Nama Thomas Djiwandono Menjadi Sorotan
Nama Thomas Djiwandono kini menjadi perhatian publik setelah Presiden Prabowo Subianto mengajukan dirinya sebagai salah satu calon Deputi Gubernur Bank Indonesia. Pengajuan ini menempatkan Wakil Menteri Keuangan yang akrab disapa Tommy dalam posisi strategis di jantung kebijakan moneter nasional.
Pencalonan ini langsung menarik perhatian masyarakat dan pelaku pasar, mengingat Thomas memiliki latar belakang teknokrat serta hubungan keluarga dekat dengan Presiden Prabowo sebagai keponakan. Kehadirannya dalam bursa calon pimpinan bank sentral memicu rasa ingin tahu terkait rekam jejak dan kapasitas profesionalnya.
Pengajuan Nama oleh Presiden
Kabar pencalonan Thomas semakin kuat setelah Presiden Prabowo Subianto mengirimkan Surpres kepada DPR berisi usulan tiga nama calon Deputi Gubernur Bank Indonesia. Menkeu Purbaya Ungkap Sikap Soal Kans Keponakan Prabowo jadi Deputi Gubernur BI menjadi salah satu topik yang menarik perhatian.
Menurut informasi dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, DPR akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap para calon sebelum memberikan persetujuan. Proses ini dilakukan karena pemilihan Deputi Gubernur Bank Indonesia dilakukan oleh DPR melalui uji kompetensi atau fit and proper test.
Kekhawatiran Terhadap Independensi Bank Indonesia
Kabar pengajuan nama Thomas sebelumnya diberitakan oleh Reuters berdasarkan dua sumber anonim. Rencana ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan independensi Bank Indonesia. Hal ini terkait upaya pemerintah mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ambisius.
Investor khawatir bahwa Bank Indonesia kemungkinan berada di bawah tekanan seiring target pertumbuhan ekonomi Prabowo yang mencapai 8% pada tahun 2029, dari sekitar 5% saat ini. Kekhawatiran ini meningkat, terutama setelah Bank Indonesia meluncurkan kesepakatan pembagian beban baru tahun lalu untuk mendanai beberapa program pemerintah.
Profil Thomas Djiwandono
Thomas Djiwandono, yang biasa dipanggil Tommy, merupakan putra pertama dari pasangan Soedradjad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati. Soedradjad adalah mantan Gubernur Bank Indonesia yang kini mengajar di Nanyang Technological University, Singapura. Sedangkan Biantiningsih merupakan kakak kandung Prabowo.
Thomas mengenyam pendidikan bidang studi sejarah di Haverford College, Pennsylvania, Amerika Serikat. Ia juga mengambil master di bidang International Relations and International Economics di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies, Washington, Amerika Serikat.
Karier Thomas dimulai sebagai wartawan magang di Majalah Tempo pada 1993. Setahun kemudian, ia bekerja di Indonesia Business Weekly. Ia juga pernah bekerja sebagai analisis keuangan di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong.
Pada 2006, pamannya, Hashim, memintanya untuk membantu di Arsari Group dan ia menjabat sebagai Deputy CEO Arsari Group, perusahaan agrobisnis. Thomas juga memiliki jejak politik, ia pernah menjadi calon legislatif di Provinsi Kalimantan Barat.
Jabatan Wakil Menteri Keuangan
Thomas dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada 18 Juli 2024 lalu. Di sisi lain, Thomas hadir dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) untuk pertama kalinya pada November 2025.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan bahwa kehadiran Thomas diperbolehkan sesuai Undang-undang BI Pasal 43 ayat 1 huruf A. “Rapat Dewan Gubernur diselenggarakan sekurang-kurangnya satu kali dalam sebulan untuk menetapkan kebijakan umum di bidang moneter yang dapat dihadiri oleh seorang menteri atau lebih yang mewakili pemerintah dengan hak bicara tanpa hak suara,” kata Perry dalam konferensi pers, Rabu (18/11).
Perry mengatakan bahwa BI secara resmi mengundang kehadiran Menteri Keuangan pada RDG pada bulan ini. Namun dengan surat kuasa, kehadiran Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa diwakili Thomas.
