Rakor IBI Makassar untuk Meningkatkan Profesionalisme dan Kualitas Pelayanan
Rapat koordinasi (rakor) pengurus cabang dan ranting Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Makassar diadakan di Hotel Aryaduta, Jalan Somba Opu, kawasan Losari, Makassar, pada Sabtu (14/2/2026). Acara ini mengangkat tema “Membangun Profesionalisme Bidan Melalui Sinkronisasi Kerja Pengurus Cabang dan Ranting IBI Makassar.” Rakor ini dihadiri oleh perwakilan 25 ranting IBI yang tersebar di 14 kecamatan di Kota Makassar.
Forum ini menjadi ajang konsolidasi internal organisasi sekaligus penguatan komitmen dalam meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Pelaksana Tugas (Plt) Ketua IBI Makassar, BD Emilia Harnani, menjelaskan bahwa IBI Makassar memiliki jaringan yang kuat hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Sebagian besar anggotanya bertugas di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama (FKTP).
“IBI Makassar memiliki 25 ranting di 14 kecamatan. Mayoritas anggota kami bertugas di fasilitas kesehatan dasar, termasuk di 47 puskesmas yang ada di Kota Makassar,” ujarnya. Selain di puskesmas, para bidan juga bertugas di rumah sakit, klinik, puskesmas pembantu (pustu), serta institusi pendidikan sebagai dosen. Bahkan, ada anggota yang mengabdi di lingkungan TNI Angkatan Darat, Laut, dan Udara. Jangkauan pelayanan juga mencakup wilayah kepulauan seperti Barrang Lompo.
Menurut Emilia, peran bidan tidak hanya terbatas pada pelayanan medis, tetapi juga edukasi dan pendekatan sosial kepada masyarakat. Salah satu tantangan yang dihadapi di lapangan adalah keberadaan dukun bayi yang masih dipercaya sebagian masyarakat. “Kami tidak memusuhi, tetapi merangkul. Kami membangun komunikasi agar mereka dapat melaporkan ibu hamil kepada bidan sehingga ibu bisa mendapatkan pemeriksaan dan pendampingan sesuai standar medis,” jelasnya.
Ia menegaskan, pendekatan kolaboratif tersebut penting untuk memastikan seluruh ibu hamil terpantau sejak awal kehamilan hingga persalinan. Kadis Kesehatan Makassar dr Nursaidah Sirajuddin yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya rakor yang menghadirkan seluruh ranting IBI Makassar. Rakor ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menyatukan visi dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Dalam forum itu, IBI Makassar menyatakan komitmen untuk bersinergi dengan Pemkot Makassar dalam menekan angka kematian ibu dan anak (AKI/AKB). Salah satu fokus utama adalah perbaikan status gizi ibu hamil dan balita sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting. “Status gizi anak di Makassar harus menjadi perhatian bersama. Kesehatan anak dimulai sejak dalam kandungan hingga mereka lahir dan tumbuh sampai usia lima tahun. Karena itu, pencegahan harus diutamakan dibandingkan pengobatan,” ujar dr Nursaidah.
Sinergi tersebut dilakukan melalui penguatan layanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dan fasilitas kesehatan rujukan lanjutan (FKRL). Pendampingan tidak hanya dilakukan saat masa kehamilan, tetapi berkelanjutan hingga anak berusia lima tahun. IBI Makassar juga menegaskan komitmennya dalam mendampingi posyandu di 14 kecamatan. Pendampingan itu mencakup pemantauan tumbuh kembang anak, edukasi gizi, hingga penyuluhan kesehatan reproduksi.
Saat ini, setiap kelurahan di Makassar telah memiliki bidan koordinator yang ditempatkan di seluruh puskesmas sesuai ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan (PMK). Bidan koordinator tersebut membentuk tim yang terdiri dari delapan orang untuk memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak di wilayah kerjanya. “Ke depan, peran tim ini akan semakin diperkuat agar layanan semakin optimal dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” kata Emilia.
Sementara itu, Ketua IBI Sulawesi Selatan Mardiana Ahmad menilai kinerja IBI Makassar cukup baik dan inovatif, khususnya dalam program pendampingan ibu hamil dan penguatan layanan berbasis komunitas. Dalam rakor tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk keseriusan dalam mendukung program nasional penurunan stunting.
Secara organisasi, IBI Makassar memiliki sekitar 2.800 anggota yang tersebar di berbagai fasilitas pelayanan dan institusi pendidikan. Adapun jumlah anggota IBI di Sulawesi Selatan mencapai sekitar 22 ribu orang. Program percepatan penurunan stunting yang merupakan program nasional, lanjutnya, menjadi salah satu prioritas yang dikawal langsung oleh para bidan di seluruh daerah.
Melalui rakor ini, IBI Makassar berharap seluruh pengurus cabang dan ranting dapat bergerak serentak, memperkuat profesionalisme, serta memastikan pelayanan kesehatan ibu dan anak semakin berkualitas di Kota Makassar.





