mereka berjalan perlahan menuju ruangan di area dalam stadion, para suporter yang tahu akan melewati lorong sebelum ke ruangan tersebut sudah memadati.
Melihat situasi yang mengancam, sejumlah steward datang memberikan perlindungan. Namun, seorang oknum suporter tuan rumah berhasil memukuli Thoriq Alkatiri dengan kain atau semacamnya. Ia terjatuh setelah dipukuli, tetapi dipaksa berdiri dan berlari kecil oleh steward.
Akhirnya, tim wasit memutuskan pulang meninggalkan Stadion Gelora Kie Raha, Ternate paling terakhir. Mereka pulang menaiki dua mobil yang dikawal beberapa mobil patroli dari kepolisian setempat.





