Pesan Menyentuh Andrew Jung untuk Bobotoh Setelah Kekalahan
Setelah kekalahan agregat 1-3 dari Ratchaburi FC di babak 16 besar AFC Champions League Two, striker Persib Bandung, Andrew Jung, memberikan pesan yang menyentuh kepada para Bobotoh. Laga leg kedua digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (18/2/2026). Meskipun Persib berhasil menang 1-0 di kandang, hasil tersebut tidak cukup untuk mengubah skor agregat yang sudah tertinggal 3-0 dari leg pertama.
Kericuhan terjadi di akhir laga, di mana sejumlah Bobotoh memasuki lapangan dan meluapkan emosi mereka. Aksi ini bahkan sampai membuat pemain Ratchaburi FC dan wasit lari terbirit-birit masuk ke ruang ganti. Andrew Jung turut merespons situasi ini dengan menurunkan tangan untuk menenangkan suasana.
Andrew Jung menjelaskan bahwa emosi yang berlebihan bisa berdampak negatif bagi klub. Ia meminta agar Bobotoh lebih mengendalikan diri dan tetap bersama-sama dalam dukungan.
“Setelah pertandingan, emosi memuncak dan situasi memburuk. Para pendukung masuk ke lapangan dan kembang api dilemparkan. Saya turun tangan untuk mencoba menenangkan keadaan dan mencegahnya semakin parah. Bukan untuk melawan siapa pun, tetapi untuk melindungi klub, tim, dan bahkan para pendukung itu sendiri. Jika situasi seperti ini terus berlanjut, sanksi akan diberlakukan. Denda. Pertandingan tanpa penonton. Dan itu menyakiti kita semua. Kita saling membutuhkan, di lapangan dan di tribun. Mari kita tetap kuat bersama, tetapi dengan tetap terkendali,” ujar Andrew Jung.
Kericuhan Akhir Laga
Laga yang seru dan atraktif harus dinodai oleh beberapa oknum Bobotoh yang meluapkan kekecewaannya dengan coba merangsek ke lapangan selepas laga. Selain itu, petasan juga turut memperparah suasana stadion. Di tengah momen ini, pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, dan beberapa pemain turut menunjukkan aksi heroik.
Alih-alih langsung ke luar lapangan dan masuk ruang ganti, Bojan Hodak dan beberapa pemain Persib Bandung justru memilih untuk menahan beberapa oknum Bobotoh yang hendak masuk ke lapangan. Terlihat jelas Bojan Hodak mendorong salah satu Bobotoh yang hampir melompat ke lapangan agar tidak jadi masuk. Dedi Kusnandar juga membantu menenangkan Bobotoh, sedangkan Eliano Reijnders ikut menenangkan Layvin Kurzawa dan memintanya untuk menjauhi kerumunan.
Meski telah dilerai oleh Bojan Hodak dan pemain lainnya, beberapa oknum Bobotoh justru melakukan pelemparan botol ke dalam rumput stadion. Hal ini memicu reaksi dari wasit dan pemain Ratchaburi FC yang langsung berlari keluar lapangan.
Wasit dan Pemain Ratchaburi FC Lari Terbirit-birit
Selepas laga, terlihat beberapa pemain Ratchaburi FC berlari keluar lapangan. Alasan di balik peristiwa ini adalah karena adanya lemparan petasan dan botol yang memasuki lapangan. Beruntung, aksi masuknya Bobotoh dapat diredam oleh Eliano Reijnders dan Federico Barba yang langsung meminta para suporter untuk tidak masuk lapangan.
Dosa Wasit di Laga Persib Bandung Vs Ratchaburi FC
Sayangnya, kans Persib Bandung terhenti karena sejumlah kesalahan wasit di laga kontra Ratchaburi FC. Beberapa dosa yang dilakukan oleh wasit Majed Al-Shamrani antara lain:
- Tendangan penjuru peluang Persib Bandung di babak pertama tidak diberi kesempatan.
- Kartu merah langsung terhadap Uilliam Barros tanpa pemeriksaan VAR.
- Asisten wasit sering membuat keputusan offside padahal ada VAR.
- Kaki pemain Ratchaburi FC terlalu tinggi hanya diberi kartu kuning tanpa pemeriksaan VAR.
- Adam Alis mendapat kesempatan, namun wasit terlalu cepat meniup peluit meskipun berdiri bebas.
- Duel udara antara Matricardi dan Gleyson, adu kepala namun ada indikasi pelanggaran dari striker Ratchaburi FC, tetapi tidak ada VAR.





