Kekalahan Berulang, PSMS Medan Terus Tertahan di Grup A

PSMS Medan kembali menelan kekalahan dalam laga tandang mereka di Stadion Pakansari, Sabtu (11/4/2026). Tim berjuluk Ayam Kinantan itu harus mengakui keunggulan tuan rumah Garudayaksa FC dengan skor 0-1 dalam lanjutan Pegadaian Championship musim 2025/2026. Meski sempat unggul jumlah pemain sejak akhir babak pertama, PSMS gagal memanfaatkan peluang tersebut.

Gol cepat yang dicetak Everton pada menit ke-7 menjadi satu-satunya pembeda dalam pertandingan tersebut. Gol di awal laga itu praktis mengubah jalannya pertandingan, memaksa PSMS untuk tampil lebih agresif sepanjang sisa waktu. Dalam kondisi tertinggal, PSMS Medan berusaha mengambil alih kendali permainan. Tekanan demi tekanan dilancarkan ke lini pertahanan tuan rumah.

Situasi bahkan semakin menguntungkan setelah pemain Garudayaksa, Aditia Hermawan, diganjar kartu merah jelang turun minum. Keunggulan jumlah pemain itu seharusnya menjadi momentum bagi Ayam Kinantan untuk membalikkan keadaan. Namun kenyataannya, dominasi yang ditunjukkan PSMS tak mampu dikonversi menjadi gol. Sejumlah peluang emas yang tercipta gagal dimaksimalkan, membuat mereka harus pulang dengan tangan hampa.

Kekalahan ini sekaligus memperpanjang tren negatif PSMS Medan. Dalam lima pertandingan terakhir, mereka belum sekalipun meraih kemenangan dengan catatan tiga kekalahan dan dua hasil imbang. Tidak hanya itu, hasil buruk juga terus membayangi PSMS setiap kali bermain di Stadion Pakansari. Sepanjang musim ini, PSMS telah menjalani empat laga di stadion tersebut tanpa kemenangan. Rinciannya, tiga kali menelan kekalahan dan sekali bermain imbang.

Dari tiga kekalahan itu, dua di antaranya terjadi saat menghadapi Garudayaksa FC, serta satu kekalahan lainnya saat berhadapan dengan Persikad Depok. Rekor pertemuan dengan Garudayaksa FC musim ini pun tak berpihak pada PSMS. Tim asal Medan tersebut tercatat sudah tiga kali kalah dari lawan yang sama di ajang Pegadaian Championship.

Hasil ini turut berdampak pada posisi PSMS Medan di klasemen sementara Grup A. Saat ini, mereka tertahan di peringkat keenam dengan koleksi 31 poin, hasil dari delapan kemenangan, tujuh imbang, dan sembilan kekalahan. Posisi tersebut masih rawan tergeser, mengingat persaingan di papan tengah klasemen cukup ketat. Persikad Depok yang berada tepat di bawahnya mengoleksi 30 poin, sementara PSPS Pekanbaru di posisi kedelapan mengantongi 28 poin.

Kedua tim tersebut masih berpeluang menyalip PSMS, tergantung hasil pertandingan mereka yang akan berlangsung di Stadion Kaharuddin Nasution, Senin (12/4). Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya usai pertandingan. Ia menilai timnya membuang terlalu banyak peluang yang seharusnya bisa berbuah gol.

“Kami kecewa dengan hasil ini karena banyak peluang yang tidak bisa dimanfaatkan. Kita bermain dengan keunggulan pemain, tapi tidak maksimal. Secara pribadi saya sangat kecewa,” kata Eko. Eko menambahkan, secara permainan timnya sebenarnya mampu menguasai jalannya laga. Namun, efektivitas di depan gawang menjadi masalah utama.

“Harusnya kita bisa menguasai pertandingan. Tapi hasil berkata lain. Lawan bisa mencetak gol, dan inilah sepak bola. Ini jadi bahan evaluasi kami,” katanya. Ia juga menyoroti perubahan strategi lawan setelah kehilangan pemain. Garudayaksa memilih bermain lebih bertahan dengan menumpuk pemain di lini belakang dan mengandalkan serangan balik cepat.

“Setelah mereka bermain dengan sembilan pemain, mereka bertahan sangat dalam dengan lima pemain belakang dan mengandalkan counter attack. Kita kesulitan menembus, padahal ada peluang,” jelasnya. Meski hasil ini mengecewakan, Eko menegaskan timnya harus segera bangkit. Ia menargetkan sapu bersih pada tiga laga tersisa demi menjaga peluang bertahan di kompetisi.

“Kita harus sapu bersih tiga laga sisa, dua di kandang dan satu tandang,” tegasnya. Hal senada juga disampaikan pemain PSMS, Jodi Kurniady. Ia mengaku kecewa dengan hasil akhir, namun memastikan tim akan segera melakukan evaluasi.

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi hasilnya belum sesuai harapan. Kami akan berbenah lagi ke depan,” ujarnya. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi PSMS Medan, terutama karena kembali gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain seperti pada laga sebelumnya. Evaluasi menyeluruh pun menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim sebelum menjalani dua laga kandang dan satu laga tandang tersisa musim ini, demi menjaga asa tetap bertahan di Pegadaian Championship.


Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version