Program Makan Gizi Gratis di Kabupaten Banjar Menembus 51,4 Persen Sasaran
Program Makan Gizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banjar telah mencapai sekitar 51,4 persen dari total sasaran penerima manfaat. Penambahan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sekumpul 005 Martapura menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan capaian tersebut. Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati (Wabup) Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, saat meresmikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sekumpul 005 Martapura, Senin (1/6/2026), di Jalan Sekumpul Ujung Gang Hijrah Jaya No.2 Kelurahan Sekumpul, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar.
“Saya mengapresiasi langkah nyata Yayasan Albasia Graha ACID dan seluruh pengelola yang telah mewujudkan dapur ini sebagai bagian dari program nasional Makan Bergizi Gratis untuk anak-anak kita di Kabupaten Banjar,” ujar Habib Idrus Al Habsyie.
Menurut Wabup, program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi penerus yang sehat dan berkualitas. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari peresmiannya, melainkan dari konsistensi pengelolaan yang dilakukan setiap hari.
“Jagalah standar higienitas dapur, kebersihan peralatan, dan kualitas makanan seperti layaknya makanan untuk anak kita sendiri. Tidak boleh ada kompromi terhadap kebersihan, mulai dari bahan baku, proses memasak, penyajian hingga kebersihan petugas,” tegasnya.
Strategi Pengembangan SPPG di Kalimantan Selatan
Ketua Satgas Percepatan MBG Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea, menambahkan bahwa kehadiran dapur SPPG di kawasan Sekumpul merupakan langkah strategis dalam mendukung program pemerintah pusat, khususnya dalam upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat dan penurunan angka stunting.
“Harapan kita yang pertama tentu program strategis pemerintah pusat ini dapat berjalan dengan baik di daerah. Ini salah satu bentuk dukungan kita terhadap program tersebut,” kata Yudi.
Selain manfaat kesehatan, ia menilai keberadaan dapur SPPG juga akan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja dan perputaran ekonomi lokal.
“Minimal dari tenaga kerja yang terserap dan sirkulasi perekonomian yang bergerak di sekitar dapur ini tentu akan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Yudi mengaku optimistis dengan kesiapan fasilitas yang telah dibangun. Berdasarkan hasil peninjauan, dapur dinilai telah memenuhi standar yang ditetapkan dan siap beroperasi.
“Kita sudah melihat langsung, tempatnya sangat bersih dan informasinya juga sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Tinggal operasionalnya saja yang perlu dipastikan berjalan dengan baik,” jelasnya.
Cakupan dan Target Program MBG
Adapun, Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Banjar, Shinta Aulia Armeynda, menjelaskan bahwa cakupan program telah mencapai sekitar 51,4 persen dari total sasaran penerima manfaat. Detail jumlahnya sudah mencapai 70 ribu peserta didik.
“Kalau total sasaran sekitar 136 ribu peserta didik yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, serta lembaga pendidikan lainnya di Kabupaten Banjar, jadi masih perlu perluasan dan percepatan sasaran,” jelas Shinta Aulia.
Program MBG di Kabupaten Banjar juga menyasar atau memperluas layanan kepada kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui yang menjadi prioritas dalam upaya peningkatan gizi masyarakat.
“Saat ini kami juga fokus memperluas pelayanan kepada kelompok 3B, yaitu balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Insya Allah mulai besok akan ada sekitar 11.250 penerima manfaat dari kelompok tersebut,” urainya.
Perkembangan SPPG di Kabupaten Banjar
Shinta menjelaskan bahwa terdapat 36 SPPG yang telah memperoleh Surat Keputusan (SK), sementara dapur SPPG yang baru diresmikan menjadi unit ke-37 di Kabupaten Banjar.
“Dari total tersebut, sebanyak 30 SPPG sudah beroperasi dan tujuh lainnya masih dalam tahap persiapan operasional,” katanya.
Ia menambahkan bahwa tujuh SPPG yang masih dalam tahap persiapan saat ini tengah melengkapi berbagai kebutuhan administrasi, pendataan penerima manfaat, hingga dokumen pendukung sebelum mulai beroperasi secara penuh.
Disampaikan Shinta, Kecamatan Martapura menjadi wilayah dengan jumlah SPPG terbanyak di Kabupaten Banjar. Diuraikannya, saat ini terdapat 11 SPPG yang telah berjalan dan 10 unit lainnya masih dalam tahap persiapan.
“Untuk Kecamatan Martapura sendiri saat ini sudah ada 11 SPPG yang beroperasi. Kemudian akan ada tambahan 10 SPPG lagi yang sedang dipersiapkan, sehingga total nantinya mencapai 21 SPPG,” runutnya.





