Ringkasan Berita:

  • Sumpah Pemuda & Edukasi: Refleksi budaya Meruwat Indonesia digelar khidmat di Makam WR Soepratman, bersanding dengan pameran sekolah unggulan di Galaxy Mall Surabaya.
  • Seni Rupa Kelas Dunia: Eksplorasi 500 mahakarya ARTSUBS 2026 di Balai Pemuda serta pembukaan pameran tunggal Moelyono di Orasis Art Space CitraLand.
  • Kota Aman & Kondusif: Surabaya sangat tertib nihil aksi demo; nikmati penutupan Rakornas ISMI di Shangri-La dan rekreasi Dinosaurus di Grand City Convex.

Infomalangraya.net, Surabaya –Kota Surabaya pada hari Rabu, 28 Oktober 2026, memancarkan gelora kebangsaan yang berpadu selaras dengan dinamika seni budaya, edukasi keluarga, dan geliat ekonomi kreatif berkelas nasional.

Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Kota Pahlawan diselimuti atmosfer persatuan yang kokoh melalui upacara bendera kenegaraan, pergelaran tradisi di makam pencipta lagu kebangsaan, pameran pendidikan unggulan di pusat perbelanjaan, hingga perhelatan seni rupa kontemporer terbesar.

Dari pantauan ketertiban dan keamanan wilayah, situasi Kota Surabaya dipastikan dalam kondisi yang sangat kondusif, tertib, dan damai.

Peringatan Sumpah Pemuda berlangsung khidmat di halaman Balai Kota Surabaya maupun instansi pemerintahan tanpa adanya gejolak aksi unjuk rasa besar yang menutup jalur protokol.

Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini mendapatkan sentuhan istimewa melalui panggung kebudayaan bertajuk “Meruwat Indonesia” yang digelar sore hingga malam nanti di Makam Pahlawan Nasional WR Soepratman, Jalan Kenjeran Nomor 412, Rangkah, Tambaksari.

Acara yang digagas koalisi pegiat budaya bersama Surabaya Digital City ini mengajak generasi muda mengenang kembali jejak pertama berkumandangnya lagu Indonesia Raya pada Kongres Pemuda 1928 melalui sajian Teater Mantra Doa Tolak Balak dan diskusi reflektif lintas generasi.

Di jantung kota, Kompleks Balai Pemuda di Jalan Gubernur Suryo Nomor 15 tetap menjadi pusat perhatian para penikmat estetika melalui pameran seni rupa akbar “ARTSUBS 2026”.

Memasuki pekan-pekan krusial penyelenggaraannya bertema “Border, Threshold, and Beyond”, perhelatan yang menampilkan 500 karya instalasi, seni kinetik, patung monumental, dan lukisan karya 120 seniman nasional ini terus dibanjiri pengunjung. Galeri bawah tanah Alun-Alun Surabaya menjadi ruang perjumpaan seni rupa kontemporer yang memikat warga dari berbagai daerah.

Bagi para orang tua dan keluarga di kawasan Surabaya Timur, Galaxy Mall yang beralamat di Jalan Dharmahusada Indah Timur Nomor 35-37 menjadi rujukan penting melalui gelaran pameran pendidikan di Galaxy Exhibition Center Lantai 6.

Ajang pameran edukasi ini mempertemukan puluhan yayasan dan institusi pendidikan favorit dari jenjang dasar hingga menengah atas, seperti SMAK Frateran, SMPK Angelus Custos, dan unit pendidikan Stella Maris. Orang tua dapat berkonsultasi langsung mengenai program kurikulum, pembentukan karakter anak, fasilitas sekolah, hingga beasiswa tahun ajaran baru.

Eksplorasi seni visual di Surabaya semakin semarak dengan dibukanya pameran tunggal seniman legendaris Moelyono bertajuk “Solo Exhibition Moelyono” mulai hari ini di Orasis Art Space, Jalan Galeria Bukit Golf Nomor 11, CitraLand.

Pameran yang mengangkat tema seni rupa penyadaran dan advokasi sosial ini memberikan alternatif ruang apresiasi berbobot bagi kalangan akademisi dan pemerhati kebudayaan di Surabaya Barat.

Bagi keluarga yang mencari hiburan edukatif prasejarah, kawasan Grand City Convex di Jalan Gubeng Pojok Nomor 1 masih menghadirkan “Festival Dunia Dinosaurus Surabaya 2026”.

Replika dinosaurus animatronik raksasa yang bersuara dan bergerak interaktif di dalam Exhibition Hall menjadi destinasi favorit anak-anak dan pelajar untuk berwisata sambil mempelajari sains purbakala di sela-sela waktu luang sekolah.

Kawasan Surabaya Barat juga diramaikan oleh wisata malam tematik di Food Junction Grand Pakuwon, Banjar Sugihan, Tandes. Memasuki hari-hari terakhir penyelenggaraan “Floating Market: The Moonlight Seoul”, pengunjung dapat menikmati eksotisme danau buatan berhias lampion Korea, menyewa pakaian tradisional Hanbok, dan mencicipi ragam jajanan street food khas mancanegara di tepi danau yang berangin sejuk.

Saat senja beralih ke malam, koridor pedestrian Jalan Tunjungan kembali menyala lewat agenda harian “Tunjungan Romansa”. Dihiasi temaram lampu kota klasik berlatar bangunan bersejarah peninggalan kolonial, masyarakat dapat berjalan santai sembari menikmati alunan musik jalanan dan aneka sajian kuliner UMKM khas Surabaya.

Kelancaran transportasi publik Suroboyo Bus dan Feeder WiraWiri memastikan mobilitas warga terhubung nyaman di seluruh penjuru kota pada hari yang penuh inspirasi ini.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version