Wedangan, Budaya Lokal yang Menjadi Bagian dari Kehidupan Masyarakat Solo
Wedangan, atau sering disebut sebagai angkringan, bukan sekadar tempat makan biasa. Di Kota Surakarta, wedangan telah menjadi ikon budaya lokal yang sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari warga setempat. Mulai dari Klaten, Boyolali, Sragen hingga Karanganyar, wedangan tidak hanya menjadi tempat untuk menikmati makanan dan minuman, tetapi juga menjadi ruang publik yang egaliter.
Di tengah arus modernisasi, wedangan mampu bertahan sebagai simbol budaya yang menghapus sekat antara “Wong Gedhe” dan “Wong Cilik”. Tidak peduli status ekonomi maupun sosial seseorang, semua bisa berkumpul, bercengkrama, dan melebur menjadi satu di wedangan. Nilai egaliter dan kehangatan sosial terasa paling nyata di sini, menjadikan wedangan lebih dari sekadar tempat makan, melainkan bagian dari identitas budaya Solo yang hidup dan dinamis.
Menu Khas yang Menggugah Selera
Sajian menu wedangan khas dan sederhana menambah syahdunya suasana di tempat ini. Di Solo, menu andalan seperti teh oplosan yang memiliki rasa yang panas, legi, dan kentel (Nasgitel) serta nasi kucing yang bikin ketagihan, membuat wedangan semakin dirindukan oleh para pelanggan.
Berikut adalah beberapa rekomendasi wedangan yang patut dicoba ketika berkunjung ke Solo:
1. Wedangan Mbah Wiryo
Wedangan Mbah Wiryo layak dianggap sebagai salah satu wedangan legendaris di Kota Bengawan. Terletak di Jl. Perintis Kemerdekaan No.25, Purwosari, Laweyan, Surakarta, wedangan ini sudah ada sejak tahun 1958. Warung ini buka setiap hari mulai jam 16.00 WIB hingga 01.00 WIB. Wedangan ini dikenal sebagai pioner menu jahe dan jadah wedangan Solo.
Favorit pengunjung di sini adalah teh hangat ala Solo dan jahe dengan berbagai variasinya. Untuk makanan, nasi bandeng menjadi best seller-nya. Sambal pedas yang menyertai nasi kucing memberikan kesan yang kuat bagi para pelanggan. Adapula jadah alias apollo dan pisang owolnya yang menjadi menu favorit lain.
2. Wedangan Yo Kemin
Lokasi wedangan ini cocok jadi tujuan bagi kamu yang sedang berada di pusat Kota Solo. Terletak tepat di Jl. Yosodipuro No.53, Punggawan, Banjarsari, Surakarta. Wedangan ini juga termasuk salah satu yang legend, bahkan disebut-sebut sebagai pioner utama wedangan di Kota Bengawan. Berdiri lebih dari 50 tahun, wedangan Pak Yo Kemin buka mulai jam 16.00 WIB hingga 23.00 WIB.
Minuman favorit pelanggan masih didominasi oleh teh hangat dan jahe termasuk jahe tape yang paling banyak dicari. Untuk menu tambahan, kikil atau koyor menjadi salah satu favorit utama wedangan ini, di samping nasi bandeng dan nasi osengnya.
3. Wedangan Pak No Mojosongo
Wedangan ini menjadi salah satu opsi bagi kamu yang sedang berkunjung ke wilayah Solo bagian utara. Terletak di Mojosongo, wedangan Pak No menjadi salah satu wedangan dengan menu terlengkap di Kota Solo. Aneka sate-satean hingga gorengan yang super lengkap berpotensi membuatmu kalap untuk mengambilnya.
Perlu diketahui, wedangan ini sudah berdiri sejak tahun 1970, termasuk salah satu yang legend juga di Solo bagian utara. Jam bukanya antara pukul 16.00 WIB hingga 00.00 WIB. Selain menjual menu khas angkringan seperti nasi kucing, wedangan ini juga menyediakan menu Soto dan Kare jika kamu ingin menyantap makanan berkuah.
4. Wedangan Pasar Gedhe
Bagi kamu yang sering main ke Pasar Gedhe malam hari, wedangan ini menjadi salah satu tempat tujuanmu. Terletak di Jl. Suryopranoto No. 41, Kepatihan Wetan, Jebres, Surakarta. Jam bukanya antara pukul 18.00 WIB hingga 01.00 WIB, setiap hari buka kecuali Senin.
Yang menarik dari wedangan ini tidak hanya soal menu makanan dan minumannya yang sangat bervariasi. Melainkan juga menu khasnya seperti minuman es tape kolang-kaling, pisang owol, trancam hingga menu nasi sayurnya yang tidak sedikit variasinya.
5. Wedangan “Pikulan” Pak Senen
Di antara sekian banyaknya tempat wedangan, barangkali Wedangan Pak Senen menjadi yang paling unik. Bayangkan saja, Wedangan Pak Senen menjadi satu-satunya wedangan yang barangkali masih pakai konsep lama yakni dipikul. Jika kamu ingin mencicipi nikmatnya hidangan yang dijajakan Wedangan Pak Senen, kamu bisa mampir ke area Rumah Sakit Brayat (setiap jam 5 sore), dan Stasiun Tirtonadi Solo (setelah magrib hingga jam 24.00 WIB).
Pak Senen mengatakan dirinya sudah hampir 68 tahun berjualan wedangan. Ia menjual makanan saja, karena tidak kuat mikulnya.
Itulah beberapa rekomendasi tempat wedangan yang patut kamu coba ketika sedang berkunjung ke Solo.




