Keindahan Kawah Putih yang Tetap Menarik Minat Wisatawan
Di kawasan Kawah Putih, Rancabali, Kabupaten Bandung, kabut tipis menyelimuti area tersebut. Antrean kendaraan mulai mengular sejak pagi hari. Objek wisata yang berada di ketinggian 2.194 meter di atas permukaan laut ini masih menjadi daya tarik utama bagi wisatawan dari berbagai daerah.
Memasuki awal tahun 2026, banyak wisatawan yang datang ke Kawah Putih. Mereka datang dengan berbagai jenis kendaraan, mulai dari kendaraan pribadi hingga bus pariwisata. Di depan loket masuk, wisatawan tampak berbaris rapi menunggu giliran untuk menuju puncak kawah. Beberapa dari mereka sibuk berbincang atau menghangatkan diri, sementara yang lain tidak melewatkan kesempatan untuk mengabadikan suasana pagi yang dingin.
Setelah sampai di sekitar kawah, aroma belerang mulai tercium cukup menyengat. Namun, hal itu tidak menyurutkan langkah pengunjung. Mereka justru langsung menuju danau purba berwarna hijau tosca yang menjadi ikon Kawah Putih. Kamera ponsel pun kembali terangkat, mengabadikan lanskap eksotis yang tersaji di hadapan mata.
Beberapa wisatawan memilih berjalan perlahan menyusuri area kawah, menikmati hawa sejuk pegunungan. Sementara yang lain larut dalam hiruk-pikuk pengunjung lain, suara tawa bercampur dengan kabut yang sesekali turun, menciptakan kesan magis nan menakjubkan.
Salah satu wisatawan yang terhipnotis oleh keindahan kawah adalah Sri Boemi (40). Bersama keluarganya, ia tidak henti-hentinya menurunkan ponselnya untuk mengabadikan gambar. Sesekali, ia terdiam memperhatikan sekeliling, dengan mata yang berbinar-binar.
Bagi Sri dan keluarganya, pengalaman berkunjung ke Kawah Putih merupakan hal yang baru. Sebab, di kota kelahirannya yaitu Bekasi, tidak ada hal indah seperti ini. Ia mengatakan bahwa dari Google, kawahnya terlihat kecil, ternyata luas banget dan tidak terduga.
Selama di area kawah, Sri tidak bisa berhenti mengucapkan “subhanallah”. Ia tidak menyangka keindahan alam seperti ini hadir karena fenomena menakutkan di masa lalu. Meskipun sesekali merasa mual dan pusing, ia dan keluarga tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini untuk terus menikmati keindahan alamnya.
“Worth it banget pokoknya. Engga sia-sia dateng ke sini jauh, liat kekuasaan tuhan dengan mata sendiri. Tapi lama kelamaan mah pusing juga. Secara keseluruhan mantap,” katanya.
Tidak hanya Sri dan keluarga, Efendi Gazali (33), wisatawan asal Tasikmalaya yang jauh-jauh niat berkunjung ke Kawah Putih. Dengan mengenakan jaket tebal, dirinya terlihat berdiam diri di atas batu besar. Sambil memasukkan tangan ke saku celana, Efendi mengamati sekeliling.
“Saya mah liat pemandangan saja. Biarin istri sama anak yang foto-foto. Saya cuma ngeliat pakai mata juga sudah bikin merinding liat keindahan kawah,” ucapnya.
Efendi menceritakan bahwa kunjungan ke Kawah Putih bukanlah hal yang pertama baginya. Dirinya sebelumnya pernah datang sebelum meminang istri. Walaupun begitu, berkunjung ke Kawah Putih tidak sekalipun membuat dirinya bosan. Terlebih kawah putih saat ini memiliki tempat baru yaitu “Sunan Ibu”.
“Kami mengalami peningkatan jumlah kunjungan yang cukup signifikan ke Kawah Putih, sekitar 25 sampai 30 persen. Itu persentase dibandingkan dengan kunjungan wisatawan tahun lalu,” ujar Bella Baroqah, Manager Cluster Ciwidey Perhutani Alam Wisata (Palawi).
Dari segi arus lalu lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung memprediksi arus balik libur Natal dan Tahun Baru 2026 akan terjadi mulai hari ini, Sabtu (3/1/2026). Di mana pada pagi hingga siang harinya, peningkatan volume kendaraan khususnya ke kawasan Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali (Pacira) serta Pangalengan akan tetap terjadi.
Namun menjelang sore hari hingga Minggu (4/1) siang, kendaraan arus balik dari Pacira ataupun Pangalengan menuju ke Bandung untuk pulang akan lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.





