Perjumpaan yang Menggemparkan: Bernardo Tavares vs Jan Olde
Pertandingan antara Persebaya Surabaya melawan Dewa United di pekan ke-19 Super League 2025/2026 menjadi sorotan utama. Duel ini akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (1/2) malam, dan diprediksi berlangsung sengit karena mempertemukan dua pelatih dengan sejarah persaingan yang kuat, yaitu Bernardo Tavares dan Jan Olde Riekerink.
Kedua pelatih ini tidak asing satu sama lain dalam kompetisi elite nasional. Mereka telah bertemu lima kali saat Tavares masih melatih PSM Makassar, dengan masing-masing memiliki dua kemenangan dan satu pertandingan berakhir imbang. Rekam jejak pertemuan mereka menunjukkan duel strategi yang ketat dan penuh gengsi.
Dari lima laga tersebut, tim asuhan Bernardo Tavares mencetak sembilan gol dan hanya kebobolan tujuh kali dari tim racikan Jan Olde. Pertemuan pertama terjadi pada musim 2022/2023 pekan ke-27 ketika PSM Makassar menang 2-0 atas Dewa United. Duel itu menjadi awal dari rivalitas dua pelatih dengan filosofi permainan berbeda namun sama-sama menekankan organisasi tim.
Musim berikutnya, persaingan semakin memanas. Pada pekan kedua musim 2023/2024, Dewa United mencuri kemenangan 2-1 di kandang PSM Makassar, sebelum kedua tim bermain imbang 1-1 pada pertemuan selanjutnya di Tangerang.
Musim 2024/2025 menjadi saksi duel paling produktif antara keduanya. PSM Makassar sempat menang 3-1 di kandang sendiri, namun Jan Olde membalas dengan kemenangan dramatis 3-2 saat Dewa United menjadi tuan rumah.
Kini, rivalitas itu kembali tersaji dengan seragam berbeda di kubu Bernardo Tavares. Pelatih asal Portugal tersebut untuk pertama kalinya menghadapi Jan Olde sebagai juru taktik Persebaya Surabaya, membawa ekspektasi besar publik Bonek.
Persebaya Surabaya menyambut laga ini dengan persiapan serius di Lapangan ABC Kompleks Gelora Bung Tomo sejak Rabu (28/1) sore. Seluruh pemain mengikuti latihan, termasuk empat pemain asing rekrutan anyar yang mulai diintegrasikan ke dalam tim.
Sesi latihan difokuskan pada pemulihan fisik karena beberapa pemain belum berada dalam kondisi ideal. Bernardo Tavares menerapkan intensitas lebih tinggi bagi pemain yang belum sepenuhnya pulih, sambil tetap menjaga aspek recovery pasca pertandingan terakhir.
Selain kondisi fisik, transisi menyerang dan bertahan menjadi menu utama latihan. Organisasi permainan, baik defensif maupun ofensif, mendapat perhatian khusus mengingat karakter agresif yang kerap ditunjukkan Dewa United.
Bernardo Tavares melihat perkembangan positif dari tim asuhannya dalam beberapa hari terakhir. Dia menilai para pemain mulai memahami karakter satu sama lain dan menunjukkan peningkatan dibandingkan pekan sebelumnya.
”Saya percaya sekarang kita lebih baik. Para pemain semakin mengenal karakteristik rekan satu tim. Kita lebih baik dari minggu lalu dan targetnya adalah menjadi tim yang lebih baik dari hari ke hari,” ujar Bernardo Tavares.
Di sisi lain, Dewa United datang ke Surabaya dengan rasa percaya diri tinggi. Jan Olde Riekerink menilai performa timnya terus menunjukkan tren positif dan tinggal menunggu konsistensi poin di sisa kompetisi.
”Sejak laga terakhir, kami mencatatkan empat kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Ini hanya soal waktu hingga kami mendapatkan poin secara konsisten dan kembali ke performa yang seharusnya,” kata Jan Olde.
Mentalitas pemain menjadi aspek yang paling diapresiasi pelatih asal Belanda tersebut. Menurut dia, sikap tim di lapangan menjadi faktor kunci dalam menghadapi laga-laga sulit di Super League.
”Sikap dan mentalitas tim inilah yang membuat kami mampu memenangkan pertandingan. Sekali lagi, ini bukan laga yang mudah, dan saya juga memberikan pujian untuk Arema,” papar Jan Olde.
Pada pekan ke-18, Dewa United sukses meraih kemenangan 2-0 atas Arema FC di kandang sendiri. Dua gol Alex Martins menjadi bukti ketajaman lini depan yang siap mengancam pertahanan Persebaya Surabaya.
Dalam lima laga terakhir, Dewa United mencatat tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Catatan itu menunjukkan kestabilan performa yang membuat mereka tak bisa dipandang sebelah mata.
Jan Olde juga menyinggung pentingnya pengembangan Stadion Internasional Banten sebagai kandang tim. Ia berharap kondisi lapangan ke depan semakin mendukung identitas permainan Dewa United.
”Ini menjadi bahan evaluasi penting bagi kami. Ini adalah kandang kami dan stadion kami. Kami ingin bisa bermain sesuai identitas tim dan berharap ke depan ada perubahan,” jelas Jan Olde.
Duel di Gelora Bung Tomo bukan sekadar perebutan tiga poin. Head to Head Bernardo Tavares vs Jan Olde kembali menjadi panggung adu taktik, gengsi, dan konsistensi dua pelatih top Super League yang sama-sama ingin membuktikan superioritasnya.





