Pinkan Mambo dan Kehidupan Baru sebagai Pengamen Jalan
Pinkan Mambo, penyanyi yang dikenal dengan lagu-lagunya seperti “Kekasih yang Tak Dianggap”, kini menjadi sorotan publik setelah banting setir menjadi pengamen di jalanan. Banyak orang mengira bahwa ia melakukan ini karena sepi tawaran job di panggung. Namun, anggapan tersebut dibantah oleh suaminya, Arya Khan.
Menurut Arya Khan, Pinkan masih menerima banyak tawaran untuk bernyanyi. Namun, ia lebih memilih untuk tidak menerima tawaran yang dirasa merendahkan. “Sebenarnya dia gampang cari uang, kalau mau dengan budget Rp30 juta, Rp20 juta, dia gampang nyanyi di kafe, tapi dia pernah ngomong sama aku kalau dia itu nggak mau direndahkan,” ujarnya.
Arya juga menjelaskan bahwa Pinkan memiliki prinsip yang kuat dalam hidupnya. Ia lebih memilih untuk mengais rezeki melalui usaha sendiri dan konten kreator di TikTok. “Dia punya prinsip yang kuat, dari pada itu dia pilih TikTokan, usaha sendiri, buat apa ada brand besar manggil gue dengan bayaran segitu dengan kata-kata yang nggak enak, ngerendahin,” tambahnya.
Perjalanan Pinkan dari Penyanyi ke Konten Kreator
Perubahan Pinkan menjadi pengamen di jalanan dimulai setelah ia pulang dari Amerika Serikat dan mengalami ujian finansial. Saat itu, ia banyak menerima kata-kata yang dianggap merendahkan. “Aku ambil kesimpulan, (dia nggak mau nyanyi lagi) karena banyak dihina dulunya, direndahkan.”
Ia juga mengisahkan saat Pinkan sempat menjajakan pisang goreng di pasar. “Waktu dulu dia ke Amrik pulang-pulang ambruk, dagang pisang goreng. Nah, dari situ kan orang pada menghina dia gimana-gimana. Aku tahu aku makanya aku bilang dia punya trauma yang sangat besar dalam hidupnya,” katanya.
Arya Khan Rela Jual Aset demi Anak Sambung
Selain mengurus bisnis dan konten kreator, Arya Khan juga rela menjual asetnya demi membantu istrinya membiayai pengobatan anak sambungnya, Luke. Luke sempat menderita penyakit serius, yaitu lemah otot jantung (kardiomiopati), dan berobat ke Singapura.
Kondisi Luke sempat kritis hingga didiagnosa dokter bertahan hidup hanya beberapa hari. Setelah menjalani pengobatan di Singapura, kondisi Luke dikabarkan mulai membaik. Biaya pengobatan yang dikeluarkan Pinkan tentu sangat besar, sehingga Arya Khan menjual dua mobil pribadinya.
“Aku waktu itu ada mobil sekitar dua sampai tiga. Aku jual semua, aku jual mobil aku untuk bolak-balik ke Singapur waktu Luke sakit,” ujarnya.
Biaya yang dikeluarkan Arya digunakan untuk keperluan hidup selama di Singapura. “Bolak-bolak ke Singapur aja, buat biaya hidup di Singapur,” bebernya.
Sementara untuk biaya pengobatan, pihak rumah sakit memberikan kelonggaran sehingga dapat dibayarkan melalui sistem cicil. “Walaupun kita di Singapur nyicil pengobatannya,” paparnya.





