Pemain Muda Persebaya Surabaya Masuk Daftar Debutan Termuda Super League 2025/2026
Persebaya Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan pemain muda. Dua nama dari internal klub, yaitu Dimas Wicaksono dan Ichsas Baihaqi, masuk dalam daftar lima debutan termuda di Super League 2025/2026. Kedua pemain muda ini menjadi bukti bahwa klub Green Force tidak hanya memberikan kesempatan bermain, tetapi juga memastikan mereka mendapatkan menit bermain yang nyata.
Laga pekan ke-19 Super League 2025/2026 antara Persebaya Surabaya melawan Dewa United akan menjadi momen penting bagi keduanya. Laga ini tidak hanya tentang perebutan poin, tetapi juga menjadi bentuk pernyataan arah kebijakan klub yang semakin percaya pada talenta muda.
Debut Awal dan Usia Muda
Dimas Wicaksono mencatatkan debutnya bersama Persebaya Surabaya pada 23 Agustus 2025 saat menghadapi Bali United. Saat itu, ia berusia 18 tahun 1 bulan 7 hari. Sebagai pemain sayap kanan, Dimas juga bisa dimainkan sebagai bek kanan. Pemain kelahiran Surabaya ini telah tampil selama 94 menit di Super League musim ini. Nilai pasar pemain berusia 18 tahun tersebut kini mencapai Rp 434,54 juta.
Sementara itu, Ichsas Baihaqi melakoni debutnya pada 2 November 2025 saat menghadapi Persis Solo. Gelandang tengah kelahiran 17 Maret 2007 ini tampil perdana di usia 18 tahun 7 bulan 16 hari. Ia naik ke tim utama dari PSAL dan telah mencatatkan 199 menit bermain di Super League 2025/2026. Nilai pasar Ichsas mencapai Rp 869,08 juta, dengan potensi pertumbuhan yang terus meningkat.
Pemain Muda Lainnya yang Berkontribusi
Selain Dimas dan Ichsas, Persebaya Surabaya juga memberikan kesempatan bermain kepada sejumlah pemain U-23 dari klub internal. Salah satu yang paling menonjol adalah Toni Firmansyah, yang telah tampil selama 1.023 menit di Super League. Gelandang tengah berusia 21 tahun ini memiliki nilai pasar sebesar Rp 2,17 miliar.
Sadida Nugraha, seorang gelandang bertahan, juga mulai menunjukkan kemampuannya. Pemain berusia 20 tahun ini telah tampil selama 298 menit sejak bergabung pada 1 Juli 2025. Sadida berasal dari klub internal HBS dan perlahan mulai mendapatkan peran rotasi di lini tengah Persebaya Surabaya.
Filosofi Pelatih Bernardo Tavares
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menegaskan pentingnya menjaga talenta internal klub. Menurutnya, akademi adalah sumber utama pembentukan identitas dan budaya tim. “Di saat ini kita harus mengetahui rumah yang kita miliki. Akademi, pemain muda, tim utama kita,” ujar pelatih asal Portugal itu.
Ia menekankan bahwa pemain muda memiliki ambisi besar untuk membuktikan diri. Semangat inilah yang dianggapnya sebagai aset berharga bagi klub dalam jangka panjang. “Ini penting untuk memiliki pemain jangka panjang tapi juga pemain baru dengan ambisi baru yang ingin menunjukkan karena ini adalah emas dari klub yang datang dari akademi. Begitulah cara kita membuat budaya,” tambahnya.
Kehadiran Pemain Muda sebagai Sinyal Masa Depan
Kehadiran Dimas Wicaksono dan Ichsas Baihaqi dalam daftar debutan termuda menjadi bukti nyata arah kebijakan Persebaya Surabaya. Klub ini tak hanya memberi debut, tetapi juga menit bermain yang nyata. Di tengah ketatnya persaingan Super League 2025/2026, langkah ini terbilang berani.
Dengan fondasi akademi yang terus diberi ruang, Persebaya Surabaya tak hanya berbicara soal hari ini, tetapi juga menatap masa depan dengan optimisme tinggi. Rekor Baru 2 Wonderkid Persebaya Surabaya menjadi sinyal masa depan yang menjanjikan bagi Green Force.





