Pengalaman Berharga bagi Pelatih Saint Kitts and Nevis
Kekalahan 0-4 dari Timnas Indonesia dalam pertandingan FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, tidak membuat pelatih Saint Kitts and Nevis, Marcelo Serrano, kecewa. Justru sebaliknya, ia menganggap pengalaman ini sebagai momen berharga yang akan selalu diingat oleh timnya.
Marcelo mengakui bahwa timnya kehilangan fokus setelah Indonesia mencetak gol pertama. Namun, ia sangat mengapresiasi kesempatan untuk bertanding di Jakarta, kota yang terkenal dengan atmosfer sepak bola yang luar biasa.
- Ia memuji fasilitas latihan yang tersedia dan kemegahan SUGBK.
- Selain itu, Marcelo juga mengapresiasi fanatisme 26 ribu suporter yang hadir di stadion.
- Menurutnya, bisa bermain di hadapan para pendukung yang begitu antusias adalah sebuah kehormatan.
Atmosfer Sepak Bola yang Mengagumkan
Meskipun kalah telak dengan skor 4-0, Marcelo justru merasa terpukau dengan suasana sepak bola di Indonesia. Baginya, stadion yang memiliki fasilitas yang “begitu hebat” menjadi salah satu faktor utama yang membuat pengalamannya bersama Timnas Indonesia sangat berkesan.
“Saya harus bilang ini negara indah dengan fans yang besar. Meski stadion tidak penuh, kami bisa melihat semangat mereka,” ujar Marcelo Serrano.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada suporter Timnas Indonesia atas sambutan hangat yang diberikan. Menurutnya, momen ini akan menjadi kenangan indah bagi pemain Saint Kitts and Nevis.
Fokus Pemain Buyar Setelah Gol Pertama
Marcelo menjelaskan bahwa timnya bermain cukup baik pada 25 menit pertama. Namun, setelah Timnas Indonesia mencetak gol, fokus pemain mulai buyar.
Empat gol Timnas Indonesia dicetak oleh Beckham Putra (dua gol), Ole Romeny, dan Mauro Zijlstra. Marcelo mengatakan bahwa Saint Kitts and Nevis sebenarnya memiliki peluang untuk mencetak gol pada babak pertama.
“Dua gol awal datang dari kesalahan yang sama dengan bek kami. Ada pemain yang bagus memanfaatkan ruang itu,” katanya.
Rasa Bangga dan Terpukau: Begitu Hebat
Marcelo Serrano juga menyampaikan terima kasih kepada FIFA dan Indonesia yang telah mengajak Saint Kitts and Nevis untuk ikut serta dalam FIFA Series 2026.
“Saya berterima kasih kepada Indonesia dan FIFA yang menyediakan turnamen ini. Kami datang dari tempat yang jauh dengan penerbangan 24 jam lebih,” ujarnya.
Ia juga memuji fasilitas stadion dan tempat latihan yang disediakan. Menurutnya, semua hal tersebut membuat pengalaman timnya sangat berkesan.
Puji Penampilan Beckham Putra
Masih di kesempatan yang sama, Marcelo memberikan pujian untuk penampilan pemain Timnas Indonesia, Beckham Putra, yang mencetak dua gol dalam laga tersebut.
Ia takjub melihat permainan dari gelandang Persib Bandung tersebut, yang juga menjadi pemain terbaik dalam laga Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis. Meski sebelumnya sudah mengetahui kekuatan Beckham Putra, Marcelo tetap mengapresiasi permainannya.
Selama pertandingan, pemain bernomor punggung tujuh itu tidak henti bergerak untuk merepotkan pertahanan Saint Kitts and Nevis.
“Kami sudah mempelajar permainan Beckham Putra. Kami sudah tahu cara dia bermain. Saya pikir dia pemain yang bagus,” ucapnya.
Selain Beckham Putra, Marcelo juga memuji beberapa pemain Indonesia lainnya, seperti Yakob Sayuri dan Ramadhan Sananta.
Fokus Angkat Mental Pemain
Lebih lanjut, Marcelo akan fokus pada pemulihan mental anak-anak asuhnya setelah kalah telak dari Timnas Indonesia. Sebab, masih ada satu pertandingan lagi yang akan dihadapi Saint Kitts and Nevis.
Saint Kitts and Nevis akan bertemu Kepulauan Solomon di SUGBK pada Senin (30/3/2026), pukul 15.30 WIB. Sebelumnya, Kepulauan Solomon kalah 2-10 dari Bulgaria di SUGBK pada Jumat (27/3/2026).
“Saya selalu fokus pada psikologi pemain. Kebetulan saya punya gelar psikologi. Melawan Indonesia yang unggul dua gol awal dengan kesalahan yang sama, tentu berdampak pada mental kami,” ujarnya.
“Di ruang ganti kami membahas itu. Pemain kami punya mental yang kuat dan kami akan bangkit,” tutup Marcelo Serrano.





