Berita Terpopuler di Kalimantan Timur
Beberapa artikel mengenai peristiwa atau informasi terkini di kota dan kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur menjadi berita populer dalam 24 jam terakhir hingga hari ini, Jumat (3/4/2026). Berikut tiga berita paling populer di Kalimantan Timur:
1. Fakta di Balik Tutupnya RM Tahu Sumedang di Jalan Balikpapan-Samarinda Km 50, Masuk Kawasan Tahura
Penutupan RM Tahu Sumedang yang berada di jalan poros Balikpapan-Samarinda km 50, Senin (30/3/2026) menjadi viral di media sosial (medsos). Lokasi RM Tahu Sumedang yang berada di jalan poros yang menghubungkan Balikpapan-Samarinda, dua kota terbesar di Provinsi Kalimantan Timur, menjadi favorit mereka yang melintas.
Apalagi RM Tahu Sumedang ada di dua sisi jalan sehingga memudahkan warga dari arah Balikpapan ataupun dari arah Samarinda yang ingin singgah hanya untuk sekadar mencari oleh-oleh atau bersantap sembari beristirahat. RM Tahu Sumedang ini mulai berdiri sejak tahun 2007.
Kini, setelah tutup kawasan RM Tahu Sumedang terlihat ditutupi seng. Video kawasan RM Tahu Sumedang yang kini tutup ini ramai mendapat komentar dari warga. Salah satunya diunggah akun Instagram @balikpapances_ pada Selasa (1/4/2026). Terlihat pagar seng berwarna biru dan abu-abu dipasang mengelilingi area, lengkap dengan pembatas jalan berupa kerucut lalu lintas.
Bangunan warung masih berdiri, namun tidak lagi beroperasi seperti sebelumnya. Suasana yang dulu ramai oleh pengunjung kini berubah menjadi lengang. Tidak terlihat aktivitas jual beli maupun kendaraan yang berhenti di lokasi tersebut. Unggahan video tersebut langsung viral dan dibanjiri komentar. Banyak netizen mengungkapkan kenangan mereka saat pernah singgah di lokasi tersebut.
Sebagian mengaku sering berhenti di sana saat perjalanan jauh, sementara lainnya mengenang suasana ramai yang kini sudah tidak terlihat lagi. Penutupan ini pun menjadi perbincangan hangat, terutama bagi masyarakat yang sering melintasi jalur tersebut.
Fakta di Balik RM Tahu Sumedang yang Kini Tutup
Kawasan RM Tahu Sumedang di jalan poros Balikpapan-Samarinda ini juga masuk areal Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto. Fakta ini diungkap Irjen Pol Edgar Diponegoro, Staf Khusus Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bidang Keamanan dan Keselamatan Publik. Lokasi kawasan RM Tahu Sumedang ini berada di kawasan besar Ibu Kota Nusantara (IKN) Kaltim.
Edgar menegaskan, secara hukum kawasan tersebut merupakan hutan konservasi yang tidak diperbolehkan untuk aktivitas usaha. “Sesuai yang pernah saya sampaikan bahwa posisi RM Tahu Sumedang itu berada di kawasan hutan konservasi Bukit Soeharto yang secara hukum tidak diperbolehkan,” ujarnya kepada Infomalangraya.net, Rabu (1/4/2026).
Dari arsip pemberitaan Infomalangraya.net, sekitar tahun 2018 lalu, Dinas Kehutanan Kaltim sudah memberikan peringatan untuk menutup RM Tahu Sumedang untuk mengatasi kerusakan di Tahura Bukit Soeharto.
Apresiasi kepada Pemilik Usaha
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pemilik usaha yang secara sukarela menghentikan aktivitasnya tanpa adanya paksaan. “Saya menyampaikan rasa hormat kepada pemilik rumah makan tersebut yang secara sadar mengakhiri aktivitasnya untuk menjadi contoh bagi masyarakat lainnya,” tambahnya.
Menurut Edgar, langkah ini menjadi bagian penting dalam penataan kawasan penyangga IKN Nusantara, khususnya dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mendukung target pemulihan kawasan hutan. Penutupan usaha di kawasan tersebut juga menjadi contoh pendekatan persuasif yang dikedepankan dalam penegakan hukum di wilayah IKN, dengan mengutamakan edukasi dan kesadaran masyarakat.
Ia berharap, langkah serupa dapat diikuti pihak lain yang masih beraktivitas di kawasan terlarang, demi mendukung pembangunan IKN yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Selain itu, ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat untuk mematuhi aturan, terutama di kawasan konservasi yang memiliki fungsi vital bagi ekosistem.
2. Kebakaran di Desa Kedang Murung, Kota Bangun Kukar, 3 Bangunan Hangus Terbakar
Kebakaran melanda permukiman warga di RT 08, Desa Kedang Murung, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (2/4/2026) sore. Tiga bangunan dilaporkan hangus terbakar dalam peristiwa tersebut.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 15.00 WITA itu dengan cepat membesar, dipicu material bangunan yang didominasi kayu serta hembusan angin di lokasi kejadian. Warga sempat berupaya melakukan pemadaman secara mandiri sebelum petugas tiba.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kukar, Fida Hurasani, mengungkapkan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 15.15 WITA dari warga setempat. “Setelah menerima laporan, tim dari Pos Damkar Kota Bangun langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan,” ujarnya.
Saat petugas tiba, dua unit rumah warga dan satu bangunan rumah walet sudah dilalap api. Proses pemadaman pun langsung dilakukan untuk mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitarnya. Setelah berjibaku selama hampir satu jam, api akhirnya berhasil dikendalikan pada pukul 16.04 WITA.
Akibat kejadian tersebut, tiga kepala keluarga dengan total sembilan jiwa terdampak. Satu orang dilaporkan mengalami luka ringan. Fida juga menambahkan bahwa proses pemadaman tidak berjalan mulus karena keterbatasan akses menuju lokasi. “Akses jalan yang sempit menjadi kendala bagi armada pemadam untuk menjangkau titik api secara maksimal,” jelasnya.
Saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Pihak berwenang juga masih melakukan pendataan untuk mengetahui total kerugian yang ditimbulkan akibat insiden tersebut.
3. Resmi Harga LPG 5,5 KG dan 12 Kg Mulai 1 April 2026 untuk Kaltim dan Seluruh Wilayah Indonesia
PT Pertamina Patra Niaga telah merilis harga elpiji untuk dua ukuran yakni 5,5 kg dan 12 kg yang berlaku mulai 1 April 2026. Melihat daftar harga LPG Pertamina untuk 5,5 kg dan 12 kg yang berlaku mulai 1 April 2026, tidak mengalami perubahan. Tidak adanya kenaikan harga LPG Pertamina untuk 5,5 kg dan 12 kg telah dikonfirmasi Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun.
Selasa (31/3/2026), Roberth MV Dumatubun mengatakan, “Enggak ada (informasi perubahan harga per 1 April).” Roberth mengatakan harga LPG 5,5 kg dan 12 kg sudah lama tidak mengalami perubahan. Merujuk laman PT Pertamina Patra Niaga, besaran harga untuk kedua ukuran LPG tersebut terakhir kali mengalami perubahan atau update pada November 2023.
Untuk wilayah Kaltim, berikut daftar harga LPG Pertamina:
– Harga elpiji 5,5 kg: Rp 97.000
– Harga elpiji 12 kg: Rp 202.000
