Pemerintah Pastikan Pasokan BBM Aman Hingga Lebaran

Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, memastikan bahwa stok Avtur dan bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan bermotor akan aman hingga lebaran IdulFitri yang dimungkinkan jatuh pada pertengahan Maret 2026. Ia menyampaikan pernyataan tersebut dalam jumpa media di Jakarta, Jumat (6/3/2026) malam.

Dudy menjelaskan bahwa meskipun saat ini konflik di Timur Tengah memanas usai adanya serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran, pemerintah akan memastikan pasokan BBM tetap terpenuhi untuk masyarakat. Menurutnya, meski ada potensi krisis di kawasan tersebut, Indonesia masih memiliki cadangan yang cukup hingga lebaran nanti.

“Jadi kalau seperti sekarang misalnya terjadi apa krisis di Timur Tengah itu berpengaruh maka kita akan langsung terasa dampaknya. Alhamdulillah nanti sampai Lebaran masih karena cadangan avtur kita atau BBM kita masih cukup,” ujarnya.

Penjelasan Mengenai Stok BBM 21 Hari

Dudy juga menjelaskan pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang sempat menimbulkan polemik soal sisa pasokan BBM hanya 21 hari. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut bukanlah hal yang aneh, melainkan keadaan yang umum. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan storage atau fasilitas penyimpanan minyak mentah di Indonesia.

“Memang storage 21 hari itu sebenarnya mengukur storage-nya kalau lebih kita enggak bisa nampung,” ujar Dudy. Ia menambahkan bahwa meskipun stok BBM hanya mencapai 21 hari, pemerintah akan selalu melakukan penambahan cadangan jika diperlukan.

“Jadi diupayakan supaya 21 karena storage-nya enggak ada. Jadi 21 hari ini dimaknai bukan 21 hari habis tapi kita harus me-maintain bahwa 21 itu adalah cadangan batas minimum yang harus kita sediakan gitu,” tambahnya.

Strategi Pengalihan Impor Minyak Mentah

Mengingat situasi di Selat Hormuz yang tidak memungkinkan impor minyak mentah, pemerintah sedang mencari cara lain untuk tetap bisa mengekspor BBM agar pasokan tetap terjaga. Dudy menyatakan bahwa pemerintah akan membidik beberapa negara produsen minyak mentah yang jalur pasokannya tidak terpengaruh oleh penutupan Selat Hormuz oleh Iran.

“Nah caranya menambah karena kan memang yang di Hormuz itu kan 20 persen dari secara total global tapi kan kita masih ada tempat-tempat lain yang bisa mendapatkan BBM tersebut. Kalau saya lihat kemarin itu ada beberapa negara yang sepertinya tidak terlalu terdampak dari lokasi konflik,” ujarnya.

Alihkan Impor ke Amerika Serikat

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan skenario terburuk atas pasokan minyak mentah atau crude dalam menghadapi ketegangan konflik Timur Tengah antara AS-Israel terhadap Iran. Salah satu solusi yang dipertimbangkan adalah mengalihkan impor crude ke Amerika Serikat dari Timur Tengah.

Bahlil menjelaskan bahwa penutupan Selat Hormuz oleh Iran akibat konflik AS-Israel berisiko mengganggu distribusi minyak dunia. Situasi ini disebut tidak dapat diprediksi kapan akan berakhir.

“Sekali lagi saya katakan bahwa ketegangan ini tidak bisa kita meramalkan kapan selesai. Bisa cepat, bisa lambat,” ujarnya.

Masyarakat Mulai Panic Buying

Pernyataan Bahlil soal stok BBM tersisa 21 hari langsung viral dan menuai beragam reaksi dari masyarakat. Di beberapa wilayah bahkan telah terjadi antre BBM yang mengular akibat masyarakat yang panic buying.

Setelah kejadian ini viral, Bahlil pun menyampaikan klarifikasi soal ucapannya tersebut. Ia menjelaskan bahwa stok BBM yang ia maksud bukanlah cadangan untuk kondisi darurat, melainkan kemampuan daya tampung atau storage yang sudah dimiliki oleh Indonesia.

“Memang sejak dahulu, sudah sejak lama, bahwa kemampuan storage kita, daya tampung BBM kita di Republik Indonesia ini tidak lebih dari 21 sampai 25 hari,” ujarnya.

Upaya Peningkatan Kapasitas Storage

Sebagai tindak lanjut, Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah untuk meningkatkan kapasitas storage guna memperkuat ketahanan energi nasional. Upaya tersebut dilakukan atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Arahan Bapak Presiden Prabowo memerintahkan kepada kami untuk segera membangun storage supaya ketahanan energi kita ada. Storage-nya berapa lama? Insya Allah rencana sampai dengan tiga bulan,” katanya.

Bahlil meminta agar informasi mengenai ketahanan stok BBM tidak disalahartikan sebagai sinyal darurat. Ia memastikan bahwa persoalan yang dihadapi berkaitan dengan infrastruktur penyimpanan, bukan ketersediaan energi di dalam negeri.


Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version