Prakiraan Cuaca Jawa Timur pada 19 Februari 2026
Pada hari Kamis, 19 Februari 2026, hampir seluruh wilayah di Jawa Timur diperkirakan akan dilanda hujan dari pagi hingga siang hari. Namun, beberapa daerah seperti Jember, Kota Batu, dan Sampang hanya mengalami cuaca cerah berawan. Perkiraan ini didasarkan pada data yang dirilis oleh BMKG Juanda.
Di Surabaya dan sekitarnya, cuaca diprediksi lebih aktif antara tanggal 11 hingga 20 Februari 2026. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk aktivitas monsun Asia, konvergensi angin, serta gangguan gelombang atmosfer MJO (Madden Julian Oscillation) yang melintasi wilayah tersebut. Selain itu, suhu muka laut di perairan Selat Madura masih cukup tinggi, yang turut memengaruhi pertumbuhan awan konvektif dan potensi hujan intensitas sedang hingga lebat.
Daerah Rawan Banjir dan Longsor di Jawa Timur
BMKG juga merilis daftar daerah yang rawan banjir dan longsor di Jawa Timur. Berikut adalah daftar-daftar tersebut:
Daerah Rawan Banjir
- Kecamatan Kasiman, Bojonegoro
- Kecamatan Wonosari, Madiun
- Kecamatan Bagor, Nganjuk
- Kecamatan Babat, Lamongan
- Kecamatan Benowo, Surabaya
- Kecamatan Jrengik, Sampang
- Kecamatan Rejoso, Nganjuk
- Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi
- Kecamatan Tempeh, Lumajang
- Kecamatan Durenan, Trenggalek
Daerah Rawan Longsor
- Pujon, Kabupaten Malang
- Junrejo, Kota Batu
- Binakal, Kabupaten Bondowoso
- Klabang, Kabupaten Situbondo
- Ledokombo, Kabupaten Jember
- Arjosari, Kabupaten Pacitan
Musim Hujan Masuki Puncaknya
Saat ini, sebagian besar wilayah Jawa Timur telah memasuki puncak musim hujan. Dalam 10 hari ke depan, diprakirakan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi aktivitas masyarakat. Potensi cuaca ekstrem ini dipicu oleh beberapa faktor, seperti aktivitas monsun Asia, konvergensi angin, serta adanya gangguan gelombang atmosfer MJO. Selain itu, kondisi suhu muka laut di Selat Madura dan atmosfer lokal yang labil turut berkontribusi pada pertumbuhan awan konvektif yang bisa menyebabkan hujan deras disertai petir dan angin kencang.
Imbauan untuk Waspada Cuaca Ekstrem
BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak. Wilayah dengan topografi curam, bergunung, atau tebing diminta lebih waspada karena risiko banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, dan berkurangnya jarak pandang.
Kepala BMKG Juanda, Taufik Hermawan, menjelaskan bahwa kondisi cuaca di Surabaya dan sekitarnya akan lebih aktif antara 11 hingga 20 Februari 2026. Hal ini dipengaruhi oleh suhu laut di Selat Madura yang masih tinggi, belokan angin, serta gangguan gelombang atmosfer Low Frequency dan gelombang Rossby.
Meskipun situasi ini wajar karena masa puncak musim hujan, masyarakat tetap diminta untuk mewaspadai dampak cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, petir, atau bahkan hujan es di area tertentu. Ia menyarankan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah dan memastikan kondisi atap serta saluran air dalam keadaan baik. Barang-barang yang mudah terbawa angin harus diamankan, serta hindari berteduh di bawah pohon atau baliho saat hujan dan angin kencang.





