Transformasi Pertanian: Peluang untuk Generasi Muda
Pertanian di Indonesia kini sedang mengalami transformasi yang signifikan, terutama dalam hal penggunaan teknologi modern dan penguatan rantai hilirisasi. Hal ini menjadi salah satu strategi utama untuk menjawab tantangan regenerasi petani yang semakin mendesak.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan bahwa sektor pertanian tidak lagi menjadi profesi konvensional yang tertinggal. Dengan adanya inovasi dan teknologi modern, peluang bisnis di bidang pertanian jauh lebih menjanjikan. Ia menegaskan bahwa ekosistem pertanian saat ini sudah sangat baik, mulai dari akses pupuk yang mudah dan terjangkau hingga kepastian pasar melalui offtaker.
Petro Agrifood Expo 2026 yang diselenggarakan oleh PT Petrokimia Gresik menjadi bukti nyata bahwa sektor pertanian bisa menjadi peluang besar bagi generasi muda. Acara ini menampilkan berbagai inovasi pertanian, termasuk UMKM, produk pasca panen, serta peralatan pendukung lainnya. Ada sebanyak 59 tenant yang ikut berpartisipasi dalam pameran tersebut.
Menurut Bupati Yani, kehadiran pameran ini juga menjadi wadah untuk memperlihatkan luasnya peluang di sektor pertanian. Ia menekankan bahwa sektor pertanian kini didukung oleh sistem yang lebih baik dan efisien. Dengan demikian, generasi muda diharapkan bisa melihat pertanian sebagai sebuah bisnis yang menguntungkan.
Potensi Komoditas Pertanian di Gresik
Salah satu contoh nyata dari potensi pertanian di Gresik adalah pengembangan lahan jeruk di Kecamatan Ujungpangkah. Di wilayah tersebut, terdapat sekitar 400 hektare lahan jeruk yang mulai dilihat sebagai peluang ekonomi, termasuk bagi UMKM. Bupati Yani menyampaikan bahwa masyarakat di sana mulai menyadari bahwa komoditas ini bisa menjadi sumber penghasilan yang cukup besar.
Pengembangan kawasan kebun jeruk ini membuktikan bahwa aktivitas pertanian memiliki nilai rantai ekonomi yang sangat luas. Mulai dari penyediaan sarana produksi, budidaya, pengolahan, hingga pemasaran, semua memberikan peluang usaha yang beragam. Bupati Yani optimistis bahwa anak muda yang terjun ke dunia tani modern akan memetik hasil finansial yang melimpah.
Peringatan Kementan Soal Ancaman Regenerasi Petani
Isu regenerasi tenaga kerja di bidang pangan kini telah memasuki fase yang membutuhkan penanganan mendesak. Direktur Pupuk, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI, Syamsuddin, menyatakan bahwa regenerasi petani menjadi salah satu tantangan penting dalam pembangunan sektor pertanian.
Daya tarik finansial menjadi kunci utama untuk menarik minat para pemuda agar mau berbisnis di bidang ini. Menurutnya, generasi muda akan tertarik masuk ke sektor pertanian apabila melihatnya sebagai usaha yang mampu memberikan keuntungan. Oleh karena itu, cara pandang terhadap profesi petani juga perlu berubah.
“Kita tidak boleh lagi melihat petani dengan bahasa petani masa lalu. Petani itu harus menjadi pengusaha tani,” kata Syamsuddin.
Penerapan alat-alat modern berbasis mekanisasi menjadi jawaban mutlak untuk mengikis stigma negatif pertanian masa lalu. Syamsuddin juga mengatakan bahwa modernisasi pertanian menjadi salah satu upaya penting untuk menarik minat generasi muda. Penggunaan traktor, combine harvester, alat tanam, hingga teknologi pengendalian hama dan penyakit membuat proses pertanian menjadi semakin efisien.
Kondisi Demografi Petani Indonesia
Kondisi demografi petani Indonesia saat ini memperlihatkan sinyal bahaya yang harus segera diantisipasi. Dari sekitar 29 juta lebih petani atau pengusaha tani perorangan, sekitar 67 persen di antaranya berusia 45 tahun ke atas. Persentase usia lanjut itu menjadi alarm keras bagi ketahanan pangan nasional di masa mendatang.
“Ini warning. Kalau Pemerintah tidak menyiapkan regenerasi petani dengan baik, nanti petani kita tinggal yang umur-umur tua,” katanya.
Pemerintah terus memacu integrasi teknologi modern agar sektor usaha ini berdaya saing tinggi. Karena itu, menurut Syamsuddin, sektor pertanian harus terus didorong menjadi bidang usaha yang modern dan menguntungkan. Dengan dukungan teknologi dan peralatan yang memadai, generasi muda memiliki peluang untuk mengelola usaha tani secara lebih efisien dan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
