Infomalangraya.net, JAKARTA – Geely, salah satu perusahaan mobil swasta terbesar asal Tiongkok yang kini tengah bersaing dengan BYD dalam skala global. Mobil listrik dari merek Geely hadir di jalanan Indonesia dan berada di antara merek-merek besar lainnya dari Tiongkok seperti BYD dan Chery.
Geely Group, yang merupakan induk perusahaan Geely, memiliki berbagai sektor usaha lainnya, termasuk bisnis transportasi daring dan satelit luar angkasa. Perusahaan ini didirikan oleh Li Shufu atau dikenal sebagai Eric Li pada tahun 1986. Awalnya bernama Zhejiang Geely Holding, kemudian anak perusahaan Geely Auto didirikan pada tahun 1997 dan kini menjadi salah satu raksasa otomotif.
Geely Auto memulai produksinya pada tahun 1999 dengan menghasilkan van kecil. Namun, produk mereka baru bisa dirilis di pasar tiga tahun setelahnya, yaitu pada tahun 2002. Pada Agustus 2010, Eric Li berhasil membawa Geely Auto mengakuisisi perusahaan mobil Volvo dari Ford setelah beberapa kali percobaan sejak tahun 2002.
Pembelian tersebut dilakukan dengan biaya sebesar US$1,5 miliar secara tunai. Meskipun telah membeli perusahaan tersebut secara utuh, Eric Li tetap menjunjung tinggi nama besar Volvo. Dalam wawancaranya, ia menyatakan bahwa “Volvo adalah Volvo, dan Geely adalah Geely. Volvo dan Geely seperti saudara, bukan ayah dan anak.”
Untuk mendukung pengembangan mobil listrik mereka, Geely mengoperasikan layanan transportasi online bernama Cao Cao Auto. Layanan ini didukung oleh submerek khusus kendaraan listrik dari Geely yang akan diluncurkan pada tahun 2025. Bahkan, untuk pengembangan penuh mobil listrik di dalam negeri, Geely telah membuka 5000 stasiun penukaran baterai secara global pada tahun 2025.
Profil Singkat Eric Li, Pendiri Geely
Li Shufu atau lebih dikenal dengan nama Eric Li lahir pada tahun 1968 di Hangzhou, Tiongkok. Ia berasal dari lingkungan keluarga sederhana, bahkan terbilang miskin saat itu. Sayangnya, tidak banyak informasi yang dapat menjelaskan bagaimana titik balik Eric Li bisa menjadi salah satu pebisnis sukses di Tiongkok.
Eric Li menempuh pendidikan tinggi dan meraih gelar Master of Science di Universitas Yanshan, Tiongkok. Ia mendapat julukan Henry Ford-nya Tiongkok karena berhasil mengakuisisi merek besar Eropa seperti Volvo dari Swedia serta beberapa saham kepemilikan Lotus dari Inggris.
Menurut laporan Forbes Real Time, pada Rabu (15/4/2026), kekayaan Eric Li mencapai US$21,7 miliar dan menempati urutan ke-123 orang terkaya di dunia serta urutan ke-19 di Tiongkok sejak tahun 2025.





