Korban Penipuan WO dan Catering di Mojokerto Minta Pengembalian Dana
Sebanyak 29 korban dugaan penipuan jasa pernikahan melalui Wedding Organizer (WO) dan catering di Mojokerto mengeluhkan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Para korban ini menuntut agar uang yang telah dibayarkan segera dikembalikan, terlebih banyak dari mereka akan segera menikah dalam waktu dekat.
Pemilik WO diduga menggunakan uang klien untuk membayar utang pribadi. Pernyataan ini muncul setelah para korban mendatangi rumah usaha tersebut di lingkungan Suromulang, Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, pada Kamis (2/4/2026). Mereka meminta pertanggungjawaban dari pemilik terkait kejelasan dana yang sudah masuk.
Berdasarkan data yang dikumpulkan, tercatat sebanyak 29 orang menjadi korban dugaan penipuan jasa pernikahan dengan total kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Para korban mayoritas berasal dari Kota Surabaya dan Mojokerto.
Tergiur Promo Vendor WO
Perwakilan korban, Nia Paramita (30) warga Waru, Sidoarjo, menjelaskan bahwa kejadian ini bermula saat dirinya bersama calon suami tertarik dengan promo dan harga murah catering pernikahan dari vendor KAMUYA saat pameran di Delta Plaza Surabaya tahun 2025 lalu.
Setelah mencicipi makanan dari catering ini dan merasa cocok, korban dihubungi melalui WhatsApp untuk membayar DP minimal 30 persen dari total pesanan catering makanan. Harga khusus ini sebagai promo pameran, di luar event DP hanya sekitar Rp 2 juta.
“Saya akhirnya bayar Rp 6 juta untuk dapat promo pameran. Kemudian setelah agak lama dihubungi lagi, menawarkan promo dengan berbagai bonus. Pelunasan pada Bulan Oktober 2025, total kerugian saya Rp 17.750.000,” ujar Nia saat dijumpai di lokasi, Kamis.
Beberapa bulan setelah pelunasan, Nia kembali dihubungi suami dari pemilik WO melalui telepon, pada Hari Minggu 29 Maret 2026, yang bersangkutan mengabarkan terkait kondisi keuangan manajemen minus sehingga tidak dapat memenuhi catering dalam pernikahannya. Pemilik usaha WO juga berjanji akan mengembalikan uang yang telah dibayarkan.
Uang Klien Dipakai Bayar Pinjaman
Pemilik WO inisal PAH (26) terlilit utang, sehingga diduga memakai uang dari para kliennya untuk membayar pinjaman. Nia menyebutkan bahwa dari informasi ternyata dia punya masalah keuangan sejak tahun 2022. Sedangkan, dealnya dengan dirinya tahun 2025 kan beda beberapa tahun. Dia ada rencana itu (Menipu, Red) atau bagaimana kita tidak tahu.
Ia bersama perwakilan para korban akhirnya mendatangi rumah pemilik usaha WO dan Catering, dengan didampingi Wakil Wali Kota Surabaya Armuji alias Cak Ji serta Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi sebagai penengah.
Jual Rumah untuk Kembalian Uang
Dialog antara korban dan pemilik usaha di tengahi Cak Ji ini, dari owner WO menyatakan akan mengembalikan kerugian korban dengan menjual rumahnya yang hingga kini belum terjual. “Saya ditelepon, minta maaf intinya tidak dapat hadir (katering) di acara pernikahan saya dan nanti uangnya akan dikembalikan. Ternyata dikembalikan itu tadi alasannya akan menjual rumah, karena dia tidak punya uang sama sekali,” ungkap Nia.
Dia menyayangkan sikap Owner tanpa memberi solusi seperti mengalihkan catering dari vendor lain, apalagi pernikahannya dalam akan digelar pada bulan depan. “Infonya 29 Maret, acara (Pernikahan) saya tanggal 31 Mei,” sesalnya.
Tuntutan Korban pada Pemilik WO
Para korban meminta pemilik WO bertanggung jawab mengembalikan utuh uang mereka yang terlanjur dibayarkan. Terlebih, para korban dalam waktu dekat melangsungkan resepsi pernikahan. “Pasti tuntutannya agar uang kembali, kita menikah pasti butuh uang,” ucap Nia.
Nia menambahkan, pemilik WO menawarkan solusi akan mengembalikan uang setelah rumahnya terjual. Namun para korban khawatir uang tidak kunjung dikembalikan saat mendekati acara pernikahan, lantaran cukup perlu waktu untuk menjual properti tersebut. “Mending rumah ini dilelang di bank, karena jual rumah kan lama. Terserah yang penting uang kita balik. Kalau informasinya dia, rumah ini kalau dijual harganya Rp 1,4 miliar,” tukasnya.
Sempat Berkomunikasi dengan Pemilik WO
Pasangan calon pengantin Dyah (30) dari Mojokerto mengaku, dirinya melihat event WO di Sunrise Mall dan memilih menggunakan jasa vendor bersangkutan untuk pernikahannya. Ia mengambil jasa WO paket premium, kecuali MUA (Makeup) dan catering dan deal pada Juni 2025 lalu, dengan harga total mencapai sekitar Rp 22 juta.
“Saya ya ikut saja alurnya, bagaimana dia mengajak ketemuan. Terakhir saya bertemu yang bersangkutan untuk survei gedung pada 19 Februari 2026,” terangnya. Dalam pertemuan itu, Dyah sempat berkomunikasi dengan pemilik WO soal Payment yang keempat sebesar Rp 5,7 juta untuk kebutuhan untuk busana mempelai.
Tak Terbayarkan Dananya
Dirinya sempat dikabari yang pemilik WO untuk jadwal Prewedding pada Mei 2026 nanti. Ia mengetahui kejadian ini setelah dikabari oleh para korban terkait adanya informasi WO tersebut. “Saya sudah konfirmasi ke yang bersangkutan terkait kebenarannya, dan mengiyakan,” kata Dyah.
Banyak korban yang ikut WO serta katering namun tidak terbayarkan dananya dan tidak terlaksana. “Jadi saya tahunya Selasa kemarin. Totalnya sekitar 2-3 jutaan, sudah disetor. Kesepakatannya untuk bayar vendor dan booking gedung, sisanya masih belum terbayarkan hanya membooking kan beberapa vendor. Dan dia berjanji akan mengembalikan setelah rumahnya terjual,” tandasnya.
