JAKARTA, Infomalangraya.net
– Memasuki tahun 2026, pasar mobil bekas diprediksi akan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pilihan mobil semakin beragam, dan banyak orang mulai mempertimbangkan merek asal Tiongkok.
Agus Focus, Kepala Bursa Otomotif Mangga Dua Square menjelaskan bahwa permintaan mobil bekas di awal tahun ini sudah menunjukkan tanda-tanda positif. Merek-merek Tiongkok juga mulai diminati oleh para pembeli.
“Saya rasa tahun 2026 akan lebih baik dibandingkan 2025. Di awal tahun ini saja sudah ada cukup banyak yang bertanya, harapan saya ke depannya akan semakin banyak peminat,” ujar Agus kepada Infomalangraya.net, Jumat (2/1/2026).
Menurut Agus, mobil Tiongkok di pasar mobil bekas kini memiliki banyak pilihan. Beberapa merek yang sedang populer seperti BYD, Denza, Wuling, hingga Aion sudah tersedia di pasar.
“Itu (BYD dan Denza) harga mobil seken dan baru tidak terlalu jauh. Wuling juga masih oke untuk pilihan mobil menengah ke bawah. Aion juga ada, dan lumayan laku,” tambah Agus.
Selain itu, mobil dari Eropa masih memiliki peminat, meskipun kelasnya berbeda dengan mobil Tiongkok dan Jepang. Namun, porsi mobil Jepang di pasar mobil bekas mulai tergerus.
“Saya rasa yang pertama kali terkena dampaknya adalah Honda. Mazda sudah beberapa tahun terakhir mengalami penurunan, begitu juga dengan Nissan yang sudah lebih lama,” kata Agus.
Menurutnya, permintaan mobil Honda di pasar mobil bekas akan mengalami penurunan pada tahun ini. Hal ini bisa menjadi indikasi pergeseran preferensi konsumen terhadap merek mobil yang lebih murah dan memiliki variasi pilihan yang lebih luas.
Tren Pasar Mobil Bekas Tahun 2026
Berikut beberapa tren yang terlihat di pasar mobil bekas pada awal tahun 2026:
-
Meningkatnya minat terhadap mobil Tiongkok
Merek seperti BYD, Denza, Wuling, dan Aion semakin diminati karena harga yang kompetitif dan variasi model yang beragam. -
Pembelian mobil Eropa tetap stabil
Meski tidak sebesar mobil Tiongkok dan Jepang, mobil Eropa masih memiliki penggemarnya sendiri, terutama untuk konsumen yang mencari kualitas dan kenyamanan. -
Penurunan permintaan mobil Jepang
Merek seperti Honda dan Mazda mengalami penurunan permintaan, sementara Nissan juga mulai kehilangan pangsa pasarnya. -
Perubahan preferensi konsumen
Konsumen mulai beralih ke merek yang lebih murah dan memiliki harga yang relatif lebih terjangkau, terutama mobil Tiongkok yang menawarkan fitur modern dengan harga yang kompetitif.
Kesimpulan
Tahun 2026 membawa harapan baru bagi pasar mobil bekas di Indonesia. Dengan semakin banyaknya pilihan mobil, terutama dari merek Tiongkok, konsumen kini memiliki lebih banyak opsi untuk dipilih. Meski demikian, mobil Eropa dan Jepang masih memiliki peran penting dalam pasar, meski pengaruhnya mulai berkurang. Perkembangan ini menunjukkan bahwa tren pasar mobil bekas terus berubah sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen.




