Wisata Bukit Tunggangan Paralayang di Trenggalek
Bukit Tunggangan Paralayang di Kabupaten Trenggalek menjadi salah satu destinasi wisata yang sangat diminati oleh para pengunjung. Objek wisata ini menawarkan pemandangan yang luar biasa, terutama saat matahari terbit dan matahari terbenam. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati gemerlap lampu kota dari ketinggian 250 mdpl. Dalam sebulan, jumlah pengunjung mencapai lebih dari 3.000 orang.
Keunikan Bukit Tunggangan Paralayang
Bukit Tunggangan Paralayang memiliki daya tarik tersendiri yang membuatnya menjadi favorit wisatawan. Pengelola, Muyajid, mengungkapkan bahwa keunikan objek wisata ini adalah kemampuannya untuk menyajikan pemandangan matahari terbit dan matahari terbenam yang indah. Selain itu, banyak pengunjung memilih datang pada malam hari untuk melihat gemerlap lampu kota dari atas bukit.
Pengelola juga menyediakan akses yang mudah bagi pengunjung. Pengunjung dapat membawa kendaraan pribadi hingga ke area atas. Jika tidak ingin berkendara sendiri, pengelola menyediakan layanan ojek swadaya masyarakat sekitar dengan tarif yang terjangkau.
Sejarah dan Perkembangan
Bukit Tunggangan Paralayang awalnya dibuka untuk kepentingan olahraga paralayang. Pada masa lalu, ada anggota Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) yang melakukan survei kelayakan medan di wilayah Kabupaten Trenggalek. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa Desa Kendalrejo adalah lokasi terbaik untuk aktivitas paralayang karena memiliki angin yang bagus.
Kepopuleran objek wisata ini bahkan pernah mencapai tingkat internasional. Pada tahun 2021, Bukit Tunggangan pernah menjadi tuan rumah ajang paralayang berskala internasional yang diikuti oleh peserta dari berbagai negara seperti Malaysia, Thailand, dan Kanada.
Kondisi Infrastruktur dan Harapan Pengelola
Meskipun objek wisata ini semakin ramai, pengelola masih menghadapi beberapa kendala infrastruktur. Salah satunya adalah kebutuhan air bersih dan fasilitas sanitasi seperti Mandi, Cuci, Kakus (MCK). Hingga saat ini, pengelola masih mendistribusikan air secara manual dari kaki bukit ke atas. Air bersih digunakan untuk kamar mandi dan toilet yang telah tersedia.
Muyajid berharap Pemerintah Kabupaten Trenggalek dapat memberikan perhatian lebih terhadap pembenahan infrastruktur penunjang di lokasi tersebut. Ia berharap Bukit Tunggangan bisa menjadi ikon paralayang baik regional maupun internasional.
Pengalaman Pengunjung
Salah satu pengunjung, Rista Vidya Titazahra (20), mengaku memilih menghabiskan waktu di Bukit Tunggangan untuk menikmati kesegaran udara dan pemandangan alam yang indah. Ia juga mengapresiasi langkah maju pengelola dalam membenahi akses jalan utama menuju destinasi tersebut.
Rista mengatakan kunjungan kali ini merupakan kedua kalinya setelah sekian lama absen. Ia merasa bahwa jalannya sudah jauh lebih baik dibanding dulu. Ia berharap objek wisata ini tetap bisa menjadi tempat yang nyaman dan menarik bagi pengunjung.
Informasi Tiket dan Parkir
Untuk masuk ke lokasi wisata ini, tidak ada harga tiket masuk (HTM). Pengunjung hanya perlu membayar parkir untuk sepeda motor sebesar Rp 2 ribu dan kendaraan roda empat sebesar Rp 5 ribu. Hal ini menjadikan Bukit Tunggangan sebagai destinasi wisata yang terjangkau dan mudah diakses oleh semua kalangan.
