Ketegasan Penegakan Hukum di Kawasan Sungai Waitomu
Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum, Mayjen TNI (Purn.) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, memberikan penegasan penting terkait polemik pembangunan yang terjadi di kawasan Sungai Waitomu. Menurut pandangannya, permasalahan yang mencuat ini tidak sekadar berputar pada persoalan teknis perizinan semata, melainkan menyangkut prinsip fundamental mengenai kepatuhan seluruh institusi negara terhadap hukum dan peraturan perundang-undanganyang berlaku di Indonesia.
Dalam keterangannya, Arnold menekankan bahwa tidak ada satu pun lembaga atau institusi di negeri ini yang mendapatkan keistimewaan atau pengecualian dalam menjalankan suatu kegiatan pembangunan, termasuk di dalamnya adalah institusi militer seperti TNI. Seluruh rangkaian aktivitas pembangunan wajib hukumnya untuk selalu mengacu dan tunduk pada koridor hukum yang sah.
- Semua institusi negara diwajibkan taat kepada aturan yang berlaku di Indonesia.
- Proyek pembangunan di kawasan Waitomu dinilai telah banyak mengabaikan berbagai ketentuan hukum yang semestinya dipatuhi.
- Alasan memberikan manfaat kepada masyarakat tidak bisa dijadikan pembenaran untuk mengesampingkan aturan yang berlaku.
Lebih lanjut, Arnold juga menepis anggapan yang menyebutkan bahwa proyek pembangunan tersebut merupakan bagian dari program resmi institusi TNI. Berdasarkan mekanisme yang ada, setiap program resmi yang dijalankan oleh institusi negara harus melalui tahap perencanaan yang matang, pembiayaan yang bersumber dari negara, serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga apabila bersentuhan langsung dengan undang-undang.
Batas Kewenangan dan Tugas Pemerintah Daerah
Menyoroti alasan penataan kawasan yang kerap dijadikan dalih dalam proyek tersebut, Arnold menyatakan bahwa alasan estetika kota, penataan kawasan, maupun fasilitas untuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tidak bisa dijadikan pembenaran untuk menutup badan alur sungai. Penutupan badan air merupakan pelanggaran yang tetap harus ditindak sesuai ketentuan hukum.
Arnold menegaskan bahwa penataan kota maupun wilayah bukan merupakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dari TNI, melainkan ranah tanggung jawab penuh dari pemerintah daerah setempat. Dalam hal ini, langkah yang diambil oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku sudah sangat tepat karena menjalankan kewenangannya secara profesional. BWS Maluku telah memberikan masukan hingga melayangkan surat peringatan agar aktivitas pembangunan yang bermasalah tersebut segera dihentikan dan dibongkar.
Polemik ini sendiri bermula ketika proyek pembangunan di bantaran Sungai Waitomu mendapat sorotan tajam dari publik. BWS Maluku tercatat telah mengirimkan surat peringatan hingga tahap ketiga kepada pihak Kodam XV/Pattimura. Langkah tegas ini diambil karena proyek tersebut dinilai memanfaatkan badan sungai secara ilegal tanpa mengantongi izin yang sah. Di sisi lain, pihak Kodam XV/Pattimura melalui Kapoksahli Pangdam XV/Pattimura, Brigjen TNI Julius Jolly Suawa, sempat menyatakan bahwa pembangunan Jembatan Waitomu merupakan wujud pengabdian prajurit untuk mendukung penataan kawasan serta memberikan kemaslahatan bagi masyarakat luas.
Profil Singkat dan Rekam Jejak Mayjen Purnawirawan Arnold Ritiauw
Di tengah sorotan publik terhadap polemik pembangunan di kawasan Sungai Waitomu, sosok Mayjen TNI (Purn.) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw menarik untuk disimak lebih dekat. Berdasarkan catatan biografinya, Jenderal bintang dua ini lahir di Ambon, Maluku, pada tanggal 10 Maret 1969, dengan akar keluarga yang berasal dari daerah Teon Nila Serua, Maluku Tengah. Dalam kehidupan rumah tangganya, ia menikah dengan Desy Olivia Silooy yang juga berasal dari Ambon.
Karier militer Arnold bermula dari pendidikannya di Akademi Militer (Akmil). Ia merupakan lulusan Akmil angkatan tahun 1991, satu angkatan dengan sejumlah perwira tinggi TNI AD lainnya, seperti Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Letjen TNI Teguh Pudjo Rumekso. Selama berdinas di militer, Arnold pernah mengemban sejumlah jabatan strategis, di antaranya adalah sebagai Komandan Korem (Danrem) 151/Binaiya di Ambon serta dipercaya menjabat sebagai Gubernur Akmil pada periode 2024 hingga 2025. Puncak pengabdiannya di bidang birokrasi pemerintahan dilanjutkan ketika ia dilantik sebagai Dirjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum pada 1 Mei 2026.
Riwayat Pendidikan Militer
Untuk menunjang profesionalisme dan karier militernya di lingkungan TNI Angkatan Darat, Arnold telah melewati berbagai jenjang pendidikan dan pelatihan kemiliteran yang sangat ketat. Perjalanan panjang pendidikannya tersebut mencakup:
- Pendidikan Dasar dan Kecabangan:
- Sussarcab Zeni (1991)
- Pendidikan Komando (1993)
- Pendidikan Para Dasar (1994)
- Pendidikan Lanjutan Perwira:
- Selapa Zeni (1998)
- Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat / Seskoad (2005)
- Sekolah Staf dan Komando / Sesko TNI (2015)
- Kursus Kepemimpinan dan Jabatan:
- Sus Danyon (2007)
- Sus Dandim (2008)
- Sus Kat Jemen Hanneg (2014)
- Sus Danrem (2018)
Seluruh rangkaian pendidikan dan penugasan yang telah dilalui ini membentuk kompetensi kepemimpinan yang matang bagi Arnold Ritiauw, baik dalam kapasitasnya sebagai prajurit TNI di masa lalu maupun saat memimpin Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum saat ini.
Rekam Jejak dan Riwayat Jabatan Mayjen TNI Arnold Ritiauw
Perjalanan karier militer Mayjen TNI Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw di jajaran Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) terbilang sangat panjang, berliku, dan penuh dengan berbagai penugasan penting. Sebagai seorang perwira tinggi yang berpengalaman, ia telah melewati berbagai medan penugasan mulai dari satuan elite baret merah hingga berbagai posisi komando kewilayahan serta lembaga pendidikan militer prestisius.
Berikut adalah rincian lengkap mengenai rekam jejak dan riwayat jabatan yang pernah diemban oleh Mayjen TNI Arnold Ritiauw sepanjang pengabdiannya:
-
Awal Karier di Satuan Elite Kopassus
- Dan Unit 3/2 Yon Grup 1 Kopassus
- Pasi 4/Log Yon-12 Grup 1 Kopassus
- Kasi 4/Log Grup 1 Kopassus
- Kazi Grup 1 Kopassus
-
Penugasan Staf dan Komando Batalyon
- Ps. Pabandya Logwil Slogdam
- Komandan Batalyon Zeni Tempur (Danyonzipur) 3/Yudha Wyogrha (2007)
- Dansatgas Zeni TNI Konga XX-G/Monuc (2009)
- Dandim 0609/Kabupaten Bandung (2010)
- Pabandya 2/Anev Spaban V/Dalprog Srenad
-
Penugasan di Tanah Papua dan Maluku
- Kainfolahtadam XVII/Cenderawasih (2013)
- Aslog Kasdam XVII/Cenderawasih (2014)
- Staf Ahli Pangdam XVI/Pattimura Bidang Manajemen Sishanneg (2016)
-
Pengabdian sebagai Komandan Korem (Danrem)
- Kasrem 121/Alambhana Wanawai (2017)
- Danrem 133/Nani Wartabone (2018)
- Danrem 151/Binaiya (2020)
-
Mutasi ke Kostrad dan Akademi Militer
- Ir Divif 3/Kostrad (2022)
- Inspektur Akademi Militer (Akmil) (2024)
- Gubernur Akmil dengan pangkat Mayor Jenderal TNI
Transisi Menuju Pengabdian di Luar Struktur Militer Murni
Memasuki fase-fase akhir masa kedinasan aktifnya di militer, Mayjen TNI Arnold Ritiauw mendapatkan kepercayaan untuk mengemban tugas-tugas strategis yang bersifat lintas instansi dan lembaga negara. Pengalaman manajerial, kepemimpinan, serta keahlian strategis yang ia miliki menjadikannya figur yang dinilai tepat untuk menduduki posisi-posisi krusial di luar institusi pertahanan konvensional.
-
Penugasan di Lemhannas
Satu tahun setelah memimpin lembaga pendidikan pencetak perwira muda TNI AD, ia dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Tenaga Ahli Pengajar Bidang Strategi di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Posisi ini menuntut pemahaman mendalam mengenai geopolitik, geostrategi, serta ketahanan nasional secara komprehensif.
-
Staf Khusus Kasad
Pada Maret 2026, Mayjen TNI Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw resmi mengemban jabatan sebagai Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad). Penugasan khusus ini sekaligus menjadi jembatan bagi dirinya untuk mengabdikan diri di kementerian atau lembaga negara lainnya.
-
Pelantikan sebagai Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU
Puncak penugasannya di luar struktur militer murni ditandai dengan pelantikannya secara resmi oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo. Mayjen TNI (Purn) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw dipercaya untuk memegang tongkat estafet kepemimpinan sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PU. Prosesi pelantikan penting ini dilangsungkan pada Jumat, 1 Mei 2026, di mana ia siap membawa pengalaman kepemimpinan militernya untuk mengelola sektor strategis pengelolaan sumber daya air demi kepentingan masyarakat luas di seluruh wilayah Indonesia.
